KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN

KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN
Wallpaper


__ADS_3

"Ada bulu mata yang jatuh. Nih!" Pak Yosua menunjukkan bulu mata itu kepadaku.


Haaahh.. kirain mau ngapain!


"EHEM!!"


Sontak aku langsung menoleh mendengar deheman keras itu. Ada Tante Sarah berdiri di ambang pintu.


Dengan tatapan matanya yang terus tertuju padaku, dia berjalan masuk. Kemudian dia mendekat ke arahku dan berbisik ke telingaku.


"Siapa nih Koko-koko ganteng? Selingkuhan kamu ya?"


Aku hanya meliriknya mendengar bisikannya itu. Pacaran juga enggak, lalu selingkuh dari siapa?


"Selera kamu bagus-bagus ya Tis! Pertama Andri, lalu sekarang Koko-koko ganteng!"


"Tante, ini kue buat Tante," aku langsung menyodorkan kue ke Tante Sarah agar dia berhenti membisikkan yang aneh-aneh.


"Makasih ya Tis." Tante Sarah menerima kue yang kusodorkan. "Wah, banyak sekali kuenya!" dia memandang kue yang ada di atas meja. "Dapat dari mana Tis?"


"Dari Koko. Eh! Maksudku dari Pak Yosua."


Gara-gara Tante Sarah, aku jadi ikut-ikutan manggil Koko!


Pak Yosua terkekeh mendengarku keliru memanggilnya Koko.


"Makasih kuenya ya," ucap Tante Sarah ke Pak Yosua. "Sering-sering bawa makanan buat Tisa. Yang banyak juga nggak papa. Biar saya juga ikut kecipratan!"


Haish! Nih Tante kayaknya urat malunya ditinggalin di rumahnya deh!


Tidak butuh waktu lama, kue di piring Tante Sarah langsung tandas.


"Tambah lagi kuenya Tante!" tawar Pak Yosua.


"Sebenarnya Tante udah kenyang. Tapi karena kamu maksa, Tante ngambil lagi deh!" Tante Sarah mencomot sepotong kue lagi.


Dengan cepat, kue itu segera lenyap pergi ke perut Tante Sarah.


Katanya kenyang, cepet amat habisnya!


Setelah selesai makan kue, Tante Sarah kembali ke kamarnya dengan membawa dua potong kue yang katanya untuk suaminya.


________


Setelah Pak Yosua pulang, tak berapa lama kemudian Andri datang.


"Wah, banyak amat kuenya! Siapa yang ulang tahun? Ibu kos kah?" tanyanya begitu ia masuk ke dapur.


"Ahaha. Bukan. Makan Ndri, ada banyak nih!"


"Kalau bukan dari Ibu kos, terus dapat dari mana?" Andri menyendok kue itu dan melahapnya. "Mmm, rasanya e--"


"Dapat dari Koko ganteng! Eh, kalau nggak salah namanya Yosua!" jawab Tante Sarah yang tiba-tiba nongol di depan pintu dapur.


"Enek!" lanjut Andri.


Aih? Setelah melahapnya tadi Andri tersenyum. Aku pikir dia mau bilang enak!


"Terlalu manis kuenya. Jadinya enek," ujar Andri.


Aku menyendok kue untuk mencobanya lagi.


"Udah pas kok manisnya!" ucapku sambil mengecap-ngecap kue. "Enak kok!"


"Enggak, ini tuh kemanisan! Kayaknya gulanya lebih satu sendok deh!"

__ADS_1


Setelah mencuci piring yang dia bawa, Tante Sarah berjalan mendekat ke Andri.


"Koko yang datang kesini tadi ganteng lho. Awas, nanti kamu di-duain!" bisik Tante Sarah ke Andri.


Judulnya bisik-bisik, tapi aku tetep dengar tuh!


Setelah membisikkan itu, Tante Sarah keluar dari dapur.


Tadi nyuruh Pak Yosua buat sering-sering bawa makanan kesini. Tapi sekarang malah ngompor-ngomporin Andri. Dasar! Tapi kompornya nggak bakalan panas lah, Andri sama aku kan nggak pacaran. Haha!


"Jadi, tadi Pak Yosua kesini?" tanya Andri.


"Iya."


"Ngapain pagi-pagi kesini?"


"Ya buat ngasih kue ini!"


"Dalam rangka apa?"


"Mamanya ulang tahun."


"Oh! Kamu suka kue?" tanya Andri.


"Iya, suka!"


Tririring!


Sebuah hp di atas meja berdering. Wallpapernya gambar Pak Yosua. Sepertinya Pak Yosua lupa membawa hpnya.


Aku langsung menyambar hp itu dan berlari keluar. Siapa tahu Pak Yosua masih belum jauh.


Aku celingak-celinguk di depan gang, mencari sosok Pak Yosua. Tapi tidak ada.


Karena hpnya terus berdering, akhirnya aku mengangkatnya.


[ Loh? Siapa ini? Kok yang jawab cewek?! Bukannya ini hpnya Kak Yosua ya? ] terdengar suara cewek dari seberang.


Aku menatap layar hp, tertera nama 'My Sister' di sana.


Sepertinya ini Adeknya Pak Yosua deh!


[ Apa kamu pacarnya Kak Yosua? ]


"Bukan!" jawabku cepat. "Tadi dia datang ke kosanku ngasih kue. Terus hpnya ketinggalan!"


[ Wah, parah nih Kak Yosua! Udah punya pacar tapi nggak cerita! Udah main ke kosannya juga lagi! ] gumamnya di seberang telfon.


Nih anak budek atau gimana ya?! Udah dibilang aku bukan pacarnya.


"Maaf ya, tapi aku bukan pac--" tut tut tut. Dia mematikan sambungan telfon.


"Buset! Belum juga kelar ngomong udah dimatiin aja!"


Aku menatap hp Pak Yosua di genggamanku.


"Balikin nggak ya? Nggak usah deh! Ntar juga kalau dia ingat, pasti kesini buat ngambil hpnya!"


Aku kembali ke dapur untuk untuk minum.


Di dapur ada Andri yang masih setia duduk di salah satu kursi. Entah kenapa, tatapannya jadi terasa aneh.


"Siapa yang telfon barusan? Kok sampek keluar segala?" tanyanya.


"Adeknya Pak Yosua," jawabku sambil mengambil air minum.

__ADS_1


"Oh. Udah berapa hari kamu jadian sama Pak Yosua?"


"Uhuk uhuk uhuk!" Aku tersedak air minum mendengar pertanyaan Andri.


"Dapat kesimpulan dari mana itu? Emangnya kata siapa aku pacaran sama Pak Yosua?"


"Lha itu, wallpaper hp kamu foto Pak Yosua! Kalau bukan pacaran, kenapa foto Pak Yosua dibuat wallpaper?"


Aku terkekeh mendengar ucapan Andri.


"Ini maksud kamu?" Aku menyalakan hp Pak Yosua dan menunjukkan wallpapernya. Andri menatap wallpaper itu.


"Nih ya, kamu lihat isi galerinya!" Aku membuka galery hp Pak Yosua. Banyak foto-foto Pak Yosua di sana.


"Kamu bucin juga ya, sampai mengoleksi segitu banyaknya foto Pak Yosua!" ujar Andri.


"Ahaha! Andri, Andri! Ini tuh hpnya Pak Yosua, ketinggalan!"


"Hah?! Jadi itu bukan hp kamu?!"


"Bukan! Ini hp Pak Yosua!"


"Jadi kamu sama Pak Yosua nggak pacaran?!"


"Enggak!"


"Ehehe. Aku pikir itu hp kamu. Kirain kamu pacaran sama dia!"


Tatapan wajah Andri jadi normal kembali.


"Tisa!"


"Hm?" Aku kembali menenggak air minum.


"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu!"


"Iya, ngomong aja!" Aku mendongak menatap Andri.


"Sebenarnya aku itu--"


"Tisa!!"


Aku menoleh ke ambang pintu, Pak Yosua berdiri di sana.


"Hpku ada di sini kah?" tanyanya.


"Iya, ini!" Aku menunjukan hp ke Pak Yosua.


"Pantes, aku cari nggak ada!" Pak Yosua melangkah masuk ke dapur.


"Lho? Kok Pak Andri ada di sini?!" tanyanya sedikit terkejut ketika melihat keberadaan Andri.


"Saya ngekos di sini!" sahut Andri.


"Hah? Bapak ngekos di sini?" ekspresi Pak Yosua seperti tidak percaya.


"Iya. Memangnya kenapa?! Ada masalah kah?"


"Ahaha. Nggak ada masalah sih Pak. Saya cuma nggak nyangka aja, Pak Direktur tinggal di sini. Saya pikir Bapak tinggalnya di apartemen mewah!"


Pak Yosua mengambil hp yang kusodorkan. Setelah mengambil hpnya, dia langsung pamit pulang.


Aku menoleh ke Andri. "Kamu mau ngomong apa tadi Ndri?"


"Nggak jadi deh. Besok-besok aja!" sahutnya sambil keluar dari dapur.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2