Kisah Cinta Renara

Kisah Cinta Renara
Pulang


__ADS_3

Nana terdiam mematung setelah mendengar bisikan Rega. Rega menggenggam tangan Nana dan dia mulai menceritakan tentang Istrinya yang sudah meninggal karena kecelakaan, tapi Rega tak menceritakan jika Denisa kecelakaan bersama selingkuhannya karena biar bagaimanapun Rega tak ingin menyebar aib Denisa pada orang lain.


Nana tertegun mendengar cerita Rega. Dia menatap dalam manik mata Rega. Rega mengangkat tangannya dan mengusap pipi Nana.


"Jangan panggil aku bapak Na! Aku bukan bapakmu!" ucap Rega membuat Nana tersenyum lalu tertawa.


"Terus aku panggil apa?" tanya Nana setelah menyelesaikan tawanya.


Rega mendekat dan Kembali menarik pinggang Nana hingga tubuh mereka tak berjarak. Nafas hangat Rega menyapu wajah Nana.


"Panggil sayang boleh!" ucap Rega sambil mengerlingkan matanya. Nana mengulum senyum dengan wajah yang memerah.


Entahlah perasaannya saat ini tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Dia begitu bahagia cintanya terbalas. Seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di hatinya. Dia tidak pernah menyangka kecelakaan itu membawanya bertemu kembali dengan cintanya.


"Mas!"


"Iya sayang!"


Hati Nana berdesir saat Rega memanggilnya sayang. Wajahnya memerah dan dia menunduk malu tak berani menatap mata Rega.


"Aku panggil kamu mas aja ya!" ucap Nana sambil menunduk malu.


"Sayang kalo bicara jangan sambil menunduk. Gak sopan!"


Nana mendongak dan menatap Rega pria itu tersenyum dan langsung menyambar bibir ranum gadis itu. Kali ini Nana membalasnya dan menikmati hangatnya ciuman sang pujaan hati bahkan Nana memeluk erat tubuh Rega. Ciuman itu beralih ke leher dan membuat Nana kegelian.


"Mas stop geli!"


Nana menahan Rega. Rega tersenyum dan memeluk erat wanita itu. Entahlah hati Rega bahagia saat di dekat gadis itu, apa lagi saat tau perasaan gadis itu dari diarynya, perlahan dia mulai memikirkan gadis itu hingga membuat perasaannya kacau dan akhirnya rasa rindu menyerangnya saat tak bertemu gadis yang sedang ada dalam pelukannya sekarang. Perlahan perasaannya pada wanita masa lalunya terkikis.


Saat ini dia sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan gadis yang di rindukannya. Rega mengeratkan pelukannya dan mengecup puncak kepala Nana.

__ADS_1


"Maafin mas ya sayang!" ucap Rega tiba-tiba.


Nana melepaskan pelukannya lalu menatap Wajah tampan Rega. "Maaf untuk apa?"


"Karena tidak peka dengan perasaan mu. Andai mas tidak menemukan diary kamu, mungkin mas tidak akan pernah tau perasaan kamu!" ucapnya sambil mengusap lembut pipi Nana.


"Aku penasaran dari mana kamu dapetin diary aku? Padahal aku sudah cari kemana-mana, tapi tidak ketemu taunya ada di kamu dan akhirnya aku melupakan diary itu!"


Rega tersenyum. "Aku memungutnya saat terjatuh dari buku yang kamu bawa saat berjalan pulang dari kampus. Saat aku panggil kamu, kamu tidak dengar padahal aku ingin mengembalikan buku itu. Akhirnya mas bawa pulang buku itu. Sampai akhirnya lupa untuk mengembalikannya padamu. Dan setelah lumayan lama mas tak sengaja menemukan buku itu saat mas membereskan meja kerja, mas penasaran dengan buku itu dan akhirnya mas buka dan baca!" Rega menghela nafas setelah bercerita panjang lebar.


Dia menatap Nana dan kembali mengusap pipi Nana.


"Mas kaget saat baca buku itu, semuanya isi hati kamu pada mas. Mas tidak menyangka mahasiswi yang nyebelin itu menyukai mas!" lanjut Rega sambil terkekeh kecil. Nana mengerucutkan bibirnya saat Rega bilang dirinya mahasiswi nyebelin.


"Emang aku nyebelin?!" tanya Nana sambil cemberut.


"Nyebelin banget, selalu bikin mas kesal. Sering banget tidur di kelas!" ucap Rega sambil mencubit pipi Nana gemas.


"Tapi sekarang mas jatuh cinta sama mahasiswi nyebelin itu!"


Nana mendongak dan menatap Rega. Rega menyelipkan sedikit rambut ke belakang telinga Nana. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Nana, sedikit lagi bibir mereka beradu. Mereka di kejutkan dengan suara lantang seseorang.


"Papi!!"


Rega menghembuskan nafas berat. "Ya ampun nak, ganggu papi aja!"


Nana terkekeh melihat wajah sebal Rega saat gagal menciumnya.


"Papi!!"


Suara Rere terdengar lagi. Rega beranjak dan menghampiri putrinya di ikuti Nana.

__ADS_1


***


Saat ini Nana sedang dalam perjalanan pulang bersama Rega dan Rere. Nana duduk di samping Rega dan Rere di belakang sibuk dengan ponselnya.


"Sayang lagi sibuk apa sih? Serius banget liat ponselnya?" tanya Rega pada Rere. Nana pun menoleh ke belakang dan melihat gadis kecil itu.


"Ini papi, aku dapat tugas dari sekolah. Aku tidak mengerti dan lusa harus di kumpulin!" ucap Rere sebal.


"Emang pelajaran apa sayang?" tanya Nana.


"Matematika, Aunty!"


"Ya udah nanti sampe rumah aunty, aunty ajarin ya!"


"Beneran aunty?" Nana mengangguk.


"Makasih ya aunty. Aunty baik banget kayak mami!" ucap Rere senang, dia kembali fokus pada ponselnya.


Nana mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan Rere.


"Kayak mami? Setahuku maminya Rere meninggal saat melahirkannya. Jadi mana mungkin dia tau tentang maminya." pikir Nana bingung.


Nana kembali menengok ke belakang, gadis itu sedang senyam-senyum di depan ponselnya.


"Mungkin yang Rere maksud, istri mas Rega yang kecelakaan itu. Iya, mungkin dia!" pikir Nana lagi.


Nana terus menerus memikirkan perkataan Rere. Meski dia yakin yang di maksud adalah Denisa istri Rega yang kecelakaan itu, entah kenapa hati itu membantah seolah ada wanita lain yang di maksud Rere. Nana berusaha menepis semua pikiran buruknya.


Tanpa dia sadari bahwa dia akan mempertemukan Rega dengan seseorang di masa lalunya yang pernah memporak-porandakan perasaannya, begitu juga dengan putrinya.


Bersambung..

__ADS_1


Kira-kira apa yang terjadi saat Rega dan Rere bertemu Nara?


__ADS_2