Kisah Di Sekolah

Kisah Di Sekolah
Bab 31


__ADS_3

Saat jam istirahat, Dira, Arsan dan Sela bergegas ke belakang panggung untuk membagikan kotak makanan. Setelah selesai, Dira tak sengaja melihat Panji dan Nadin sedang asyik mengobrol. Dan kedengarannya seperti serius.


"Eh, aku boleh minta nomor kamu gak, Panji. Mana tau ada keperluan bisa hubungi kamu, kamu tau gak?" tanya Nadin sambil tersenyum kearah Panji.


"Enggak, aku gak tau," jawab Panji dengan bingung. "Emang apa?".


"Mama sering banget nanyain kamu, kan kamu sering ke rumah. Semenjak kita putus kamu gak pernah datang lagi. Kamu gak ingat masa lalu kita, Panji? Kamu gak pengen kita kayak dulu lagi?" tanya Nadin sambil menarik tangan Panji lalu menggenggamnya.


"Nadin, aku....." Panji melepaskan tangannya dari genggaman Nadin.


Belum selesai Panji berbicara, Dira menjatuhkan kotak makanan yang ia bawa. Nadin dan Panji kaget dan mengarahkan pandangan ke arah Dira. Dira pun berlari mencari Sela. Ia menahan air mata yang hampir saja jatuh membasahi pipinya itu. Dira pun duduk di depan perpustakaan. Dari kejauhan, Sela melihat Dira sedang duduk sendirian. Sela pun berjalan kearah Dira.


"Dir, kamu kenapa di sini?" tanya Sela dengan wajah heran.


"Aku dari tadi nyariin kamu, Sel", jawab Dira sambil memeluk Sela.


"Eh, tunggu dulu. Kamu nangis ya?" tanya Sela sambil melepaskan pelukan Dira dengan curiga. "Kamu kenapa, Dira? Cerita sama aku!!".


"Enggak, apaan sih, Sel. Mataku cuma kelilipan doang," jawab Dira sambil mengucek kedua matanya. "Arsan mana, Sel?".


Tiba-tiba saja Arsan datang mengagetkan Dira dan Sela yang tengah asyik berbincang. Arsan tertawa terbahak-bahak melihat mereka berdua terkejut. Dira dan Sela pun bergegas meninggalkan Arsan yang tengah tertawa sangking kesalnya.


"Dira, Sela, tunggu!!" teriak Arsan sambil berlari mengejar Dira dan Sela.


Acara pentas seni pun selesai. Dira bergegas untuk pulang, ia mengambil ponsel untuk menelepon Pak Udin. Tiba-tiba Panji datang menarik ponsel Dira dan mematikan telepon itu. Dira kaget, lalu menarik kembali ponselnya dari tangan Panji. Dira memasang muka masam ke Panji.

__ADS_1


Saat Panji ingin mengeluarkan kalimat dihadapan Dira, Dira pun pergi kearah luar pagar. Panji mengikuti Dira, ia segera melajukan langkahnya. Akan tetapi, langkah Dira kalah laju dengan lelaki bertubuh tinggi dan tegap itu. Panji menarik tangan Dira hingga hampir terjatuh kepelukan Panji.Tatapan mata Panji yang begitu dalam membuat Dira gugup, bola mata indahnya seperti menghipnotis Dira. Lalu, Dira mengucek kedua mata dan melepaskan tangannya dari Panji.


"Kak Panji apa-apaan, sih," ujar Dira dengan wajah kesal.


"Maaf, gak sengaja, Dir. Kamu kenapa sih jutek banget?" tanya Panji. "Kamu cemburu dengan Nadin?".


Ya, aku cemburu. Puas!!


"Cemburu kenapa? Emang Kak Panji siapanya Dira? Kita cuma teman tau," jawab Dira sambil menahan kekesalan dihatinya lalj menolak pelan tubuh Panji.


Tit.. tit...


Klakson mobil terdengar, Dira pun pergi meninggalkan Panji, ia berjalan menuju mobil. Panji bergegas ke parkiran untuk mengambil sepeda motornya. Arsan dari kejauhan melihat wajah Panji yang penuh dengan penyesalan, Arsan pun datang menghampirinya.


"Eh, Panji, udah mending kamu balikan aja deh sama mantan kamu itu," ucap Arsan sambil menaikan alisnya. "Dira lebih pantas sama Arsan ketimbang sama kamu, Panji."


Sela yang melihat Arsan dan Panji tengah ribut langsung berlari melerai mereka. Sela pun kebingungan, kebetulan ada Raka. Sela pun memanggilnya dari parkiran.


"Raka!! teriak Sela. "Sini dulu, please bantuin."


"Ada apa, Sel?" tanya Raka bingung. "Bantu apa?".


"Itu, Arsan sama Kak Panji berantem gara-gara rebutin Dira," ucap Sela panik.


Mereka pun berlari melerai Arsan dan Panji yang sedang bertengkar. Raka pun menarik Panji sedangkan Sela menarik Arsan membawanya ke depan pagar sekolah. Sela memarahi Arsan sejadi-jadinya.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih, Ar harus ribut cuma masalah kecil doang. Kalau Dira tau dia pasti bakalan marah. Aku tau kamu udah lama banget suka sama Dira, tapi kamu tau kan, Dira itu gak akan mungkin mau terima kamu. Dia udah anggap kamu seperti saudaranya. Dan yang lebih penting lagi, Dira gak ingin menghancurkan persahabatannya cuma gara-gara cinta!!" bentak Dira.


"Sel, tapi aku gak bisa kayak gini terus-terusan memendam perasaan. Aku pengen ungkapin secepatnya. Soal diterima atau enggak itu terserah Dira," ucap Arsan sambil menyandang tasnya. "Ya udah, yuk kamu pulang sama aku aja, Sel."


Akhirnya, Sela dan Arsan pulang. Sedangkan Raka dan Panji berjalan ke depan ruang guru. Panji menceritakan kekesalannya terhadap Arsan. Ternyata, Panji dan Arsan sama-sama menyimpan perasaan ke Dira. Raka hanya menggelengkan kepala.


"Ada-ada saja kalian ini. Emangnya Dira mau sama kalian?" tanya Raka sambil memegang pundak Panji. "Kan belum tentu dia mau, Dira itu anaknya fokus sama belajar. Mana mungkin dia mau pacaran."


"Bodo amat, yang penting udah ungkapin perasaan," jawab Panji.


Lalu mereka pun menuju parkiran dan bergegas pulang. Panji masih sabar menahan perasaannya ke Dira. Diperjalanan pulang, Panji berencana ingin memberikan kejutan untuk Dira.


Dira, walaupun kamu tidak menerimaku. Aku akan tetap nungguin cinta kamu sampai kamu lulus sekolah.


Sampai di rumah, Dira langsung mengganti seragam sekolahnya. Tiba-tiba ia teringat dengan kotak pemberian dari Panji, Dira pun mencari kotak itu. Satu kamar ia bongkar, keluar masuk kamar tapi tetap tidak ketemu kotak itu. Mama melihat Dira yang tengah kebingungan langsung menghampiri.


"Dira, kamu kenapa mondar-mandir?" tanya Mama.


"Mama.. Mama ada ngelihat kotak warha hitam gak, Ma? Kotaknya kecil, kira-kira sebesar ini," jawab Dira sambil menunjukkan kotak snack yang ia bawa.


"Hitam? Oh, Mama udah buang ke tempat sampah yang ada di dapur," ucap Mama. "Habis Mama kira....."


Belum selesai Mama berbicara Dira langsung berlari ke dapur untuk mencari kotak itu di tempat sampah. Dira mengobrak-abrik semua sampah tak juga ia temukan. Lalu, Dira berlari kearah pintu taman belakang rumah, ia mencari di sana, akhirnya ia menemukan kotak itu walaupun sedikit terbakar dibagian ujung kotak hitam itu. Dira masuk membawanya ke dalam kamar.


Syukurlah, akhirnya nemu juga nih kotak. Nasib baik belum terbakar semua. Dasar, Dira si ceroboh!!

__ADS_1


Dira lalu membuka kotak itu, ternyata isinya adalah boneka love berukuran mini ditengahya ada tulisan PANJI. Dan terselip sepucuk surat, Dira pun membaca surat itu.


Dira, kamu tau ada yang lebih indah dari pelangi, yaitu kamu. Ada yang lebih membuat jantung berdebar selain ujian, yaitu kamu. Kamu tau, aku s..., apa kelanjutannya ini? Kenapa aku penasaran banget sama surat ini malah isinya kepotong lagi karena kebakar. Batinnya.


__ADS_2