Kisah Cinta Renara

Kisah Cinta Renara
Rumah Baru 1


__ADS_3

Kisah Cinta Renara


By Un Kurniasih


Selamat Membaca


***


Hari ini adalah hari dimana Arga akan membawa Nara ke rumah baru mereka. Sudah sebulan lebih berlalu setelah mereka berbaikan, hubungan mereka kembali hangat dan harmonis.


Seharusnya Arga membawa Nara dua Minggu yang lalu, tapi karena pekerjaannya yang menumpuk membuat dia menundanya, di tambah lagi dia harus bolak-balik Apartemen dan rumah Nara.


Arga jarang menginap di Apartemen, dia menginap di sana jika Hana akan melakukan terapi saja, keadaan Hana sudah ada sedikit kemajuan. Hana sudah bisa berjalan meski masih harus menggunakan tongkat.


Hana sangat sedih karena selalu di abaikan suaminya. Hana juga curiga jika Arga punya wanita lain, karena Arga lebih sering menginap di tempat lain di banding di Apartemen, jika di apartemen pun dia selalu tidur di kamar tamu.


Arga dan Nara sedang dalam perjalanan menuju rumah baru mereka.


"Kita mau kemana sih mas?" tanya Nara.


Saat ini mata dia sedang di tutup oleh kain hitam, karena Arga ingin memberinya kejutan.


"Ada yang ingin mas tunjukin sama kamu sayang!" jawab Arga.


Nara penasaran apa yang akan di lakukan suaminya itu. Sekitar beberapa menit mobil Arga melaju akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.


Arga membantu Nara keluar, dia menuntun istrinya menuju rumah baru mereka.


"Mas!"


"Iya sayang!"


"Kita mau apa sih?" tanya Nara penasaran.


"Sebentar sayang, dikit lagi!" jawab Arga sambil memapah Nara.


Tak lama mereka berhenti. "Mas buka ya!" Nara mengangguk.


Arga pun membuka penutup mata Nara. Nara mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya.


Setelah penglihatannya jelas, Nara menatap sebuah rumah minimalis berlantai dua. Dia melihat ke sekeliling.


"Ini rumah siapa mas?"


Arga memeluk Nara dari belakang. "Rumah baru kita sayang, rumah kita dan anak-anak kita nanti!" jawab Arga.


Nara menatap Arga dari samping. "Rumah baru kita?" Arga mengangguk.


"Sebenarnya mas beli rumah ini buat hadiah pernikahan untuk kamu dan rumah ini juga atas nama kamu!"

__ADS_1


Nara membalikkan tubuhnya dan menatap Arga.


"Mas bercanda?" Arga tersenyum dan menggeleng.


Nara kembali menatap rumah itu. Dia tersenyum bahagia.


"Kamu suka?" Nara mengangguk.


"Aku suka banget mas," jawab Nara yang sudah mulai terisak karena terharu. Nara langsung memeluk Arga.


"Terima kasih mas!" ucap Nara sambil menengadahkan kepalanya menatap Arga.


Arga tersenyum lalu mengecup kening Nara.


"Apapun akan mas lakukan untuk kebahagiaan kamu sayang!" ucap Arga sambil mengusap air mata Nara.


"I love you Arga Praditya,"


"I love you more Renara Prameswari," balas Arga sambil mengecup bibir Istrinya.


"Kita masuk yuk!" Nara mengangguk.


Mereka berkeliling melihat-lihat rumah baru mereka. Nara terlihat senang dan bahagia sampai akhirnya mereka sampai di kamar utama mereka.


"Loh ini barang-barang aku udah ada di sini mas!" tanya Nara saat melihat barang-barangnya sudah tertata rapi di kamarnya.


Arga mengangguk. "Kapan kamu beresinnya?"


"Terima kasih mas, terima kasih sayang!" Arga tersenyum bahagia melihat raut bahagia dari istrinya.


"Kamu bahagia?" Nara mengangguk.


"Sangat bahagia mas," jawab Nara bahagia dengan mata yang berkaca-kaca.


Arga tersenyum dan menarik pinggang Nara lalu melahap bibir istrinya. Nara membalasnya sambil mengalungkan tangannya ke leher Arga. Arga menggendong Nara dan membawanya ke singgasana baru mereka tanpa melepas ciuman.


Setelah cukup lama akhirnya mereka melepaskan pagutan bibir mereka untuk mendapatkan oksigen.


"Sayang, boleh?" tanya Arga yang sudah di selimuti kabut gairah. Dia sudah cukup menahan dan berpuasa sebulan. Nara menatap Arga dia juga kasian melihat Arga yang selalu menahan diri.


Akhirnya Nara pun mengangguk. Arga tersenyum. "Makasih sayang!"


"Tapi pelan-pelan ya mas!"


"Iya sayang, kamu gak usah takut ya!" Nara mengangguk.


Arga mulai membuka pakaian yang melekat di tubuh istrinya, lalu menelusuri setiap inci tubuh istrinya dan meninggalkan tanda kepemilikan di mana-mana. Nara hanya terdiam sambil menikmati sentuhan suaminya, sesekali dia melenguh dan mende*ah setiap suaminya menyentuh area sensitifnya.


Hari ini Arga akan berbuka puasa, setelah sebulan tidak menyentuh istrinya. Nara sangat menikmati permainan suaminya, Arga melakukannya sangat lembut dan hati-hati dia takut melukai istrinya lagi.

__ADS_1


Kedua insan itu merengkuh kenikmatan yang hakiki, setelah sekian lamanya mereka tahan. Arga tak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia melakukannya lagi dan lagi membuat Nara terkapar kelelahan. Namun tetap merasakan nikmatnya surga dunia.


***


Hana sedang duduk sambil menatap layar ponselnya dia sedang melihat sesuatu dengan tatapan tajam.


Hana menghela nafas dan meremas ponselnya.


"Jadi bener mas, kamu punya wanita lain. Bahkan kamu sudah menikahinya!" geramnya.


"Aku gak akan biarin siapapun mengambil kamu dari aku mas, kamu cuma milik aku. Aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa menceraikan aku sampai kapanpun. Dan wanita ini, dia pasti akan mendapatkan balasannya karena sudah berani menjadi pelakor!"


Semenjak dia curiga dengan Arga, dia menyewa orang untuk mengintai Arga. Awalnya info yang dia dapatkan tidak akurat karena Arga selalu datang ke rumah yang di tempati Nana dan dia pikir Arga hanya mengunjungi Nana.


Tapi pada akhirnya kebenaran terungkap, bahwa Arga memang punya wanita lain. Hana semakin geram saat tau Arga dan selingkuhannya itu sudah menikah saat dia masih koma.


"Tunggu tanggal mainnya pelakor. Jangan coba-coba kamu bermain-main dengan saya!" geram Hana sambil memukul meja dengan cukup kencang.


Saat ini hatinya di selimuti amarah yang memuncak dan ingin sekali rasanya dia menghajar wanita yang sudah merebut suaminya itu. Tapi keadaan dia sekarang belum pulih sepenuhnya, tapi dia terus menyuruh orang suruhannya untuk mengintai gerak-gerik Arga dan istri keduanya itu.


"Huhhh.. sabar Hana kamu gak boleh gegabah, kamu harus bermain cantik! Dan pastikan pelakor itu akan menyesal karena sudah bermain-main dengan mu!" gumamnya sambil menyunggingkan senyum evil.


Tiba-tiba bel apartemen berbunyi. Hana tersenyum.


"Itu pasti mas Arga!" gumamnya. Hana beranjak dengan bertumpu pada tongkatnya.


Lalu dia berjalan perlahan ke arah pintu dan membuka pintu.


"Kamu udah pulang-!" ucapan Hana terhenti saat yang datang bukanlah suaminya tapi mantan pacarnya.


"Mau apa lagi kamu ke sini? Pergi!!" Pekik Hana.


Hana segera masuk dan mengunci pintu. Tapi Miko terus mengetuk-ngetuk pintu dan berteriak memanggilnya.


"Mau apa lagi dia ke sini, kenapa dia terus ganggu aku?" Hana benar-benar kesal dengan kehadiran Miko.


Sudah seminggu ini Miko terus menerornya, dia terus mendatanginya.


"Sebenarnya dari mana dia tau aku tinggal di sini?"


Hana mengabaikan Miko yang terus memanggilnya dan mengetuk-ngetuk pintu.


"Bu itu siapa?" tanya Tina yang mendengar suara ketukan dan teriakan orang di luar.


"Jangan di buka mbak, dia orang gila!" ucap Hana lalu dia berjalan tertatih menuju kamarnya.


Bersambung..


...Mohon maaf ya, kalo ceritanya masih kurang menarik dan membosankan 🙏🙏...

__ADS_1


...Tapi mohon dukungannya ya, biar aku semangat terus. Tinggalkan jejak kalian. Like, komen, Vote dan gift kalo punya.. 🙏...


...Terima kasih!...


__ADS_2