
Kisah Cinta Renara
By Un Kurniasih
Selamat Membaca
***
Hari ini Arga pulang bersama Hana dan kedua orang tua Hana, mereka ikut mengantar Hana ke Jakarta. Arga dan Hana naik mobil di supiri Rafi, sedangkan pak Adi dan bu Hesti naik mobil mereka sendiri sekalian membawa Tina yang akan menjaga Hana selama di Jakarta.
Sepanjang perjalanan Hana terus mengoceh dan mengajak ngobrol Arga. Tapi tak satu pun ucapannya di tanggapi Arga. Pria itu terlalu fokus pada istri keduanya. Hatinya masih belum tenang karena belum mendapat maaf dari Nara.
Arga mendesah frustasi. Pikirannya tidak bisa lepas dari Nara.
Hana kesal karena Arga mengacuhkannya, dia sadar Arga masih marah padanya. Tapi dia akan berusaha terus agar bisa mendapatkan hati Arga kembali.
Sekitar 4 jam perjalanan mereka sampai di Apartemen Arga.
Arga dan yang lainnya bergegas turun dan memasuki Apartemen.
Arga mendorong Hana di kursi rodanya, di ikuti pak Adi dan bu Hesti dan juga Tina.
Setelah sampai di unit Arga. Rafi pamit ke unitnya yang berada di lantai delapan. Setelah masuk ke dalam Arga menyuruh mertuanya beristirahat.
"Mah pah kalian istirahat aja dulu. Kamarnya ada di sebelah kiri!" ucap Arga.
"Iya ga, mama capek banget!" sahut bu Hesti.
"Ya udah mama istirahat, papa juga! Nanti sore kita ke rumah sakit yang akan menangani terapi Hana!"
"Iya ga!" Jawab bu Hesti dan pak Adi. Setelah itu mereka berlalu ke kamar.
"Kamu juga istirahat Han dan mbak Tina kamarnya di sana!" ucapnya pada Tina sambil menunjuk kamar yang di dekat dapur. Tina mengangguk.
"Baik pak!" Tina pun berlalu ke kamar.
"Temenin ya mas," ucap Hana.
Arga tak menjawab dia mendorong kursi roda Hana ke kamarnya. Arga melihat sekeliling, dia tersenyum karena Nana sudah membereskan barang-barang Nara.
Arga mengangkat tubuh Hana, lalu membaringkannya di kasur.
"Ya udah kamu istirahat Han, saya mau ke ruang kerja dulu!" ucap Arga datar.
Tapi saat dia akan melangkah keluar Hana menahannya.
"Ada apa?" tanya Arga masih dengan raut datarnya.
"Kamu masih marah sama aku mas? Kamu harus percaya mas, aku gak pernah selingkuh sama Miko," ucap Hana menegaskan.
"Saya keluar dulu!" ucap Arga dingin dan tidak memperdulikan ucapan Hana. Hana menghembuskan nafas kasar. Dia harus cari cara agar Arga kembali mencintainya.
Arga masuk ke ruang kerjanya, dia duduk sambil menyenderkan kepalanya di kursi.
"Sayang, mas kangen!" gumamnya.
Arga mengambil foto Nara yang dia simpan di laci. Lalu menatapnya dan menciuminya.
***
Sore ini Nara akan ke rumah sakit untuk menjenguk istrinya pak Derry yang baru melahirkan. Dia dan teman-temannya sepakat akan menjenguk istrinya pak Derry sore ini.
Nara sudah siap, dia meminjam motor Nana untuk ke sana. Karena kebetulan Nana sedang keluar bersama Kevin.
Setelah siap dia bergegas menuju rumah sakit, dia dan teman-temannya akan bertemu di sana.
__ADS_1
Sekitar lima belas menit Nara sampai di rumah sakit Sejahtera. Teman-temannya sudah menunggu di parkiran. Nara bergegas memarkirkan motornya.
"Kalian udah nunggu lama?"
"Gak Ra, kita masih nungguin Devi dia belum dateng!" jawab Tika.
Tak lama orang yang di tunggu pun datang. Setelah semuanya berkumpul, mereka bergegas masuk ke dalam rumah sakit dan menuju ruangan bu Kayla.
"Eh, kita masuknya gantian aja. Dua orang aja dulu nanti di susul lagi dua orang, kalo semuanya masuk takutnya mengganggu Bu Kayla karena terlalu berisik!" ucap Nara.
"Iya bener," sahut yang lainnya.
"Ya udah gue sama Nara duluan ya!" ujar Tika.
Mereka mengangguk. Nara dan Tika masuk ke ruangan bu Kayla lebih dulu.
"Assalamualaikum.." sapa Nara dan Tika.
"Waalaikumsalam.." jawab pak Derry dan bu Kayla dan juga satu orang pria lagi yang sedang duduk di sofa.
"Makasih kalian udah dateng!" ucap pak Derry tersenyum.
"Iya pak, pengen lihat dedek bayi!" ujar Tika antusias.
Nara dan Tika memberikan kado yang mereka bawa untuk bayi pak Derry.
"Ini kita gak bawa apa-apa bu, pak. Cuma kado kecil buat dedek bayi!" ucap Nara.
"Ya ampun kalian repot-repot, terima kasih banyak ya!" ucap Bu Kayla ramah.
"Iya Bu, selamat ya Bu!" ucap Nara dan Tika.
"Makasih Tik, Ra!" ucap pak Derry.
Nara dan Tika mengangguk. "Pak boleh gak kita lihat dedek bayinya!" ucap Nara.
Pak Derry berjalan di ikuti mereka ke ruangan sebelahnya di mana bayinya di letakkan, dia sedang berada di dalam box bayi.
"Wahh, lucu banget. Kok gak mirip sama bapak sih!" Celetuk Tika.
"Haish.. rese banget lu tik, anak gue cakep gitu kayak gue, di bilang gak mirip!" sebal pak Derry.
Nara dan Tika tertawa mendengar bosnya ngedumel dan kesal.
"Maaf pak bercanda!" imbuh Tika.
Nara memperhatikan bayi itu, tanpa sadar dia memegangi perutnya. Dia jadi tidak sabar ingin cepat memiliki momongan, Nara tersenyum melihat bayi mungil itu.
"Namanya siapa pak?" tanya Nara.
"Adinda Keysa Mahesa!" jawab pak Derry.
"Wahh, namanya keren banget pak!" seru Tika.
"Iya dong anak gue gitu loh," sahut Pak Derry bangga.
Setelah cukup menjenguk dan melihat bayi perempuan pak Derry, Nara dan Tika pamit dan akan berganti dengan teman-temannya.
Nara dan Tika pamit pulang lebih dulu, mereka berjalan di koridor rumah sakit. Karena asyik mengobrol, Nara tidak memperhatikan jalan. Tanpa sengaja dia menabrak seseorang.
Brukkk..
Nara dan Tika kaget, begitu juga orang itu.
"Maaf bu saya gak sengaja!" ucap Nara sambil membungkukkan sedikit tubuhnya.
__ADS_1
"Lain kali hati-hati dong mbak, jangan meleng!" ujar ibu itu ketus. Padahal dirinya pun tidak fokus jalan karena sibuk memainkan ponsel.
Nara menatap ibu itu, mata Nara membulat melihat sosok wanita yang ada di hadapannya itu. Nara membeku dan tubuhnya menegang.
"Ra!" Panggil Tika saat melihat Nara terdiam, Tika berusaha menyadarkan Nara yang mematung.
Wanita itu menatap Nara heran, tapi dia mengerutkan keningnya dan nampak berfikir.
"Kenapa wajahnya familiar ya!" batin wanita itu.
"Maaf ya Bu!" ujar Tika.
Wanita itu tak menjawab dia langsung berlalu begitu saja tanpa mengatakan apapun lagi. Nara masih terdiam, dadanya bergemuruh tidak karuan.
"Ra, lo gak apa-apa? Lo kenal sama ibu itu?" tanya Tika sambil menepuk pundak Nara dan membuyarkan lamunannya.
"Eh tik maaf, aku pulang duluan ya!" ujar Nara. Dia berjalan lebih dulu dengan pikiran yang berkecamuk.
"Dia ada di sini!" gumamnya.
***
Arga dan yang lainnya baru saja pulang dari rumah sakit setelah mendaftar untuk terapi Hana.
"Ga. Papa sama Mama mau langsung pulang. Tolong titip Hana ya!"
"Kenapa gak nginep aja mah, pah. Besok baru pulang!" jawab Arga.
"Besok kan papa harus ke kantor banyak kerjaan di sana, mumpung masih sore juga!" Arga mengangguk.
"Ya udah kalo gitu pah!"
Pak Adi dan bu Hesti langsung bersiap untuk pulang. Bu Hesti mewanti-wanti Tina untuk menjaga Hana.
Setelah pamit pada Hana, pak Adi dan bu Hesti pun pulang.
Setelah kepulangan mertuanya Arga langsung bersiap akan ke rumah Nara.
"Mas mau kemana?" tanya Hana melihat suaminya sudah rapi.
"Saya ada urusan, kalo kamu butuh sesuatu panggil Tina!" jawab Arga dingin.
"Mas!" Hana menahan Arga keluar.
"Ada apa?" tanya Arga datar.
"Kamu masih marah sama aku?" tanya Hana sambil menatap Arga.
"Han saya sudah putuskan, setelah kamu sembuh kita akan bercerai. Jadi kamu bebas kalo mau berhubungan dengan mantan kamu itu!" ucap Arga tegas.
Mata Hana membulat mendengar penuturan Arga. Jantungnya terasa berhenti berdetak.
Arga berlalu keluar kamar begitu saja setelah mengatakan itu. Hana masih membeku, dia masih belum percaya jika Arga tetap mau menceraikannya, dia pikir dengan keadaannya sekarang bisa membuat Arga mempertahankannya, ternyata keadaannya yang sekarang tidak membuat hati Arga tergerak.
"Enggak! Aku gak mau pisah sama kamu mas. Aku gak akan mau pisah sama kamu. Aku pasti bisa dapetin hati kamu lagi mas. Apa pun caranya akan aku lakukan!" gumam Hana sambil menggelengkan kepalanya.
"Arga Praditya kamu cuma milik aku!"
Bersambung..
...Jangan lupa dukungannya. Kasih Like, komen, vote dan Gift juga.. 😊 tekan favorit juga biar kalo update dapat notif. Terima kasih.. 🙏...
...Sambil nunggu Renara up mampir yuk, di cerita ini! Gak kalah menariknya loh.. ...
...👇...
__ADS_1