
Keesokan harinya, saat Dira hendak masuk ke kelas Rena menarik tangannya. Dira terkejut, karena ia baru saja tiba di sekolah dan Rena membawa Dira ke parkiran.
"Kenapa, Ren?" tanya Dira bingung. "Aku salah apa lagi?".
"Udah ikut aja, ntar kamu bakalan tau sendiri," jawab Rena.
Setibanya di parkiran, Dira melihat ada Aurel dan Sela. Dira makin bingung, apa yang sedang terjadi. Sela pun berlari kearah Dira. Ia seperti ketakutan.
"Ada apa, Sel?" tanya Dira kepada Sela. "Kamu kenapa?"
"Dir, tolongin aku," ucap Sela. "Aku takut."
"Tolong apa, Sel?" tanya Dira. "Aku gak ngerti maksudnya apa."
Aurel pun menjelaskan ke Dira apa yang sedang dialami Sela temannya itu. Ternyata, Sela telah mengambil kunci jawaban soal matematika saat Bu Guru lengah. Aurel mengancam akan menyebarkan berita itu keseluruh sekolah jika Dira tidak menuruti perintah mereka.
"Temen kamu ini udah mengambil kunci jawaban ujian matematika," ungkap Aurel.
__ADS_1
"Kalau kamu mau temanmu ini selamat dan tidak dikeluarkan dari sekolah, ikuti kemauan kita," ucap Rena.
"Baik, apa kemauan kalian?" tanya Dira.
"Cukup jauhi Panji," ucap Aurel. "Jangan pernah dekati dia lagi."
"Oke, aku gak akan dekati Kak Panji. Udahkan? Yuk, Sel ke kelas," ajak Dira. "Kami permisi."
"Ya udah hus sana cupu, jauh-jauh," ucap Rena.
Dira dan Sela pun menuju ke kelas. Tampak Arsan sedang mondar-mandir di depan kelas. Begitu sampai di depan kelas, Arsan pun menghampiri mereka berdua.
"Ada urusan tadi, Ar," ucap Dira. "Makanya agak telat."
"Sel, kenapa matamu merah?" tanya Arsan kepada Sela. "Habis nangis? Putus cinta kamu?"
"Enggak kok, anu.. tadi..." ucap Sela terbata-bata.
__ADS_1
"Udah, nanti kita bahas, ya," potong Dira. "Yuk, masuk. Tu Pak Guru udah jalan ke kelas."
Mereka pun masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran. Dira sedikit sedih saat Aurel dan Rena mengancam Sela. Tapi, Dira lebih memilih pertemanan ketimbang cowok.
Hari ini pelajaran Bahasa Indonesia, siswa kelas X.1 diberi tugas untuk mencari novel bertema remaja di perpustakaan. Mereka pun bergegas menuju perpustakaan. Arsan masih penasaran dengan hal yang Dira ingin ceritakan itu. Sesekali Arsan tanyakan, tapi Dira menglihkan pembicaraan. Sampailah di perpustakaan, mereka langsung mencari novel di rak-rak tengah perpustakaan itu. Terlihat berjejer novel-novel terbaru. Dira pun mengambil salah satu novel itu. Arsan pun mendekati Dira, ia meminta Dira untuk mencarikan novel untuknya.
"Dir, kamu udah nemuin novelnya?" tanya Arsan sambil mencari novel. "Cariin buat aku dong."
"Udah, nih," jawab Dira. "Kamu yang ini aja, ya."
"Mana, coba lihat," ucap Arsan sambil tersenyum. "Oh, ya boleh juga tu, Dir."
Lalu mereka mencari tempat duduk untuk membaca novel itu. Sela masih belum mendapatkan novelnya. Lalu, Dira menawarkan novel yang ia bawakan lebih untuk Sela.
"Eh, kalian udah pada dapat, ya?" tanya Sela.
"Udah," jawab Arsan. "Pasti Sela belum tu, Dir."
__ADS_1
"Udah buruan sini duduk!!" perintah Dira. "Ini aku bawain lebih."
Lalu Sela pun duduk dan mengambil novel yang Dira berikan kepadanya. Saat itu, Panji sedang mendapat tugas bahasa indonesia juga, ia pun ke perpustakaan. Panji melihat Dira sedang asyik membaca novel, ia pun langsung menghampiri Dira. Betapa terkejutnya Dira, Panji juga berada di perpustakaan itu.