
Kisah Cinta Renara
By Un Kurniasih
Selamat Membaca
***
Arga sedang sibuk menyuapi Hana. Di sana juga sudah ada pak Adi dan bu Hesti orang tua Hana.
"Ga, Hana kan sudah sadar. Itu artinya kamu akan kembali ke sini kan ga?" Tanya pak Adi.
"Gak bisa pah kerjaan di sana gak bisa di tinggal gitu aja. Dan juga perusahaan di sana sedang maju pesat, kalo saya tinggal takutnya berantakan!" Jawab Arga sambil mengalihkan pandangannya ke mertuanya itu.
"Terus gimana? Masa kamu mau tinggalin Hana!" Tanya bu Hesti.
"Saya akan sering jenguk Hana nanti. Saya titip Hana di sini mah, pah!" Jawab Arga.
"Mas, aku ikut kamu aja ya ke Jakarta. Aku tinggal sama kamu!" Ucap Hana.
"Itu gak mungkin kalo Hana kesana sudah pasti dia harus tinggal di apartemen. Sedangkan di sana ada Nara. Bagaimana ini? Kalo saya menolak mereka bakal curiga." batin Arga gelisah.
"Mas kok malah diem sih!"
"Kamu di sini aja dulu sampai kamu benar-benar sembuh. Kalo kamu ikut, nanti gak ada yang jagain kamu kalo saya berangkat kerja. Nanti kamu sendirian!" Jawab Arga.
"Iya benar Han apa kata Arga, kalo kamu ikut siapa yang akan ngurusin kamu. Arga pasti sibuk dengan kerjaan!" Sahut pak Adi menimpali.
"Tapi aku gak mau jauh dari mas Arga pah, kan bisa sewa suster buat jagain aku!" Rengek Hana.
"Saya akan sering ke sini jenguk kamu. Saya juga gak mau kamu di urus orang lain, kalo di sini ada mama sama papa yang jagain kamu!" Ucap Arga. Hana mematutkan wajahnya kesal.
"Besok mungkin saya harus balik ke Jakarta, karena besok saya ada meeting dengan klien dari Malaysia," ucap Arga.
"Tapi mas kamu kan baru kesini masa udah pergi lagi, aku baru saja sadar dari koma loh mas. Bisa-bisanya kamu tinggalin aku. Meeting kan bisa di wakilin sama asisten kamu!" Rengek Hana kesal.
"Iya tapi meeting ini gak bisa di wakilin Han, harus saya yang handle!" Jawab Arga.
Hana mencebik sebal, dia langsung berbaring dan membelakangi Arga, dia sudah tidak berselera makan lagi. Arga menghela nafas berat.
Pak Adi dan bu Hesti hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap manja anaknya itu.
***
Di tempat lain, Nara sedang menonton tv sendiri. Sesekali dia meringis karena masih merasa panas di tangannya. Nara meniup tangannya yang sudah tidak terlalu merah.
__ADS_1
Nara menyenderkan kepalanya di sofa. "Mas aku kangen!" Gumam Nara.
Nara berniat akan menelpon Arga, dia ingin tau apa yang sedang di lakukan suaminya sekarang. Nara menatap jam, sudah jam 7 malam.
"Mas Arga mungkin udah di rumah!" Gumamnya.
Saat dia akan menelpon Arga, tiba-tiba bel apartemen berbunyi.
"Siapa ya? Apa Tika? Katanya gak bisa ke sini!" gumam Nara.
Nara pun beranjak dan mengintip dari Door Viewer. Terlihat seorang gadis tengah berdiri di depan pintu. Nara bergegas membuka pintu.
"Nana!" Seru Nara senang. Nana tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Mas Arga mana?" Tanya Nara celingak-celinguk ke luar apartemen.
"Ya ampun, lo gak mau nyuruh gue masuk gitu, dan biarin gue berdiri di sini sampe karatan, malah nanyain suami lo," celoteh gadis itu.
"Ish, lebay!" Cibir Nara. Nana terkekeh, dia pun masuk mengikuti Nara.
"Mas Arga gak pulang na?" Nana menggeleng.
"Dia masih ada kerjaan, mungkin besok pulang," jawab Nana.
Wajah Nara terlihat lesu dan muram. Nana mengerti, dia begitu kasian dengan sahabatnya itu, di tinggal pas malam pengantin.
Nana pun beranjak dan menyiapkan makanan untuknya dan Nara. Nana memperhatikan Nara yang sedang melamun.
"Sorry Ra gue udah rahasiain tentang bang Arga dari lo. Gue bingung karena lo udah yakin banget sama bang Arga. Gue jadi gak tega buat ngasih tau lo. Maafin gue Ra, semoga lo gak benci sama gue." batin Nana.
Setelah itu mereka makan bersama. Tapi setidaknya Nara tidak kesepian lagi karena ada Nana yang menemani.
***
Pagi hari Nara sudah berkutat di dapur untuk membuat sarapan untuknya dan juga Nana. Tak lama Nana pun muncul dan sudah rapi.
"Kuliah na?"
"Iya, makanya gue balik. Ada kuliah pagi!" Nara mengangguk.
"Sarapan dulu, aku udah buatin roti bakar," ucap Nara.
"Makasih kakak ipar!" Balas Nana tersenyum. Nara tersenyum.
"Gak nyangka ya lo bakal jadi kakak ipar gue," ucap Nana sambil mengunyah rotinya.
__ADS_1
Nara tersenyum. "Ya kita gak tau rencana Allah. Udah takdir na!" Jawab Nara sambil menaruh roti di piring.
Nana tersenyum. Tapi raut wajahnya kembali suram.
"Tapi gimana kalo lo tau Ra, kalo lo istri keduanya bang Arga, apa lo juga bakal bilang kalo semua ini udah takdir?" batin Nana.
"Jangan bengong na kalo lagi makan!" Seru Nara. Nana hanya cengengesan.
Nara ikut duduk dan memakan rotinya. "Terus pacar kamu siapa na? Kok kamu gak pernah ngenalin ke aku?" Tanya Nara.
"Ngeledek lo, udah tau gue jomblo!" Nara terkekeh.
"Masih aja betah jomblo. Cepetan kawin!" Seru Nara sambil tertawa.
"Ishh.. rese Lo! Mentang-mentang udah kawin," Sebal Nana.
"Gue belum kawin na, baru nikah." Nara tertawa dengan ucapannya sendiri. Sedangkan Nana hanya tersenyum kecut.
"Terus gimana kabarnya gebetan kamu yang dosen itu? Belum ada kemajuan?" Tanya Nara, karena Nana pernah menceritakan soal pria yang dia taksirnya pada Nara.
Tapi tiba-tiba Nana senyum-senyum sendiri, dia jadi ingat dengan Rega. Dia ingin segera bertemu dengan pangeran tampannya itu. Nara menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.
"Hati-hati na, jangan senyum-senyum sendiri, entar kesambet Jurig lho!"
"Kayak tau Jurig aja!" Cibir Nana.
"Kan kamu sendiri yang bilang jangan suka ngelamun dan senyum sendiri. Entar kesambet Jurig pojokan," balas Nara sambil tertawa hingga dia tersedak karena sedang mengunyah roti.
Uhukk.. uhukk.. uhukk..
"Rasain lu, ngeledekin gue mulu sih!" Cibir Nana sambil memberikan segelas air pada Nara.
Nara pun meminum air itu hingga tandas. Tapi dia kembali tertawa, membuat Nana semakin sebal karena di ledekin terus.
"Udahlah gue mau berangkat!" Ucap Nana sambil menghabiskan rotinya lalu meminum susunya, lalu dia beranjak.
"Gue berangkat, Assalamualaikum.." pamit Nana.
"Waalaikumsalam, hati-hati na ada Jurig pojokan di kampus!" Ledek Nara.
"Bodo," sahut Nana di depan pintu sambil memakai sepatunya.
Dia pun segera meluncur pergi. Nara tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Kalo ada Nana selalu membuatnya tertawa dan bahagia.
Nara membereskan bekas sarapannya dan mencucinya. Mungkin hari ini dia tidak akan kemana-mana dan hanya akan bersantai sambil menonton drama kesukaannya.
__ADS_1
Bersambung..
...Mohon dukungannya terus 🙏🙏 tinggalkan jejak kalian ya. Like dan komennya.. 🤗🤗...