KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN

KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN
Kata Sandi


__ADS_3

Lama aku menunggu, tapi lingkaran di layar hp terus saja berputar-putar karena masih loading.


Dan akhirnya setelah beberapa saat..


Tring!


Satu SMS masuk ke hpku. Pemberitahuan bahwa paket dataku sudah habis.


Yaah.. padahal tinggal dikit lagi aku tahu wajahnya. Pakek acara data habis lagi.


Pantesan dari tadi cuma muter-muter terus alias loading. Mau beli tapi jam istirahat udah mepet.


Terpaksalah aku harus menunda rasa penasaranku sampai pulang kerja nanti.


Setelah beberapa saat, tiba-tiba Andri pindah ke meja tempatku makan sambil membawa serta makanannya.


Aku mengernyit menatapnya bingung karena dia tiba-tiba duduk tanpa permisi.


"Kok pindah kesini?" tanyaku.


"Iya. Makan sendirian itu nggak enak!" jawabnya santai sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Loh, bukannya kamu mau makan siang sama Indah ya?"


"Tadinya sih iya. Tapi Indah barusan nelfon, katanya ada meeting mendadak."


Aku hanya ber oh riya menanggapi ucapannya. Dan setelah beberapa saat, aku teringat akan sesuatu.


"Ndri, aku boleh minta hotspot nggak?" tanyaku sambil nyengir.


Terlihat Andri mengerutkan dahinya mendengar ucapanku.


"Paket dataku habis, aku mau download sesuatu," ucapku memberitahunya.


Andri masih bergeming.


"Bentar doang kok," ucapku lagi.


Aku tersenyum senang saat melihat Andri merogoh sakunya, mengeluarkan benda pipih dari sana.


Aku pun ikut mengeluarkan hpku, siap-siap mengetik kata sandinya.


"Cium dulu dong!"


Aku mendelik menatap Andri. Sementara yang ditatap malah nggak ada ekspresi sama sekali.


"Kamu udah gila ya!" seruku. "Masa cuma karena hotspot doang malah minta cium?!"


Andri tersentak kaget, kemudian tawanya tersembur dengan keras. Membuat beberapa pengunjung kafe melihat ke arah kami.


Aku yang melihatnya tertawa semakin jengkel dibuatnya.


"Kok malah ketawa sih?! Nggak lucu tahu!"


"Ya ampun Tisa, Tisa. Siapa yang yang minta cium? Maksud aku, kata sandinya itu 'cium dulu dong'. Bukannya aku minta cium!" jelas Andri di sela-sela tawanya.


"Apa?! Jadi--"


"Iya, itu kata sandinya!" Andri kembali tertawa. Bahkan kali ia sampai memegangi perutnya.


Duuhhh, malunya.. Rasanya aku ingin pindah planet! Kirain dia minta cium.


"Hurufnya kecil semua, nggak pakek spasi," jelas Andri lagi.


"Nggak jadi deh!" jawabku sambil tak melihat ke arahnya karena malu.


"Lho, kenapa?"

__ADS_1


"Nggak papa. Lagian yang mau aku download nggak terlalu penting juga," ucapku beralasan.


________


Setelah semua jadwal meeting di luar kantor selesai, kami akhirnya kembali lagi ke kantor.


Aku kembali fokus ke layar laptop di depanku.


"Proyek yang di bioskop gimana perkembangannya?" tanya Andri yang memecah keheningan.


"Untuk proyek yang di bioskop, rencananya di akhir jam kerja nanti, Pak Yosua mengajakku untuk meninjau perkembangannya langsung ke bioskopnya," jawabku tanpa mengalihkan pandangan dari laptop.


"Apa? Jadi kamu dan Pak Yosua mau nonton bareng?"


Aku menoleh ke Andri, menatapnya dengan alis yang menyatu.


"Kami bukan mau nonton, Pak Andri. Tapi kami mau meninjau perkembangan proyek yang ada di sana!" jelasku dengan menambah embel-embel Pak.


Andri terlihat berpikir sejenak.


"Katakan pada Pak Yosua, bahwa aku yang akan menggantikannya untuk pergi bersamamu saat meninjau perkembangan proyek di bioskop nanti!"


"Tapi ini hanya proyek kecil, jadi Pak Direktur tidak perlu sampai turun tangan."


"Tidak, bagiku ini adalah proyek penting. Jadi, aku sendiri yang akan meninjau perkembangannya," ucap Andri kekeh.


Aku hanya bisa mengangguk menuruti perintahnya itu.


"Oh ya Sa, perasaan dari tadi hpmu jadi sunyi ya. Nggak kayak tadi pagi," tanya Andri.


"Kan tadi aku udah bilang kalau paket dataku habis!"


"Oh iya, aku lupa!"


________


Aku mengerutkan dahi saat Andri membawa popcorn di tangannya.


"Untuk apa beli popcorn segala? Kita kan kesini untuk urusan bisnis, bukan untuk nonton," ujarku.


"Aku beli popcorn ini, itung-itung buat menambah pemasukan di bioskop kita tahu!" jawab Andri beralasan.


"Hem. Ini sih ceritanya nonton film berkedok kerja!" gumamku sambil mengikuti Andri.


Saat sampai di dalam, lampu sudah dimatikan. Sepertinya filmnya sudah mau mulai. Aku dan Andri pun segera duduk di kursi yang kosong.


Sepertinya filmnya laris banget. Karena dari sekian banyaknya kursi, hanya tersisa dua kursi yang kosong.


Bagus lah, berarti ini termasuk kemajuan untuk bioskop yang terbilang masih baru ini.


Mungkin karena aku datang kesini untuk urusan kerja, jadinya aku tak terlalu fokus dengan filmnya.


Aku sibuk mengamati di sekitarku. Kebanyakan yang datang kesini itu muda-mudi. Bisa jadi mereka mungkin sepasang kekasih.


"Aaaakkhh!"


Semua penonton cewek berteriak, membuatku juga ikut melihat ke layar lebar di depan sana.


Aku yang terkejut sontak menutup wajahku dengan kedua tangan kala melihat pocong dengan wajah yang hitam dan mata yang melotot.


Ah, rupanya kami sedang menonton film horor.


Aku tadi terlalu sibuk meninjau perkembangan di bioskop ini. Jadi tak sadar jika film yang kami tonton bergenre horor.


Aku menoleh menatap Andri. Dahiku berkerut ketika melihat Andri merentangkan kedua tangannya ke arahku.


"Kamu ngapain?" tanyaku bingung.

__ADS_1


"Ah, kupikir tadi kamu ketakutan," jawab Andri sambil menggaruk lehernya.


"Kalaupun aku takut, lalu kenapa kamu malah merentangkan tanganmu?" tanyaku yang masih bingung dengan kelakuan Andri.


"Ck, udah lah, lupakan!" kini Andri malah terlihat seperti sedang kesal. Ia kembali menatap ke layar depan.


Tingkahnya ini membuatku semakin bingung. Pasalnya, dari tadi aku hanya diam. Lantas, dia kesal karena hal apa?


"Kamu tuh emang beda dari cewek lain!" gumamnya lirih tapi masih bisa kudengar.


Saat aku menoleh ke sekitarku lagi, rupanya banyak cewek yang sedang memeluk pasangan mereka karena takut hantu di layar akan muncul lagi.


Seketika aku langsung menoleh menatap Andri lagi.


Astaga. Apa tadi Andri mengira aku akan memeluknya karena takut?


"Layarnya itu ada di sebelah sana!" ucap Andri sambil memutar kepalaku agar menatap ke layar depan.


"Aku tahu kalau aku itu ganteng, tapi nggak gitu juga liatnya!"


Aku hanya mencebik ketika Andri menyombongkan diri.


"Siapa juga yang liatin kamu! Ge er!" cibirku.


Selanjutnya kami kembali menatap ke layar depan. Sesekali para penonton kembali berteriak ketika hantunya muncul.


Setelah filmnya selesai, aku pamit ke toilet sebentar pada Andri.


Tring!


Sebuah sms masuk ketika aku masih di dalam toilet.


[ Selamat. Paket unlimited kamu sudah aktif! ]


Aku mengernyit membaca pesan itu.


Perasaan aku belum isi paketan deh! Apa ini paket data yang nyasar ya?


Triririring!


Tiba-tiba hpku berbunyi nyaring.


'Orang Sinting', nama itu yang tertera di layar hpku.


Ngapain dia nelfon?


"Halo?"


[ Paket datanya udah masuk belum? ]


"Jadi kamu yang ngisi paket dataku?" seruku yang masih ada di dalam toilet.


[ Iya. Memangnya kau pikir siapa lagi? Kau nggak mungkin berpikir kalau itu paket data yang nyasar kan? ] tanyanya dengan tertawa yang membuatku ikutan nyengir.


"Kok kamu tahu kalau paket dataku habis?"


[ Setelah aku mengirimimu fotoku, tak ada balasan pesan darimu yang sedang memuji ketampananku. Jadinya kupikir paket datamu habis. Cepat unduh fotoku agar kamu segera melihat betapa tampannya aku! Aku yakin kamu akan langsung jatuh cinta padaku! ] ucapnya sambil tertawa lalu mematikan sambungan telfon.


"Aku bahkan belum sempat bilang terimakasih, udah keburu dimatiin."


Aku pun segera membuka aplikasi hijau di hpku.


Dengan segera aku langsung mengunduh foto yang dikirim olehnya tadi siang.


Dan setelah loading beberapa saat, aku terbelalak menatap foto di layar hpku.


"Apa?! Ini kan.."

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2