
Kisah Cinta Renara
By Un Kurniasih
Selamat membaca
***
Setelah melayani suaminya Nara terlelap. Dia terbangun saat mendengar suara seseorang sedang berbicara.
Nara beranjak dan menutupi tubuh polosnya dengan selimut.
"Mas Arga ngomong sama siapa?" Nara beranjak lalu mengambil dres rumah di lemarinya. Lalu dia keluar kamar.
Nara melongok ke bawah dari lantai atas. Terlihat Arga sedang bersama dua orang pria dan satu wanita.
Nara turun dan menghampiri mereka.
"Mas!" panggil Nara. Arga menoleh.
"Hei sayang udah bangun!" Nara mengangguk lalu mendekati Arga.
"Perkenalkan ini istri saya, Namanya Renara kalian bisa panggil nyonya Nara," ucap Arga pada ketiga orang itu.
Mereka menyapa Nara dan Nara membalasnya.
"Mereka siapa mas?"
"Ini pak Aris supir kita, ini pak Abid satpam sekaligus yang akan menjaga rumah kita dan ini bi Inah yang akan menemani kamu dan merawat rumah kita," jawab Arga memperkenalkan para pekerja di rumahnya.
Nara tersenyum dan menyapa mereka.
"Kami Janji akan bekerja dengan baik dan tidak akan mengecewakan nyonya dan tuan!" ucap Pak Aris dan di angguki yang lainnya.
"Iya semoga kalian betah ya di sini!" balas Nara ramah.
"Iya nyonya," balas mereka serempak.
"Mas!"
"Iya sayang,"
"Aku gak mau di panggil nyonya!"
Arga mengerutkan keningnya. "Kenapa? Kamu kan nyonya di rumah ini. Kamu nyonya Arga!"
Nara tersenyum. "Iya tuan Arga tapi aku gak mau di panggil nyonya!"
"Terus kamu mau di panggil apa? Hum.."
"Mereka kan lebih tua dari aku, aku merasa gak pantes aja di panggil seperti itu!"
"Iya terus kamu mau di panggil apa sayang?" tanya Arga sambil mengusap kepala Nara. Nara nampak berpikir.
"Non Nara sama den Arga aja gimana?" tanya Nara.
"Oke cantik, apapun yang membuat kamu bahagia, mas akan setuju," balas Arga sambil mencubit hidung Nara lembut.
"Makasih mas!" Arga mengangguk.
"Kalian panggil istri saya dengan sebutan non aja ya. Nyonya Nara maunya gitu!" Seru Arga pada para pekerjanya.
"Baik non, den!" Jawab mereka serempak.
"Ya udah kalian boleh pergi!" Mereka pun pamit dan meninggalkan sepasang suami istri itu.
Arga menatap Nara dan memeluk pinggang istrinya. "Kenapa gak mau di panggil nyonya sayang? Kamu kan nyonya di rumah ini!"
"Gak suka aja mas, agak aneh di panggil seperti itu," jawab Nara sambil mengalungkan tangannya ke leher Arga.
__ADS_1
Arga tersenyum dia mencondongkan kepalanya dan mencium bibir Istrinya.
"Mph.. mas.. "
Nara melepaskan pagutan Arga. "Kenapa?"
"Nanti ada yang liat malu, sekarang kita gak cuma berdua loh. Harus tau tempat dan jangan asal nyosor aja," keluh Nara sebal.
"Habis bibir kamu gemesin sayang. Pengen mas sosor terus!" Nara mengerucutkan bibirnya sebal.
"Tuh kan bibirnya begitu, minta di cium!"
"Ihh.. apa sih? Udah ah aku mau mandi!" ucap Nara sambil melepaskan pelukan Arga dan berlalu ke kamar.
Arga tersenyum dan mengikuti istrinya. "Mandi bareng ya sayang?"
"Gak mau!" Tolak Nara.
Karena sudah pasti mandi mereka akan lebih lama jika mandi bareng. Tapi Arga menerobos masuk saat Nara masuk ke kamar mandi.
"Ihh, mas.. kamu mandinya entar!!" Pekik Nara.
"Gak mau!" Arga langsung mengangkat tubuh Nara dan di bawa ke bathtub.
"Nybeliiinn.." teriak Nara. Arga hanya terkekeh.
Dan sudah di pastikan mereka bukan hanya sekedar mandi.
***
Sudah dua hari Nara menempati rumah barunya, hari ini dia mengundang Nana dan beberapa teman-temannya yang di resto. Saat ini mereka sedang berkumpul bersama. Nara dan Arga sedang menjamu tamunya.
"Wahh selamat ya Ra! Lo punya rumah baru!" ucap Devi senang.
"Iya makasih kalian udah mau dateng loh. Nanti kalo aku ngadain syukuran kalian juga dateng ya. Kebetulan aku juga mau ambil catering dari pak Derry," Jawab Nara.
"Siap Ra, kalo soal makan-makan gue gak bakal telat!" Sahut Adi dan di soraki teman-temannya.
"Insya Allah Minggu depan tik, jangan lupa dateng loh!"
"Sipp, pasti Ra soal makan-makan Adi mah gak bakal ketinggalan!" Seru Adi.
"Makan mulu yang lu pikirin," ucap Devi sambil mentoyor kepala Adi dan membuat semuanya tertawa karena mereka memang di kenal seperti Tom and Jerry.
"Enak banget si Nara dapet suami ganteng, kaya, sekarang di beliin rumah sebagus ini. Padahal cantikan gue kemana-mana dari pada si Nara." batin Neti sinis.
Dia terlihat iri dan tidak suka melihat kebahagiaan Nara. Dari tadi dia hanya memasang wajah sinis dan cemberut.
Saat sedang asyik mengobrol tiba-tiba Nana beranjak.
"Gue mau bicara sama lo bang, berdua!" ucap Nana pada Arga saat melewatinya. Nana langsung berlalu ke belakang dekat kolam.
"Ya udah kalian lanjut aja ya ngobrolnya, saya mau temuin adik saya dulu!" ucap Arga pada teman-teman istrinya itu.
"Iya pak!" jawab mereka.
Nara menatap Arga. "Ada apa ya?" gumam Nara. Nara ingin menyusul tapi dia tidak enak meninggalkan teman-temannya. Akhirnya dia tetap menemani temannya.
"Ada apa?" tanya Arga saat sudah di samping Nana.
"Lu bahagia?" Arga menatap Nana dengan raut bingung.
"Maksudnya?"
"Lu dan Nara bahagia sekarang?"
"Iya kita sangat bahagia!" jawab Arga.
"Lalu urusan lo sama Hana gimana?" tanya Nana.
__ADS_1
"Keadaan Hana sudah mulai membaik dan saya juga sudah mulai mempersiapkan perceraian kami jika dia sudah sembuh total saya akan menceraikannya." Jawab Arga.
"Dia mau lo cerain?" Arga menggeleng.
Nana menghela nafas. "Jangan sampe dia tau soal Nara, kalo dia tau bisa berabe. Hana juga pasti bakal mengira Nara itu pelakor," ujar Nana.
Arga mengangguk. "Ya saya tau itu!"
"Ya udah gue mau gabung lagi sama yang lain!" ucap Nana lalu beranjak.
Saat Arga akan beranjak, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Arga mengambil ponselnya di saku celananya, lalu dia mengangkat telponnya.
Setelah mendengar seseorang berbicara di telpon Arga terlihat panik.
"Baik saya segera kesana!" ucapnya lalu memutuskan sambungan telepon dan bergegas menemui Nara.
"Sayang!" panggil Arga. Nara menoleh.
"Kenapa mas?"
"Saya harus pergi, ada urusan mendadak. Gak apa-apa kan kalo saya tinggal?"
"Gak apa-apa mas, mas ada urusan apa? Urusan pekerjaan?" Arga hanya mengangguk.
"Ya udah mas hati-hati ya!"
"Iya sayang!" Arga mengecup kening Nara di depan teman-temannya membuat mereka melongo, bahkan Arga juga mengecup bibir Nara.
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam.."
Nara berdecak kesal karena suaminya tidak tau tempat. Nara hanya cengengesan di depan teman-temannya yang sedang melongo.
"Gila suami lo selalu kayak gitu Ra?" tanya Devi.
"Kayak gitu gimana?" tanya Nara sok polos.
"Maen nyosor aja," Nara tertawa dan mengangguk.
Arga melajukan mobilnya menuju Apartemen, dia mendapat telpon dari Tina bahwa Hana tergeletak pingsan di kamarnya.
Setelah beberapa saat dia sampai di apartemen, Arga bergegas menuju unitnya dan segera masuk setelah sampai ke unitnya.
Arga langsung berjalan cepat ke kamar. "Kenapa dengan Hana Tin?" tanya Arga.
"Gak tau pak, tadi saya mau nyuruh bu Hana buat makan tapi saat saya masuk bu Hana sudah pingsan," jawab Tina.
Arga segera mengangkat tubuh Hana dan akan membawanya ke rumah sakit. Arga membawa Hana ke mobilnya di ikuti Tina.
Dia bergegas melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Sekitar lima belas menit mereka sampai di rumah sakit.
Arga langsung memanggil suster, untuk membawa Hana. Arga dan Tina menunggu Hana yang sedang di periksa.
"Kamu gak tau Tin kenapa Hana bisa pingsan?" tanya Arga.
"Gak tau pak, tapi akhir-akhir ini bu Hana sering ngeluh pusing dan lemas," jawab Tina.
Arga menghembuskan nafas kasar. Tak lama dokter keluar.
"Bagaimana keadaan istri saya dok? Dia baik-baik aja kan?"
"Bapak tenang saja, istri bapak baik-baik aja. Saya sarankan istri bapak jangan terlalu kelelahan dan stress, kondisi seperti ini wajar untuk wanita hamil!" Jawab dokter.
"Apa dok Hana hamil?" pekik Arga kaget. Dokter mengangguk.
"Iya bu Hana sedang hamil, tolong di jaga ya pak kandungannya, karena kandungannya masih sangat rentan!" ucap dokter. Arga hanya mengangguk, lalu dokter pun pamit.
Arga mematung, jantungnya terasa berhenti berdetak.
__ADS_1
"Hana hamil!" gumam Arga tak percaya.
Bersambung..