Kisah Di Sekolah

Kisah Di Sekolah
Bab 83


__ADS_3

Hari ini bertepatan dengan hari ulang tahun Dira. Alarm ponselnya berbunyi membangunkan dari mimpi indahnya. Dira bergegas menuju kamar mandi untuk segera bersiap-siap, karena hari ini Mama dan Papanya akan mengajak Dira ke suatu tempat. Setelah siap, Dira segera keluar dari kamar menuju ruang tengah. Terlihat Mama dan Papa sudah menunggunya.


"Cantik banget anak Mama hari ini," ucap Mama ke Dira.


"Ya cantik dong, kan cantiknya turunan dari Mama," jawab Dira. "Bener gak, Pa?"


"Bener, kalian berdua cantik, gak ada duanya," balas Papa dengan senyuman.


Akhirnya mereka pun berangkat. Di perjalanan, Dira asyik bermain ponsel. Tiba-tiba, Dira ingat dan melontarkan pertanyaan ke Mama kemana tujuan mereka saat itu.


"Ma, kita mau kemana, ya?" tanya Dira.


"Ke Pantai, Dira," jawab Mama. "Kenapa?"


"Teman-teman Dira gak boleh ikut, ya?" tanya Dira lagi.


"Boleh, kalau mereka mau ikut," balas Mama.


Dira secepat kilat mengambil ponsel, lalu segera menelepon satu per satu teman-temannya. Tapi, malah mereka tidak ada yang bisa menemani liburan Dira saat itu. Wajahnya berubah cemberut.


"Hmmm ... masa satu pun dari mereka gak ada yang bisa, segitu sibuknya, ya," gumam Dira.


"Gimana, Dira? Teman-teman kamu bisa ikut?" tanya Papa.


"Huuftt, mereka pada sibuk, Pa. Gak apa kok, lain waktu kan masih bisa," jawab Dira dengan nada sedih.


Setelah menempuh perjalanan sekitar sejam, akhirnya mereka sampai di tujuan. Dira terlebih dahulu turun dari mobil dan berjalan kearah bangku yang tersedia dibawah pohon. Ia duduk menikmati hembusan angin disana. Seketika ia teringat dengan Panji dan dua sahabatnya itu.


Kenapa kalian tidak mau nemani aku sih, ini kan hari ulang tahunku. Dan kalian gak ada ucapin sama sekali, apa segitu sibuknya sampai lupa ...


Mama dan Papa berjalan kearah Dira sambil membawa sebuah kotak. Dira merasa heran dengan kotak itu. Ia mulai melontarkan pertanyaan ke Mama.


"Ma, kotak apa itu?" tanya Dira.


"Bukan apa-apa, Dira," jawab Mama.


Dira semakin curiga dengan tingkah Mama saat itu. Saat ia membalikkan badan, tiba-tiba saja terdengar nyanyian selamat ulang tahun dari arah belakang Dira. Ia terkejut, spontan berbalik kearah belakang. Terlihat disana ada Panji, Davin, Arsan dan juga Sela sedang memberikan kejutan buat gadis mungil itu.


"Selamat ulang tahun, Dira," ucap mereka berempat secara serentak.


Dira segera berjalan mendekat kearah mereka, lalu memeluknya.


"Makasih, ya. Aku kira kalian beneran lupa," tutur Dira sambil meneteskan air mata bahagia.

__ADS_1


"Dira, maaf ya kalau aku bohongin kamu. Jangan sedih gitu, dong ...," lirih Panji.


"Dira sedih karna bahagia, Kak. Kenapa sih kalian pada ngerjain aku, kan aku jadi sedih ni," ucap Dira dengan wajah manyun.


"Sekali setahun kita ngerjain kamu, Dir," jawab Sela.


"Yaudah, buruan potong kuenya," sambung Davin.


"Keburu laper, Dir," cetus Arsan dengan candaan.


Dira pun memotong kue dan menyuapkan satu persatu teman-temannya, tak lupa Mama dan Papa juga ia beri suapan.


"Dira, sekarang kamu potong lagi kuenya. Terus beri ke satu orang cowok yang paling kamu sayang," ucap Arsan.


Dira pun mulai memotong kue itu lagi. Sambil berfikir untuk siapa potongan kue itu ia berikan. Dira sedikit gugup, lalu ia berjalan mengarah ke Arsan. Panji tertunduk karena mengira akan memberikan kue itu ke Arsan. Namun, tidak seperti yang ia bayangkan. Dira berdiri tepat dihadapannya saat itu. Panji kaget ketika melihat gadis yang ia sayangi mulai mengingat semua kisah yang mereka berdua lalui.


"Kamu serius, Dira?" tanya Panji.


"Emang Dira selalu bercanda, ya? Ini buat Kak Panji, spesial paling gede Dira potongin," jawab Dira.


"Suapin dong, Dir," cetus Arsan.


Dira pun mulai menyuapi Panji dengan senyuman manis dari sudut bibirnya. Setelah acara suap-suapan itu selesai. Mereka pun duduk dibawah pohon yang rindang sambil menghirup udara segar. Panji duduk bersebelahan dengan Dira, ia memegang tangan gadis itu dan mengajaknya untuk berkeliling pantai.


"Kemana, Kak?" tanya Dira.


"Kita keliling sambil ngobrol, teman yang lain juga ikut kok," jawab Panji.


Mereka pun berdiri dan berjalan kearah pasir yang menuju ke pantai. Panji tak henti-hentinya menggenggam tangan Dira.


"Wah, udah kayak pasangan serasi aja kalian," tutur Davin.


"Ah, Kak Davin bisa aja," jawab Dira.


"Bener loh, Dir yang Kak Davin bilang," sambung Sela.


"Aku yakin kamu pasti mulai ingat, Dira," ujar Arsan.


Dira mulai pusing, ia memegangi kepalanya saat itu. Dan benar, ia sedikit mengingat hal yang ia alami bersama Panji.


"Kak, Kak Panji, Dira sedikit ingat," ucap Dira.


"Kamu ingat apa, Dir?" tanya Panji.

__ADS_1


"Kita kenal berawal pas Kak Panji main ke rumah, kan? Mama Kak Panji yang ngenalin," jawab Dira dengan wajah bahagia karena berhasil mengingat sosok Panji lebih dalam.


"Bener, Dir. Aku yakin kamu pasti bakalan ingat aku ini siapa," balas Panji sambil tersenyum.


Mereka pun mengelilingi area pantai. Panji meminta waktu untuk mengobrol berdua bersama Dira saat itu. Akhirnya, teman-teman Dira pergi meninggalkan mereka berdua.


"Dira, kamu tau, aku begitu menyayangimu," ungkap Panji.


"Kenapa Kak Panji ngomong kayak gitu?" tanya Dira.


"Karna emang aku sayang dari awal kenal kamu," jawab Panji.


"Kak, kepala Dira sakit ...," lirih Dira sambil memegangi kepala dan menutup matanya.


Panji memberika kecupan dikening Dira hingga membuat Dira kaget dan membuka kedua matanya.


Yaampun, kenapa aku jadi berdebar gini. Gak seperti biasanya ...


"Kak, Kak Panji gak apa-apa kan?" tanya Dira bingung.


"Harusnya, aku yang nanyain itu ke kamu, Dira ...," lirih Panji. "Kamu yang sakit kok, malah kamu yang khawatir ke aku."


"Heheh, habisnya Kak Panji segitu sayangnya ke Dira," ucap Dira dengan tertawa kecil.


Panji mencubit kedua pipi Dira saat itu. Davin melihat dari kejauhan, ia begitu cemburu dengan kemesraan mereka berdua. Arsan melihat raut wajah Davin menaruh ras curiga.


"Eh, kamu cemburu, Vin?" tanya Arsan.


"Ya enggaklah, ngapain cemburu coba," jawab Davin dengan beralasan. "Ni ada Sela, sama dia aja aku, hahaha."


"Boong, aku tau gerak gerik orang yang sedang cemburu, ngaku ayo ngaku!!" ujar Arsan memaksa Davin.


"Dih, si Arsan ngegas nih, Sel. Tolongin kenapa," ucap Davin.


"Halah, sama-sama cemburu kalian berdua," balas Sela.


"Ni anak juga ngeselin ya, yuk Vin kita habisi Sela, hahaha," tutur Arsan sambil berlari mengejar Sela.


Panji dan Dira berjalan menyusul teman-temannya. Mereka melihat Davin dan Arsan sedang mengejar Sela saat itu. Dira tertawa melihat aksi kocak sahabatnya.


"Sel, kamu jadi rebutan dua cogan!!" teriak Dira.


Akhirnya mereka tiba ke tempat peristirahatan. Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB, mereka segera bergegas untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2