
Pagi yang cerah, kicauan burung pun mulai terdengar membangunkan Dira dari tidurnya. Ia melihat ke arah jam di atas meja. Dira tersontak kaget lalu terduduk melihat jam menujukan pukul 07.00 WIB. Dira pun mengambil ponsel yang berada di atas meja, dilihatnya dengan mata setengah tertutup. Ia lalu mengucek kedua matanya, ternyata hari ini adalah hari Minggu.
"Ya ampun, untung ini hari Minggu. Kirain bakal telat lagi," gumam Dira.
Dira beranjak dari tempat tidur, lalu segera ke kamar mandi untuk mencuci muka. Dira berjalan ke dapur, ia melihat ada piring berisi roti yang sudah disajikan di atas meja, Dira pun mengambil piring itu. Dira mondar-mandir mencari Mamannya. Tapi, tak juga ada. Lalu, Dira pergi ke teras rumah, ia melihat ada Pak Udin di sana, Dira pun menghampirinya.
"Pak, Mama ke mana, ya?" tanya Dira sambil membawa piring berisi roti.
"Mama sama Papa baru saja pergi, Non Dira," jawab Pak Udin. "Katanya, sih ada keperluan."
Tiba-tiba terdengar suara klakson sepeda motor dari luar pagar, Dira pun berjalan ke arah pagar untuk membuka kunci pintu tersebut. Dira begitu kaget, ternyata yang datang Arsan.
__ADS_1
"Arsan, ngapain pagi-pagi ke rumah?" tanya Dira heran. "Kamu mau belajar? Kok gak ngabari dulu, sih."
"Aku cuma mau ngantarin sarapan buat kamu, Dir," jawab Arsan sambil menyodorkan kantong plastik berwarna hitam ke Dira. "Aku pulang dulu ya, Dira." Arsan tersenyum.
"Hati-hati dijalan, Arsan," ujar Dira mengambil kantong itu. "Makasih sarapannya." Dira membalas senyuman.
Dira kembali menutup pintu pagarnya, kira-kira baru berjalan beberapa langkah terdengar suara klakson mobil. Dira pun menghentikan langkahnya, lalu berbalik arah menuju pintu pagar. Dira sedikit kesal, karena baru saja ia beranjak dari tempat itu, dan harus kembali membuka pintu pagar.
Dira pun kembali membuka kunci pintu pagar. Dengan wajah kesalnya, ia langsung keluar untuk melihat siapa orang yang datang itu.
"Siapa sih, bikin ke..." belum selesai Dira melontarkan ucapannya, ia kaget, ternyata Panji yang berada didalam mobil itu. Lalu, Panji membuka pintu mobil itu dan menghampiri Dira.
__ADS_1
"Hei, Dira, maaf ganggu waktu kamu. Ini aku bawain sarapan dan cemilan buat kamu," tutur Panji sambil menyodorkan tiga plastik besar berwarna putih.
"Banyak banget ini, Kak Panji habis dari mana?" tanya Dira heran."Tumben pagi-pagi ke rumah."
"Dari mall didekat sekitar rumah kamu sini, Dir. Jadi sekalian singgah bawain ini buat kamu," jawab Panji dengan senyuman. "Ya udah, aku pulang dulu ya, Dira." Panji menutup kaca mobilnya lalu pergi.
Aneh, ada apa dengan Arsan dan Kak Panji. Sama-sama bikin bingung mereka berdua.
Dira pun menutup pintu pagar dan bergegas ke dalam rumah untuk melihat apa yang Arsan dan Panji berikan ke Dira. Satu per satu dibuka, Dira terkejut, karena ada makanan yang selama ini ia inginkan ada dipemberian Arsan dan Panji. Bagaimana Dira tidak kaget, mereka tahu kesukaannya, padahal Dira tidak pernah bercerita soal itu.
Ini makin aneh, gimana mereka berdua bisa tau kesukaan aku. Cerita aja gak pernah, siapa orang dibalik semua ini. Makin penasaran, ada apa ya dengan Arsan dan Kak Panji.
__ADS_1