Kisah Cinta Renara

Kisah Cinta Renara
Merajuk


__ADS_3

Kisah Cinta Renara


By Un Kurniasih


Selamat Membaca


***


Setelah melakukan beberapa ronde. Arga berhasil membuat istrinya terkapar dan tak berdaya.


Arga memeluk tubuh istrinya yang polos dan lemas. Dia mencium kening istrinya yang sedang memejamkan mata.


"Makasih sayang. Terima kasih saya sangat bahagia hari ini!" Bisik Arga di telinga Nara.


Nara tersenyum dia pun bahagia, bisa menyerahkan sesuatu yang berharga pada suami tercintanya.


Nara menoleh menatap Arga yang berada di sampingnya. Dia tersenyum dan Arga membalas senyuman itu. Arga mengusap dahi Nara yang berkeringat.


Nafas mereka masih terengah-engah. "Mas gak kerja?" Tanya Nara. Arga menggeleng.


"Hari ini dan besok mas akan temenin kamu sayang!" Jawab Arga, Nara tersenyum senang apa lagi saat Arga mulai menyebut dirinya mas.


Nara memiringkan tubuhnya dan mengecup bibir suaminya. Lalu merebahkan kepalanya di dada bidang Arga.


Arga benar-benar bahagia, sebelumnya saat bersama Hana dia tidak sebahagia ini. Dia juga tidak merasakan nikmat saat berhubungan dengan Hana seperti sekarang saat berhubungan dengan Nara.


Dia benar-benar jatuh cinta pada istrinya itu bukan hatinya saja, tapi tubuhnya juga membuat dia benar-benar candu pada istri keduanya itu.


Tak lama dia mendengar dengkuran halus dari sang istri. Arga tersenyum melihat istrinya kembali terlelap.


"Pasti kamu kecapean ya sayang. Maaf ya mas terlalu semangat!" saat Arga akan menarik selimut dia melihat sebercak darah menempel di sprei.


Arga tersenyum bahagia karena dia mendapatkan wanita baik yang bisa menjaga diri dan kehormatannya.


Arga menyelimuti Nara, lalu dia mengambil boxer yang tergeletak di lantai dan memakainya, lalu dia membereskan bajunya dan baju Nara yang berserakan di lantai, setelah itu dia ke dapur untuk membuat sarapan untuknya dan istri tercintanya.


Tapi tiba-tiba dia mendengar suara dering telpon, Arga kembali ke kamar dan menatap siapa yang menelponnya. Tertera nama Hasa di layar ponselnya.


Arga bernafas lega, karena dia menelpon bukan saat dia dan Nara sedang berhubungan. Karena kalo itu terjadi dia benar-benar akan murka karena mengganggunya.


Arga mengangkat panggilan video itu di balkon, dia juga menutup pintu. Agar tidak membangunkan Nara dan agar Nara tidak mengetahui dia sedang berbicara dengan Hana.


***


Nara terbangun, dia menggeliat lalu menguap. Dia melihat tubuhnya terbalut selimut. Dia tersenyum saat mengingat pergulatan panas bersama suaminya. Dia tersipu sendiri saat mengingat itu, akhirnya dia bisa merasakan nikmatnya surga dunia.

__ADS_1


Dia menutup wajahnya dengan selimut, hatinya benar-benar terasa sangat bahagia. Nara berguling-guling tidak jelas di kasur dengan tubuh yang terbalut selimut.


Dia tidak sadar sedari tadi Arga memperhatikannya di sofa. Arga terkekeh melihat tingkah lucu istrinya.


Nara membuka selimut saat mendengar suara kekehan.


"Mas sejak kapan di situ?" tanya Nara. Dia sangat malu wajahnya sudah merah padam. Arga beranjak dan menghampiri istrinya.


"Sejak istriku sedang bermimpi!" Bisik Arga. Sungguh Nara sangat malu, dia menutupi wajahnya dengan selimut.


Arga tersenyum melihat tingkah polos istrinya itu. Arga membuka selimut yang menutupi wajah istrinya.


"Mandi yuk, terus kita makan!" Ajak Arga.


Nara mengangguk sambil menatap malu-malu, Arga gemas melihat raut malu-malu istrinya. Lalu Nara beranjak, tapi saat dia akan melangkah dia merintih karena merasakan sakit di area sensitifnya.


"Sakit ya sayang?" Tanya Arga. Nara mengangguk.


"Sini mas lihat!" Nara menggeleng.


Dia langsung menyilangkan kakinya. "Malu mas," Arga tergelak melihat tingkah menggemaskan istrinya itu.


"Mas udah lihat semuanya sayang. Ngapain malu?" Nara tertunduk malu.


***


Selama dua hari Nara dan Arga berada di Apartemen. Mereka tidak pergi kemana-mana, mereka menghabiskan waktu hanya berdua di apartemen. Kadang nonton, bercanda, kadang mengulang kenikmatan itu lagi. Mereka keluar hanya untuk belanja keperluan mereka.


Karena setelah itu Arga akan kembali sibuk dengan pekerjaannya. Jadi selama dua hari ini dia memanfaatkan waktu bersama istri tercintanya.


Karena tidak ingin di tinggal sendiri saat bekerja Nara pun meminta izin pada Arga, agar bisa kembali bekerja di Resto.


"Mas boleh ya aku kembali kerja di Resto!" Ucap Nara sambil merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami.


Arga menundukkan kepalanya dan menatap istrinya, Nara menatap Arga dengan wajah memohon.


"Enggak!" Jawab Arga tegas.


"Tapi mas, aku bosen kalo di rumah sendirian gak ada kamu! Boleh ya sayang!" Bujuk Nara. Arga menggeleng.


"Kalo mas bilang enggak ya enggak. Kalo kamu bosen kamu bisa main ke Nana," ucap Arga.


"Nana kan kuliah mas!" Jawab Nara. Arga menatap Nara.


"Mas gak akan ngijinin kamu kerja. Buat apa kerja kan ada mas yang kerja cari uang buat kamu!" Ucap Arga sambil mengusap kepala Nara.

__ADS_1


Nara merajuk dan berdecak kesal, dia beranjak dan berjalan masuk ke dalam kamarnya. Arga menghela nafas, lalu dia menyusul istrinya ke kamar. "Sayang!"


Nara tak menjawab, dia membaringkan tubuhnya di kasur dan menghadap tembok. Arga merangkak naik.


"Sayang, jangan marah dong. Mas gak mau kamu kerja karena mas sayang sama kamu, mas gak mau kamu capek. Sekarang kamu istri mas, kamu tanggung jawab mas. Semua kehidupan kamu mas yang tanggung, sekarang kamu gak perlu capek-capek cari uang lagi!"


Nara berbalik dan menatap Arga. "Tapi aku bosen mas kalo di tinggal sendiri pas kamu kerja, aku gak ada kegiatan. Boleh ya mas, aku kerja di Madhava Resto lagi. Cuma buat ngisi waktu luang aja!" Ucap Nara memohon.


Arga terdiam lalu menggeleng. "Enggak boleh!" Tegas Arga. Nara mencebik sebal.


"Ya udah kalo gak boleh!" Nara beranjak lalu dia membawa bantal dan guling keluar kamar.


"Sayang mau kemana?" Tanya Arga. Dia mengikuti istrinya yang berjalan ke kamar tamu.


"Sayang kamu mau ngapain ke situ?"


"Mau tidur, mas tidur sendiri!" Ketus Nara. Dia menutup pintu dan mengunci pintu.


"Sayang buka, mas gak mau tidur sendiri!" Ucap Arga sambil mengetuk-ngetuk pintu.


"Mas tidur sendiri dan mas puasa sebulan!" teriak Nara dari dalam kamar.


Arga membulatkan matanya. "Sebulan?"


"Sayang kamu bercanda? Sayang buka sayang, mas beneran gak mau tidur sendiri. Mas gak mau puasa sampe sebulan mas gak sanggup, sayang buka, please," bujuk Arga.


Tapi sudah tidak ada sahutan lagi dari istrinya. Arga berdecak kesal, dia meremas rambutnya, lalu menghela nafas berat.


"Oke sayang, kamu boleh bekerja lagi. Tapi buka pintunya sayang, mas mohon!" Ucap Arga lagi.


Tak lama pintu pun terbuka. "Bener?" Nara melongokkan kepalanya dari pintu.


"Iya tapi jangan biarin mas tidur sendiri!" jawab Arga dengan wajah memelas.


Nara membuka pintu dengan lebar, dia langsung melompat ke pelukan Arga. Arga menggendong Nara ala koala.


"Makasih sayang, love you!"


Cup..


Nara mengecup bibir Arga. Arga tersenyum melihat tingkah manja istrinya, tapi dia suka dengan kemanjaan istrinya. Arga pun membawa istrinya ke kamar sambil memangut bibir Istrinya.


Bersambung..


...jangan lupa tinggalkan jejak ya. Like dan komennya. Terima kasih.. 🙏🙏 ...

__ADS_1


__ADS_2