
Bel berbunyi memaksa mereka untuk menuju ke kelas. Panji, Sela dan Arsan berjalan duluan ke kelas mereka. Sedangkan Dira masih tertinggal dibelakang mengikat tali sepatunya yang lepas. Tiba-tiba, lelaki yang menolong Dira itu berjalan mendekati Dira. Nama lelaki itu adalah Davin Wijaya, dugaan Dira benar, bahwa foto yang ia lihat diinstagram waktu itu memang lelaki dihadapannya.
"Hei, kok kamu sendirian? Teman-teman kamu yang lain ke mana?" tanya Davin.
"Mereka udah jalan duluan, Kak," jawab Dira. "Nama Kakak siapa?"
"Davin Wijaya, salam kenal, ya," tutur Davin sambil tersenyum. "Kamu siapa?"
"Aku Indiria, Kak Davin. Oh ya, makasih ya Kak waktu itu udah nyelamatin aku," ungkap Dira dengan membalas senyum.
"Ya, sama-sama. Udah tugas seorang cowok melindungi cewek. Boleh minta nomor HP kamu, Indira?," tanyanya sambil menyodorkan ponsel kehadapan Dira.
Dira pun memasukkan nomornya ke ponsel Davin. Tak lama kemudian, Panji berbalik arah. Karena, ia sudah dari tadi menunggu Dira di mading tak kunjung tiba. Panji melihat Dira sedang berduaan bersama Davin. Wajahnya terlihat kesal, ia pun berjalan kearah mereka berdua, lalu menarik tangan Dira.
__ADS_1
"Anak baru itu ngapain dekatin Dira," gumam Panji.
"Dira, kamu lama kali jalannya, yuk ikut aku!!" ajak Panji dengan menarik tangan Dira.
"Kak Panji kok belum nyampai kelas?" tanya Dira. "Kak Panji ngintip, ya? Nguping, ya? Ayo, ngaku!! Hahaha."
"Awas ya kamu dekat-dekat sama anak baru itu," ucap Panji dengan wajah kesal.
"Udah, pokoknya kamu harus tetap disisiku, Dira. Jangan ke mana-mana," ucap Panji sambil menarik tangan Dira dan menatapnya.
Mereka saling bertatapan, wajahnya saling berdekatan. Tubuh Dira seakan kaku, tak kuat menatap kedua mata Panji yang begitu tajam. Jantungnya berdetak kencang. Dira mengatur nafas secara perlahan-lahan agar tak terlihat gugup.
"Kak Panji, Dira duluan, ya. Nanti Dira telat," ucap Dira lalu berlari menuju kelas.
__ADS_1
Duh, kenapa sih Kak Panji kalau natap bikin aku gemeteran. Tapi, kalau dilihat-lihat, kayaknya Kak Panji cemburu deh aku dekat dengan Kak Davin. Lucu lagi kalau dia kesel. Gemesin.
Begitu sampai di kelas, Sela menghampiri Dira dengan rasa penasarannya terhadap anak baru yang bernama Davin itu.
"Dir, kamu kenal ya sama cowok ganteng itu?" Siapa namanya, Dir? Kenalin dong, please....," lirih Sela dengan memohon.
"Ya ampun, baru aja masuk udah nanyain cowok. Dasar jomblo, Hahaha," jawab Dira sambil tertawa. "Namanya Davin, Sel."
"Ih, jangan gitu dong, Dir. Eh, gimana Kak Panji?" tanya Sela.
"Dia cemburu banget, Sel. Tadi kan pas kalian ninggalin aku, Kak Davin nyamperin aku tuh. Kak Panji malah balik lagi ke kantin. Dia marahin aku, gak boleh deket-deket Kak Davin," jelas Dira dengan semangat.
Setelah lama Dira dan Sela mengobrol, akhirnya jam pelajaran dimulai. Arsan merenung, seperti memikirkan sesuatu. Sela penasaran dengan tingkahnya, ia pun melempari Arsan dengan gulungan kertas kearah Arsan dan mengenai pipinya. Arsan kaget ia menoleh ke kanan, kiri, serta belakang mencari tahu siapa yang baru saja meleparnya dengan gulungan kertas itu. Arsan tak menyadari bahwa Sela yang melakukan hal itu. Sela tertawa terbahak-bahak melihat Arsan yang kebingungan.
__ADS_1