
Kisah Cinta Renara
By Un Kurniasih
Selamat Membaca
***
Semua orang yang ada di sana menoleh saat mendengar suara yang tak asing. Arga tercengang melihat Hana ada di sana dan melihat Nara terduduk di lantai.
"Sayang!" Arga menghampiri Nara yang sedang menangis.
"Sayang kamu gak apa-apa?"
Nara terdiam karena masih syok. Dia tidak tau apa yang harus dia lakukan saat ini. Hatinya benar-benar hancur, dia tidak menyangka suaminya tega membohonginya dan mengkhianatinya.
Rafi membubarkan karyawannya yang berkerumun dan membiarkan bosnya menyelesaikan urusan rumah tangganya. Terdengar bisik-bisik dari para karyawan, sudah pasti ini akan menjadi berita gosip terhot yang akan jadi trending topik di kantor itu.
Arga menoleh dan menatap tajam istri pertamanya.
"Sedang apa kamu di sini? Dan apa yang kamu lakukan pada Nara?" tanya Arga sambil menatap tajam istri pertamanya itu.
"Ngapain kamu belain dia mas? Dia itu hanya pelakor yang sudah menghancurkan rumah tangga kita!!"
"Jaga ucapanmu Hana! Kamu yang sudah menghancurkan rumah tangga kamu sendiri!" pekik Arga kesal.
"Dia yang sudah merebut kamu dari aku mas!" pekik Hana kesal karena suaminya lebih membela madunya.
"Sebaiknya kamu pergi dari sini!" usir Arga.
"Kenapa aku harus pergi mas? Dia yang harusnya pergi dari sini!!" Sentak Hana sambil menunjuk Nara kesal.
Nara beranjak, air mata mengalir deras membasahi pipinya. Arga langsung mengalihkan perhatiannya pada Nara.
"Sayang kamu gak apa-apa kan? Mas bisa jelasin ini semua, kamu harus percaya. Mas hanya mencintai kamu!" ucap Arga menjelaskan. Dia tau Hana pasti sudah memberi tahukan semuanya.
Nara terdiam dengan pandangan kosong. Lalu dia menatap Arga.
"Dia istri kamu?" tanya Nara.
"Sayang mas bisa jelasin semuanya, kamu harus dengar penjelasan mas dulu!" ucap Arga sambil memegang bahu Nara.
"Jawab mas!! Apa dia istri kamu?!" Sentak Nara membuat Arga kaget.
Arga terdiam dan menunduk, ketakutannya kini terjadi. Pada akhirnya bangkai yang dia sembunyikan rapat-rapat tercium juga, meski dia sudah menyiapkan hati untuk menghadapi ini, tapi dia tetap takut dan gugup menghadapinya.
"Kenapa kamu bohong mas? Kenapa kamu bohong sama aku??"
Nara tidak bisa lagi menahan tangisannya, dia menangis sejadi-jadinya. Arga memeluk Nara, tapi Nara terus berontak.
"Kamu jahat mas, kamu bohongi aku. Ternyata aku hanya istri kedua kamu mas!" Isak Nara.
"Maaf sayang! Maafin mas!"
"Aku benci sama kamu, PEMBOHONG!!" teriak Nara.
Hana hanya tersenyum sinis menatap Nara, akhirnya dia bisa juga melampiaskan kemarahannya, dia sudah jengah dan lelah harus menahan kekesalan itu. Apa lagi Arga terus mengabaikannya, meski dia hamil tak membuat sikap Arga berubah padanya, pria itu tetap mengabaikannya dan bersikap dingin padanya dan dia tau alasannya adalah wanita yang menjadi madunya itu.
"Mas bisa jelasin sayang. Mas mohon percaya sama mas!"
Nara menangis histeris, dia memukul-mukul punggung Arga sekencang mungkin. Tapi Arga terus mengeratkan pelukannya, meski merasa sakit karena pukulan Nara sangat kencang.
__ADS_1
"Aku benci sama kamu! Aku benci!!"
Arga menggeleng. "Maafin mas sayang. Mas mohon jangan tinggalin mas. Mas gak mau kehilangan kamu Nara."
"PEMBOHONG! PEMBOHONG!!" Nara berteriak sambil terus memukul-mukul punggung Arga.
Hatinya sudah benar-benar hancur. Dadanya sesak dan sakit seperti ada sesuatu yang menghantam dadanya dengan keras.
Nara menatap Hana, wanita itu menatap tajam ke arah Nara. Nara juga menatap perut buncit Hana, hatinya semakin sakit melihat wanita itu sedang mengandung anak suaminya.
Nara terus berontak agar bisa terlepas dari pelukan Arga.
"Lepas mas!!" pekik Nara.
Tapi Arga tidak mau melepaskan pelukannya, dia malah semakin mengeratkan pelukannya. Dia tidak mau Nara pergi meninggalkannya.
"Jangan tinggalin mas. Mas mohon!!" Arga tak bisa lagi membendung air matanya.
Air mata pria itu luluh lantah membasahi pipinya. Sekarang dia harus berjuang keras untuk mempertahankan istrinya agar tidak meninggalkannya.
"Mas mencintai kamu Nara, mas sangat mencintai kamu!"
"Lepasin!!" Nara terus berusaha melepaskan pelukan Arga. Tapi Arga semakin mengeratkan pelukannya.
Tubuh Nara melemah, dia sudah lelah memberontak. Hanya tangisannya yang terdengar dari dirinya.
Merasa Nara melemah Arga melonggarkan pelukannya. Tapi saat Arga melonggarkan pelukannya Nara segera mendorong Arga hingga pelukannya terlepas.
Nara segera pergi meninggalkan kantor suaminya. Saat Arga akan mengejar, Hana menahannya.
"Cukup mas! Ngapain kamu kejar dia? Kenapa kamu selalu abaikan aku? Aku ini istri kamu!" ucap Hana kesal.
Arga menatap tajam Hana. "Tapi sayangnya sebentar lagi kita akan bercerai!"
"Mas Arga!!" pekik Hana. "Aku gak akan biarin pelakor itu memiliki kamu!" teriaknya kesal.
Arga segera mencari Nara, tapi keberadaan gadis itu sudah lenyap.
Arga segera menaiki mobilnya dan mencari istrinya. Sepanjang perjalanan dia terus mengutuk dirinya yang terlalu bodoh, karena tidak tegas. Andai saja dia cepat menceraikan Hana, ini semua tidak akan terjadi.
"Maafin mas sayang. Mas mohon jangan tinggalin mas! Jangan pergi, mas gak mau kehilangan kamu!"
Di tengah jalan, tiba-tiba macet karena di depan sana ada kecelakaan. Arga berdecak kesal dan memukul-mukul kemudi mobilnya.
"Siall, siall, siall!!" Pekiknya kesal.
Arga segera menghubungi Nana agar bisa cepat menemui Nara dan mencegahnya.
Call :
"Ada apa bang?" tanya Nana di sebrang telpon.
"Cepat ke rumah jangan biarin Nara pergi! cegah dia!" pekik Arga frustasi.
"Emang kenapa?"
"Dia sudah tau semua soal Hana!"
"Sial lo bang!!" terdengar umpatan Nana di sebrang telpon dan sambungan telpon pun terputus.
Nana yang sedang di perpus pun segera meluncur ke rumah Nara. Akhirnya ketakutannya terjadi, dia tau Nara pasti sangat terluka saat ini.
__ADS_1
"Maafin gue Ra, maafin Abang gue!" gumamnya sepanjang jalan.
Nana melajukan motornya dengan kecepatan tinggi seperti pembalap yang sedang balapan di sirkuit. Mungkin Valentino Rossi pun kalah olehnya. Sampai pengguna jalan lain pun menegurnya dan mengumpatnya. Tapi dia tidak perduli dia harus segera sampai ke rumah sebelum Nara benar-benar pergi.
"Please Ra, lo jangan pergi! Gue gak mau kehilangan sahabat terbaik gue!"
Air mata Nana mengalir dia sangat takut kehilangan Nara. Selama ini Nara yang selalu menemaninya dan menjaganya. Nana terus berdoa semoga Nara belum pergi.
Tak lama dia pun sampai di rumah, saat di rumah dia melihat Nara sudah siap pergi dengan kopernya dan bi Inah sedang berusaha mencegah Nara, karena Arga juga menelpon bi Inah agar mencegah Nara pergi.
"Lepas bi, aku harus pergi!"
"Saya mohon non, jangan pergi!" ucap bi Inah memohon.
"Nara!"
Nara menoleh saat ada yang memanggilnya. Nana menghampiri Nara.
"Please Ra jangan pergi!" ucap Nana sambil memegang tangan Nara.
Nara membuang muka, air matanya tak berhenti mengalir dari pelupuk matanya.
"Kamu juga tau soal ini kan Na? Kenapa? Kenapa kamu bohongin aku? Padahal aku percaya sama kamu Na, tapi kenapa kamu bohongin aku?" isak Nara.
Nana memeluk Nara. "Maafin gue Ra. Gue mohon maafin gue!" Nana terisak dalam pelukan Nara.
"Kenapa kalian bohongin aku. Padahal aku percaya sama kalian! Apa salah aku? Kamu tau kan aku sangat membenci Kebohongan!"
Nana tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia sadar dirinya salah karena sudah menyembunyikan status Arga.
"Aku benci kalian!" Nana menggeleng.
"Maafin gue Ra, jangan pergi gue mohon! Jangan tinggalin gue!" Isak Nana.
"Buat apa aku di sini, awalnya aku kira mas Arga selingkuh dengan wanita lain. Tapi ternyata akulah wanita selingkuhannya!"
"Enggak Ra, lo bukan selingkuhan Ra. Bang Arga sayang dan cinta sama lo, dia gak pernah mencintai Hana!" ucap Nana menjelaskan.
Nara melepaskan pelukan Nana. "Sudahlah na, aku harus pergi. Kamu jaga diri baik-baik!"
Nara siap melangkah pergi, tapi Nana menahannya. Dia harus bisa menahan Nara sampai Arga pulang.
"Lepas na!" Nana menggeleng.
"Gue gak akan biarin lo pergi Ra. Gue mohon jangan pergi, kita bicarain ini baik-baik!" mohon Nana.
"Gak ada yang perlu di bicarakan lagi Na, semuanya sudah berakhir." Nara melepaskan genggaman Nana pada tangannya.
Saat dia akan melangkah keluar, Arga datang. Dia langsung memeluk Nara.
"Jangan pergi sayang, mas mohon! Jangan tinggalin mas!"
Bersambung..
...Terima kasih yang sudah mampir. Terima kasih atas dukungannya. Jangan lupa terus ya buat tinggalin jejak. Like, komen, vote dan Gift buat penyemangat author.. 😄😄😄...
...Sambil nunggu Renara up. Mampir yuk di cerita temanku.. ceritanya seru dan tidak kalah menarik loh!!...
...Dari karya Author : NN sy...
...Jangan lupa mampir dan kasih dukungan juga ya ceritanya udah end. Gak perlu nunggu up lagi. 🙏🙏...
__ADS_1