Kisah Di Sekolah

Kisah Di Sekolah
Bab 34


__ADS_3

Kring... kring...


Terdengar bunyi ponsel di atas meja kamar Dira. Ia pun mengambil ponsel itu, ternyata Panji yang menelepon. Dira pun segera mengangkat. Panji memberitahu bahwa ia akan menjemput Dira sekitar lima menit lagi. Dira yang tengah bersiap-siap langsung melajukan gerakannya agar ia siaga menunggu sebelum Panji tiba.


"Akhir-akhir ini Kak Panji sering banget nganterin aku sekolah, udah kayak ojek aja tu Kak Panji," gumam Dira dengan tertawa kecil.


Setelah Dira selesai memakai seragam sekolah, ia pun tak lupa mengoleskan sedikit bedak tabur keseluruh wajah dan juga sedikit lip balm ke bibirnya agar tak teihat pucat, tak lupa dengan parfum semerbak yang ia katakan untuk pemikat lelaki ganteng di sekolahan, yaitu Panji. Ya, Dira mulai memiliki perasaan kepada ketua OSIS itu.


Begitu semuanya selesai, Dira mengambil tas ransel dan tak lupa buku novel kesukaannya yang selalu ia bawa. Dira berjalan menuju dapur untuk sarapan terlebih dahulu, lalu berpamitan dengan Mama. Setelah itu, ia berjalan menuju teras rumah untuk menunggu Panji menjemputnya. Sekitar dua menit Dira menunggu, bunyi klakson sudah terdengar dari arah luar pagar. Dira langsung bergegas membuka pintu pagar itu. Dira kaget dengan penampilan Panji yang memakai sweater ala korea, Dira semakin terkesima melihat ketampanan Panji.


Ya ampun, Kak Panji udah mirip banget sama orang korea. Duh, Dira kamu harus kuat. Jangan gugup, Dira.

__ADS_1


Dira berjalan kearah Panji, lalu segera menaiki sepeda motor itu. Panji memberikan Dira sebuah plastik, ntah apa isinya. Dira menyimpan plastik itu kedalam tas ranselnya. Dira mulai mengeluarkan kalimat dari mulutnya.


"Kak.. Kak Panji gimana kabarnya?" tanya Dira sedikit gugup.


"Kabar baik, Dir. Kan kamu buatin jahe hangat semalam," jawab Panji.


"Mama yang buat loh Kak, bukan Dira," ucap Dira. "Habis, Mama nyuruh Dira untuk carikan baju Papa buat pakaian ganti Kak Panji."


Kak Panji bisa aja. Makin sering samaan gini, aku makin suka sama kamu, Kak. Boleh gak sih, aku suka kamu Kak Panji?


Setibanya di sekolahan, Dira langsung berjalan menuju kelas. Panji membuat janji ke Dira, saat jam istirahat meminta Dira untuk bertemu dengannya di perpustakaan. Dira pun mengangguk menyetujui ucapan Panji. Setelah sampai di depan pintu kelas, Dira masuk menemui Arsan dan Sela yang merupakan sahabat Dira. Ia berjalan ke meja Arsan, ia begitu cuek tak membalas sahutan Dira.

__ADS_1


"Hei Hari Sanjaya cowok terkece di kelas ini," sapa Dira dengan candaan. "Eh, ntar ke kantin bareng, ya, Ar."


Arsan diam membisu tak membalas ajakan Dira. Biasanya, Arsan selalu bersemangat jika Dira yang mengajaknya. Tapi, tidak dengan hari ini, Arsan bersikap begitu dingin. Dira pun menghampiri Sela, untuk meminta bantuanya.


"Sel, bantuin dong. Arsan cuek banget," ucap Dira.


"Biarin aja dulu sampai dia puas ngeluarin emosinya, ntar dia bakalan ngumpul lagi sama kita, kok," jawab Sela.


Dira pun mengikuti saran Sela. Lalu, Dira pun menuju bangkunya. Bel berbunyi, waktu pelajaran pun dimulai. Seperti biasanya, Dira menyiapkan buku dan alat tulisnya di atas meja. Pelajaran pun berlangsung, Dira masih kepikiran Arsan yang begitu marah, kesal, sakit hati karena hal semalam.


Arsan, kok kamu cuekin aku. Padahal persahabatan itu jauh lebih berarti dari sebuah perasaan suka. Ini aja kamu marah, gimana kalau pacaran terus putus, pasti kita saling musuhan. Arsan, maafin aku ya. Sambil memandangi Arsan dari bangku yang ia duduki.

__ADS_1


__ADS_2