Kisah Cinta Renara

Kisah Cinta Renara
Siapa penolongku?


__ADS_3

Nana sedang terbaring di sebuah kasur queen size di sebuah kamar bernuansa abu putih. Gadis itu masih memejamkan matanya. Dahi yang memar terlihat sudah di pakaikan kain kasa.


Tak lama seorang pria masuk ke kamar itu dan menatap Nana dengan seksama, tiba-tiba dia merapikan rambut yang berserakan di wajah Nana. Dia tersenyum menatap gadis itu lalu dia agak menjauh dan melipat tangan di dada sambil bersender di dinding dan memperhatikan gadis yang ditabraknya itu.


"Dia pingsan? Apa latihan mati?" gumamnya sambil tersenyum tipis.


Dia berlalu meninggalkan kamar itu setelah lumayan lama memperhatikan gadis cantik itu yang belum sadarkan diri sedari tadi. Tak berapa lama pria itu keluar, Nana membuka matanya dia memegangi kepalanya yang terasa pusing dan berat.


"Aku dimana?"


Dia menilik ke sekeliling kamar itu. Dia sama sekali tidak mengenali kamar itu. Nana berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya.


"Ya ampun, aku ketabrak mobil. Terus kenapa aku bisa ada di sini?" gumamnya bingung.


Nana menatap jam di dinding, sudah pukul dua dini hari. Nana memijit keningnya yang terasa pusing.


"Masih malam. Lebih baik aku tidur lagi aja. Besok pasti aku tau di mana aku berada."


Nana berusaha memejamkan matanya karena kepalanya terasa pusing, tak terasa akhirnya dia pun terlelap.


***


Pagi hari Nara masih terdiam di dalam selimut tidak biasanya. Karena biasanya pagi hari dia sudah sibuk di dapur bersama bi Inah membuat sarapan.


"Sayang!" panggil Arga.


Nara menoleh dan menatap Arga. Arga terkejut melihat wajah istrinya, matanya bengkak, area matanya menghitam seperti panda.


"Sayang kenapa?" Arga duduk di tepi ranjang. Nara beranjak dan memeluk Arga, untung saja Argan masih terlelap.


"Aku semalam tidur sebentar mas. Terus aku bangun dan gak bisa tidur lagi, aku kepikiran Nana, gimana keadaannya sekarang. Aku takut mas!" Isak Nara.


Arga menatap wajah istrinya dan menyeka air matanya.


"Mas hari ini gak ke Resto, biar Resto hari ini di urus Chiko. Mas mau cari Nana, mas gak mau kamu kayak gini sayang. Kurang tidur. Nana pasti baik-baik aja percaya sama mas!"

__ADS_1


"Mas janji mau cari Nana?!"


"Iya sayang. Sekarang bunda senyum biar papa semangat cari Tante Nana nya." Nara pun tersenyum pada suaminya.


"Morning kiss nya?"


Nara mengecup bibir Arga, namun bukan Arga namanya kalo cuma kecupan doang. Dia menahan tengkuk Nara dan melumatt bibir Istrinya. Nara pasrah saja apa yang di lakukan suaminya itu.


Setelah puas menikmati bibir Istrinya. Arga pamit. "Ya udah sekarang bunda mandi, bentar lagi adek pasti bangun. Gak usah pikirin Nana, berpikir positif Nana pasti baik-baik aja!"


Nara mengangguk dan memeluk sebentar tubuh suaminya. "Mas hati-hati ya! Pokoknya kabarin aku terus!"


"Iya sayang!" Arga mengecup kening Nara lalu beranjak. Nara pun ikut beranjak dia berlalu ke kamar mandi untuk mandi.


Selesai mandi dan berganti pakaian. Argan pun bangun dia duduk di box nya sambil memeluk boneka tayo nya dan satu tangannya mengucek mata.


"Nda!" panggilnya dengan suara khas bangun tidur.


"Iya jagoan, bunda di sini!" Nara berjalan menghampiri putranya, lalu menggendongnya bocah itu langsung menaruh kepalanya di pundak Nara. Terlihat mukanya malas-malasan.


Nara menghela nafas, Nana nya pun tidak ada mau bangunin gimana? Nara menatap wajah putranya.


"Tate udah bangun sayang! Tate udah berangkat kerja!" ucap Nara memberi penjelasan ya meski penjelasan bohong. Argan langsung mengangkat kepalanya dan menatap Nara dengan muka bantalnya.


"Tate tutah nanun? Tate tutah jeja?" Nara mengangguk dan tersenyum.


"Sekarang adek mandi terus sarapan ya!" Argan hanya manggut-manggut nurut. Biasanya gak mau kalo di suruh mandi pagi, tapi pagi ini dia terlihat tidak bersemangat.


Setelah mandi dan berganti pakaian dan juga sudah wangi, Nara membawa Argan ke ruang makan.


Seperti biasa dia duduk di bangkunya dan siap makan.


"Nda, mamam yiyi!"


Nara menghela nafas, dia pun menurut dia hanya memberikan sedikit nasi karena pasti bakal banyak yang ke buang dari pada yang di makan.

__ADS_1


Argan berteriak senang karena di izinkan makan sendiri.


"Mamam yiyi nda! mamam yiyi!" ucapnya girang.


"Iya, adek mamam sendiri!"


Argan antusias dan bersemangat sekali dia langsung memegang sendoknya dan mulai mengacak-acak makanannya.


Nara hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku putranya.


"Itu sih bukan makan, tapi main!" gumamnya.


Sedangkan bi Inah hanya terkekeh melihat tingkah lucu anak majikannya.


***


Nana terbangun, dia berharap kejadian kemarin hanya mimpi tapi saat melihat kamar yang dia tempati, Nana menghela nafas berat.


"Ternyata bukan mimpi!"


Nana menoleh ke arah nakas, sudah tersedia sarapan di sana ada sandwich dan susu di atas nampan.


"Sebenarnya aku di mana? Siapa yang sudah nolongin aku?" gumamnya bingung.


Karena perutnya sudah berdemo, akhirnya Nana mengambil makanan di atas nakas itu dan memakannya. Dia tidak tau ada seseorang yang sedang memperhatikan gerak-geriknya.


Selesai makan dia kembali menaruhnya di atas nakas. Dia mendiamkan sebentar tubuhnya yang baru di isi makanan.


Setelah cukup lumayan berdiam diri untuk menurunkan makanan. Nana beranjak dan ingin tau siapa yang sudah menolongnya. Dia berjalan menuju pintu untuk mencari pemilik rumah.


Baru beberapa langkah, tiba-tiba ada yang membuka pintu dan seorang pria masuk. Nana menatap pria itu dari bawah sampai ke atas, matanya terbelalak saat melihat wajah pria itu.


"D-Dia!"


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2