Kisah Di Sekolah

Kisah Di Sekolah
Bab 49


__ADS_3

Kring.. kring..


Ponsel Dira berbunyi, ia berjalan ke arah meja kamarnya untuk mengambil ponsel. Terlihat ada panggilan masuk dari Panji. Ia pun dengan secepat kilat langsung mengangkatnya.


"Hallo, Kak Panji...," sapa Dira melalui ponselnya.


"Hallo, Dira. Ntar malam aku jemput jam 8 malam, ya," balas Panji.


Setelah lima menit saling mengobrol, telepon pun ditutup oleh Dira. Wajahnya tampak bahagia mendengar ajakan Panji. Ia melihat jam menunjukkan pukul 16.00 WIB, Dira bergegas untuk memilih pakaian yang akan dipakai malam nanti. Ia berdiri menghadap kaca yang ada di kamarnya sambil bergaya ala model di televisi.


"Wah, ini ni baju yang pas. Cocok untuk ngedate dengan Kak Panji. Eh, tapi... yah, ada robekan dikit. Gak mungkin pakai yang ini...," lirih Dira dengan wajah cemberut.


Dira kembali membuka lemari baju dan segera mencari baju yang lain. Dia melihat sebuah dress yang masih terbungkus didalam plastik, dengan rasa penasaran ia pun mengambil dress itu.


Dress siapa ini? Perasaan aku gak ada beli dress deh minggu ini, kok masih terbungkus plastik gini.


"Ah, buka aja. Ini mah namanya rezeki, gak boleh ditolak, hihihi...," lirih Dira.


Dira kaget saat membuka bungkusan itu, betapa bagus dress yang ia dapatkan di rak lemari bawah. Dira membelalakkan mata dan tercengang saat mencobanya didepan kaca.


"Wah, gilak ini bagus banget dress nya. Tunggu... ini mirip deh kayaknya..," lirih Dira.

__ADS_1


Dira mengambil ponselnya, segera ia membuka galeri. Dugaan Dira benar, dress yang ia pakai itu mirip dengan dress yang ia inginkan dari bulan lalu.


"Kok bisa, ya. Jangan-jangan Mama ni yang belikan. Aku harus tanyain hal ini," gumam Dira.


Lalu Dira berjalan keluar dari kamarnya untuk segera menayakan masalah dress itu ke Mamanya. Dira pun menuju kamar Mama, ia mengetuk pintu kamar agar Mamanya segera keluar.


"Ma... Mama...!!," teriak Dira.


Pintu kamar pun dibuka, tapi bukan Mama yang membukakan melainkan Papa Dira.


"Ada apa, teriak-teriak, Dira?" tanya Papa. "Mama kamu mungkin di dapur."


"Papa yang belikan Dira dress itu, ya? Papa so sweet banget sama anak gadisnya," jawab Dira sambil tersenyum malu.


Dira pun berjalan ke arah dapur kembali mencari Mama. Ia begitu penasaran dengan dress itu. Setibanya di dapur, Dira langsung berlari memeluk Mama yang tengah menyiapkan makan malam.


"Mama....!!" teriak Dira lalu memeluk Mama dari arah belakang.


"Kamu kenapa, Dira?" tanya Mama begitu heran.


"Dira sayang banget, deh sama Mama. Makasih banyak ya, Ma...," lirih Dira.

__ADS_1


"Ada maunya ni pasti, sayang-sayang Mama. Tumben, biasanya gak begini," ucap Mama sambil membalikkan badan ke arah Dira.


"Mama pasti kan, yang belikan Dira dress?" tanya Dira dengan senyuman.


"Mama gak ada beliin kamu dress, mimpi kamu, ya...," lirih Mama lalu mencipratkan air ke wajah Dira. "Ayo, bangun!! Jangan mengkhayal terus..."


Dira pun berlari menuju kamarnya lagi, ia bingung dengan keberadaan dress itu.


Lalu siapa yang membelikan dress ini? Gak mungkin kan Pak Udin. Hadeh, kalau terus memikirkan siapa yang memberikan dress ini aku bisa sakit kepala. Baiklah, lupakan!!


Dira pun melanjutkan untuk menyiapkan perlengkapan yang akan ia pakai malam nanti. Dira begitu bersemangat dan tak sabar bertemu Panji.


Jam menunjukkan pukul 19.00 WIB, Dira sudah selesai bersiap-siap. Sembari menunggu Panji menjemputnya, ia mengambil ponsel untuk mengechek instagram Panji. Ntah kenapa, saat itu Dira merasa rindu dengan kehadirannya.


"Kak Panji idaman para cewek, setiap upload foto pasti banyak cewek centil yang komentar," ucap Dira. "Eh, kok cemburu gini, ya."


Sela dan Arsan pun berjalan menuju rumah Dira. Arsan menelepon Panji, ia memintanya agar datang lebih cepat. Karena ada hal penting yang akan mereka beritahu ke Panji. Arsan dan Sela pun sampai di depan pagar rumah Dira. Tak lama kemudian, Panji muncul.


"Kak Panji...!!" teriak Sela.


"Eh, udah lama nunggu?" tanya Panji sambil berjalan menghampiri mereka berdua. "Ngomong-ngomong, mau bahas apa? Kok kalian pada tau aku ada ngedate bareng Dira malam ini?"

__ADS_1


"Jadi, Aurel sama Davin bakalan ngerusak ngedate kalian. Makanya, aku nyuruh kamu buat datang cepat," jawab Arsan. "Pokoknya, kita berdua bakal bantuin kamu jadian sama Dira malam ini."


Sela menganggukkan kepalanya. Mereka pun membuat rencana untuk mengerjain balik Aurel dan Davin.


__ADS_2