Kisah Di Sekolah

Kisah Di Sekolah
Bab 48


__ADS_3

Begitu sampai di depan pagar rumah Dira, Davin pun menarik tangannya. Dira terlihat risih, dengan spontan melepaskan tangannya dari genggaman Davin.


Apa-apaan sih Kak Davin. Aku risih banget.


"Maaf, Dir. Aku cuma mau nanya, kamu ntar malam sibuk?" tanya Davin.


"Enggak, Kak," jawab Dira. "Kenapa tu?"


"Ntar malam jalan, yuk..!!" ajak Davin sambil tersenyum.


"Dira gak bisa janji, soalnya Dira ada janji juga sama Kak Panji," ujar Dira dengan membalas senyum.


Davin terdiam saat mendengar jawaban dari Dira. Ia begitu kesal di tolak mentah-mentah. Davin mulai berfikir untuk membatalkan niat Dira untuk bertemu dengan Panji malam ini.


"Kak, Dira masuk duluan, ya...," ucap Dira lalu berjalan membuka pintu pagarnya.


"Ya, Dir. Bye....," balas Davin.


Begitu Dira masuk, diotaknya muncul ide jahat untuk menjauhkan Panji dari kehidupan Dira. Ia pun segera menelepon Aurel, mereka berniat akan berjumpa disuatu cafe. Setelah menelepon Aurel, Davin menghidupkan sepeda motornya.

__ADS_1


"Lihat aja kamu, Panji. Gak akan aku biarkan Dira jatuh hati denganmu, sakit hatiku ini akan terbalaskan. Bisa-bisanya aku ditolak cewek...," gumam Davin.


Davin pun melanjutkan untuk menuju cafe yang sudah ia janjikan ke Aurel barusan. Perjalanan yang ditempuh hanya lima menit. Begitu sampai di parkiran, Davin mengambil ponsel dari saku celananya. Segera ia menelepon Aurel untuk mengabari bahwa sudah sampai.


"Rel, aku udah sampai nih, cepetan!!" ucap Davin melalui ponselnya.


"Ya, aku udah dekat kok," balas Aurel.


Telepon dimatikan oleh Davin. Tak lama kemudian, SMS dari Aurel masuk ke ponsel Davin. Aurel mengatakan bahwa ia sudah sampai. Davin pun menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Aurel. Ternyata, Aurel dibelakang Davin, lalu mengagetkannya.


"Davin!!" teriak Aurel.


"Gilak kamu, ya. Ngagetin tau gak, aargghh...," ucap Davin dengan wajah kesal.


"Ngobrol di dalam aja, yuk..!!" ajak Davin.


Mereka berdua pun menuju kedalam cafe itu untuk membahas lebih lanjut soal rencana yang akan mereka buat. Sesampainya di dalam cafe, mereka pun memesan minuman. Sembari menunggu pesanan datang, mereka melanjutkan pembahasan di luar tadi.


"Buruan lanjut, Vin...!!" perintah Aurel.

__ADS_1


"Ntar malam, Dira sama Panji bakal janjian. Gimana kalau kita ikuti mereka, kita harus gagalin rencana Panji. Pasti dia mau nembak Dira," ucap Davin.


"Ah, yang bener aja kamu, Vin...," lirih Aurel. "Aku gak yakin Panji seleranya rendah begitu."


"Terserah kalau kamu gak mau percaya, males deh kerjasama dengan kamu lagi, Rel," ungkap Davin lalu berdiri ingin meninggalkan Aurel. "Aku cabut kalau gitu."


"Eh.. Eh.. tunggu!! Aku percaya kok. Davin!!" teriak Aurel mengejar Davin.


Setelah Aurel berhasil membujuk Davin, akhirnya mereka kembali ke meja tadi. Minuman pesanan mereka pun tiba, sambil menikmati minuman itu, mereka mencari cara agar bisa membatalkan niat Panji menyatakan perasaannya malam ini.


Hampir satu jam mereka membahas soal pertemuan Dira dan Panji. Akhirnya Davin mendapat cara untuk menggagalkan rencana Panji. Setelah selesai membahas, mereka segera pergi dari cafe itu. Tanpa sadar, Arsan tengah berada di cafe itu juga. Tak ada yang mengetahui keberadaannya, karena ia memakai topi yang sudah tersambung dijaket hoodie. Arsan mendengarkan percakapan antara Davin dan Aurel yang licik itu. Tak lupa ia mengambil foto mereka yang asyik tertawa. Davin dan Aurel pun keluar meninggalkan cafe.


"Dasar para bedebah licik...!!," lirih Arsan.


Arsan mengambil ponselnya, ia pun segera mengirimkan foto yang barusan ia ambil ke Sela melalui via whatsaap.


[Arsan : Sel, lihat ni foto.]


[Sela : Davin sama Aurel itu kan?]

__ADS_1


[Arsan : Mereka lagi rencanain buat menggagalkan niat Panji untuk nembak Dira, Sel. Kita gak bisa tinggal diam!!]


Setelah cukup lama Arsan dan Sela membahas itu. Akhirnya mereka membuat janji untuk ke rumah Dira jam 19.00 WIB.


__ADS_2