Kisah Di Sekolah

Kisah Di Sekolah
Bab 29


__ADS_3

Selepas dari kejadian semalam, Dira tak menegur Panji. Dira betul-betul kesal, geram dan cemburu dibuatnya. Ketika Panji menghampiri Dira ke kelas, ia meminta Sela untuk menemui Panji. Arsan yang melihat sikap Dira yang mulai menjauh dari Panji, Arsan merasa lega.Karena ia berkesempatan untuk lebih dekat dengan Dira.


"Sel, kamu samperin tuh Kak Panji. Tolong bilang ke dia aku gak masuk hari ini," ucap Dira sambil membereskan buku-buku di atas meja. "Males banget ketemu dia, Sel."


"Ngapa sih harus bohong, Dir. Kasihan tau Kak Panji rela nungguin kamu," jawab Sela dengan kesal.


"Udah, gak apa-apa, Sel. Buruan kamu bilangin ya," ujar Dira menyuruh Sela untuk cepat menemui Panji.


Sela pun bergegas keluar untuk menyampaikan pesan dari Dira. Ia melihat Panji yang tengah duduk menunggu Dira sambil memegang sebuah kotak. Sela pun berjalan ke arah Panji dengan sedikit ragu untuk melangkah. Dengan hati terpaksa ia langkahkan lagi kakinya kearah Panji.


"Kak Panji nungguin Dira, ya?" tanya Sela dengan sedikit canggung.


"Ya, mana Dira, Sel? Ada hal penting yang mau dibicarakan," jawab Panji sambil mencari Dira dibalik punggung Sela. "Loh, Dira gak sama kamu, Sel?"


"Duh, Sela gak enak sama Kak Panji. Dira lagi merajuk Kak, gak mau ketemu Kak Panji," ucap Sela sambil menggaruk kepala. "Kak Panji mau nitip pesan?"


"Pasti soal semalam, Dira salah paham," lirih Panji dengan raut wajah murung. "Ya udah, aku nitip ini ya, Sel." Menyodorkan sebuah kotak kearah Sela.

__ADS_1


Sela pun kembali ke kelas dengan membawa sebuah kotak dari Panji yang akan ia berikan ke Dira. Sela sangat tidak tega melihat Panji yang berharap bisa bertemu dengan Dira. Tapi, apalah daya Sela. Ia tak bisa berbuat apa-apa, Dira orang yang paling sulit untuk dipujuk. Sela pun menghampiri Dira.


"Dira, ini ada titipan dari Kak Panji," ucap Sela sambil menyodorkan kotak ditangannya. "Udahan kenapa merajuknya."


"Ini apa, Sel?" tanya Dira heran. "Aku kan gak ulang tahun hari ini, kok kamu udah ngasih kado aja."


"Itu titipan Kak Panji," balas Sela.


"Dir, yuk pulang!! Aku antarin, kita makan di tempat kemarin," ajak Arsan sambil menyandang tasnya. "Ikut yuk, Sel. Sama Raka, noh. Kalian cocok loh, kapan lagi Sel, pacaran dong kalian."


Dira, Sela dan Arsan berjalan menuju parkiran. Sela pulang bersama Raka, sementara Dira bersama Arsan. Tiba-tiba Panji melihat Dira yang sedang menaiki sepeda motor yang dikemudi Arsan. Panji mengikuti mereka diam-diam. Arsan pun langsung buru-buru pulang setelah mengantarkan Dira. Saat Dira sudah sampai di depan pagar rumahnya, Panji pun langsung menghampiri. Dira kaget, kenapa bisa ada Panji di sini.


"Dira!!" teriak Panji sambil berjalan mendekatinya.


Loh, kok ada Kak Panji di sini. Jadi dari tadi ngikutin aku. Resek banget jadi orang. Males ah, mending masuk aja.


Dira menoleh kearah Panji melihat ia berjalan kearahnya, Dira langsung cepat-cepat ingin masuk. Dira berusaha membuka pintu secepat kilat, tapi apalah daya, ia kalah dengan kecepatan Panji. Dira tengah sibuk berusaha membuka kunci pintu pagar, setiba Panji didekatnya, ia memegang sambil menahan tangan Dira agar tak membuka pintu itu.

__ADS_1


Ya ampun Kak Panji, ngapain pegang-pegang. Tolong dong jangan bikin Dira deg-degan gini. Dira gak mau jatuh cinta sama Kak Panji.


Dira melepaskan tangannya dari pintu pagar. Panji segera menarik tangan Dira yang hendak masuk ke dalam rumah.


"Dira, kamu marah?" tanya Panji sambil menarik tangan Dira dan memohon. "Dengerin penjelasan aku dulu."


"Gak, siapa juga yang marah," cetus Dira menahan pandangannya untuk tidak melihat Panji. "Duh, Kak Panji, Dira buru-buru ada tugas yang belum diselesaikan."


"Beri waktu lima menit, Dira. Semalam itu namanya Nadin, dia cuma nanya kabar aja kok. Maaf karena udah cuekin kamu," ucap Panji meyakinkan Dira agar percaya. "Oh, ya, semoga kamu suka ya isi didalam kotak itu," menunjuk kotak yang Dira pegang.


Bodo amat, mau Nadin kek, Nodon kek, gak mau tau dan gak penting tau. Dira, kamu harus pura-pura gak peduli tentang hal semalam. Walaupun kamu sebenarnya cemburu, Dira.


"Dira gak merasa dicuekin, kok," balas Dira menahan rasa cemburunya. "Udah, Kak Panji, ada lagi yang mau disampaikan?".


Saat itu Panji berencana akan mengungkapkan perasaannya ke Dira. Tapi, melihat situasi Dira yang begitu cuek dan dingin. Panji menundanya, Dira pun masuk ke dalam rumah. Panji kembali ke sepeda motor yang ia bawa.


"Dira, aku yakin bisa mendapatkan cintamu," gumam Panji.

__ADS_1


__ADS_2