Kisah Di Sekolah

Kisah Di Sekolah
Bab 66


__ADS_3

Dira berjalan menuju parkiran, saat itu Davin sudah menunggunya. Ia segera berjalan menghampir pria yang sedang duduk di atas motor. Panji baru saja tiba di parkiran, ia mengarahkan pandangannya ke Dira dan Davin. Begitu Dira sampai di hadapan Davin, ia segera naik keatas motor itu. Lalu, Davin menyalakan kendaraannya dan segera mengantarkannya pulang. Panji diam-diam mengikuti mereka berdua dari belakang.


"Sampai kapan pun, aku gak akan biarin Davin merebut Dira," gumamnya.


Saat Panji mengikuti mereka, tak sengaja Dira melirik kebelakang. Matanya melebar, ia kemudian mengucek mata dengan tangannya, ia merasa bahwa itu mimpi. Panji melambaikan tangannya ke arah Dira, sudut mulutnya muncul melengkung membentuk senyuman. Panji membalas senyuman itu.


Kak Panji beneran istimewa menurut aku, dia bahkan rela ngikutin aku ...


Davin sedikit melajukan motor yang dikendarainya. Dira terpaksa menyentuh pinggang Davin saat itu karena motor melaju lumayan kencang, membuat Dira sedikit takut. Panji yang masih dibelakang tiba-tiba bersebelahan dengan mereka, lalu melajukan motornya. Dira hanya bisa memandangi pria yang ia sukai itu lama kelamaan tak lagi terlihat.


Kak Panji malah pergi, padahal aku masih rindu pengen lihat wajahnya. Hiks hiks, kenapa sih harus kenal sama cowok ini ...


"Dira, kamu coba kalau lagi berdua gini yang romantis dikit kenapa," ucap Davin dengan sedikit mengeraskan suaranya. "Bisa gak anggap aku ini ada?"


"Romantis gimana, Kak?" tanya Dira.


"Duh, kapan sih bisa buka pintu hati kamu untuk aku," jawab Davin. "Pegangan yang kuat!!"


Cari kesempatan aja ni orang.


Davin semakin melajukan sepeda motor itu. Diperjalanan, Dira menggerutu sendiri. Saat Davin mengerem mendadak, Dira terhempas ketubuh pria itu, secara tak sengaja memeluknya. Dira tampak kesal, ia mengepalkan tangan dengan maksud ingin meninju secara pura-pura, tapi Davin melihat aksinya dari kaca spion motor.


"Kamu mau ninju aku, Dira?" tanya Davin. "Ayo tinju, cepat!!"


"Siapa yang mau ninju, ini nih ada lalat hinggap di helm Kak Davin," jawab Dira lalu memukul helm Davin. "Nah, kena kan. Kena lagi, husss pergi."


Akhirnya sampai di depan pagar rumah Dira, ia segera turun dari sepeda motor itu. Baru beberapa langkah ingin meninggalkan Davin. Pria itu menarik tangan Dira cukup kuat hingga membuatnya berbalik arah dan bertatapan dengan Davin.


"Nah, begini aku bisa menatap mata kamu lebih dekat ...," lirih Davin sambil membuka kacamata Dira. "Sungguh, kamu cantik, Indira ..."


Ni orang mau apa sih, jangan apa-apakan aku, tolong ...


Dira memejamkan matanya, saat itu juga Davin melepaskan tangan Dira dari genggamannya hingga wanita itu tersentak kaget.


"Aaarrggghh, aku gak bisa tidur malam ini gara-gara melihat kamu, Dira!!!" ucap Davin sambil menutup wajah dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Ma ... maksudnya?" tanya Dira gugup.


"Kamu buat aku ... ah sudahlah, aku mau pulang," jawab Davin. "Jangan ketemuan sama cowok lain, awas kamu!!"


Dira menganggukkan kepala. Saat ia hendak membuka pintu pagar, tiba-tiba terdengar suara motor dan sepertinya tak asing bagi Dira.


Siapa lagi nih, tapi ... kayaknya aku kenal sama suara motornya. Pasti Kak ...


Dira membalikkan badan, dugaannya benar bahwa itu adalah Panji.


"Kan, bener pasti Kak Panji," ucapnya dengan wajah bahagia. "Kok tiba-tiba udah di sini aja, Kak?"


"Keren gak, udah mirip superhero gak?" tanya Panji. "Ngomong-ngomong, aku ni udah kayak selingkuhan kamu aja deh, Dir."


"Sedikit keren, superhero pelindungnya Dira, hahaha," jawab Dira dengan tertawa. "Maafin Dira, Kak ..."


"Nih, aku beliin makanan. Langsung dimakan, ya," ucap Panji. "Ya udah buruan sana masuk, sampai jumpa nanti malam Dira sayang.


"Maafin Dira, ya. Kak Panji tetap selalu ada kok dihati Dira ...," lirih Dira. "Bye Kak Panji."


Jam menunjukkan pukul 19.00 WIB, Dira sedang asyik menonton di ruang tengah. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, ternyata pesan dari Davin.


[Davin : 5 menit lagi aku jemput kamu.]


Dira kaget, langsung berdiri dari sofa yang ia duduki. Dira bergegas menuju kamar untuk mengganti pakaiannya. Dalam waktu lima menit selesai, tak lupa Dira tetap menggunakan kacamatanya. Terdengar suara klakson sepeda motor dari arah luar, Dira berjalan menuju sumber suara.


"Buruan naik, kamu pernah nonton bioskop sebelumnya?" tanya Davin. "Kita nonton film romantis, ya ..."


"Terserah Kak Davin aja deh," jawab Dira. "Dira tu gak pernah nonton bioskop, Dira cuma nonton di laptop atau gak di TV."


Davin sedikit melajukan sepeda motor yang dikendarainya. Begitu sampai tujuan, Dira mengeluarkan ponsel untuk memberitahu Panji bahwa ia sudah sampai. Davin curiga saat Dira tengah asyik mengetik pesan itu.


"Kamu lagi chat siapa?" tanya Davin.


Dira langsung memblokir sementara nomor whatsapp Panji dan menghapus pesannya.

__ADS_1


"Chat sahabat Dira," jawabnya.


Davin menarik paksa ponsel yang digenggam Dira saat itu. Davin mengecek pesan whatsapp satu persatu, dan tidak ada yang mencurigakan. Davin pun mengembalikan ponsel itu ke Dira.


"Ya udah, yuk masuk!!" ajak Davin.


Dira memainkan ponsel secara diam-diam agar tak ketahuan oleh Davin. Panji memberitahu bahwa ia sudah sampai di cafe bioskop bersama Aurel. Pada saat mereka akan masuk, Dira berpura-pura izin ke kamar mandi. Begitu pula sebaliknya yang dilakukan Panji. Tanpa sadar, Davin dan Aurel bertemu di bangku bioskop itu.


"Loh, kok ada kamu, Vin?" tanya Aurel heran.


"Kamu juga ngapain di sini ,Rel? Haduh, merusak suasana aja kamu," ucap Davin.


"Heh, kalau gak karna Panji yang ngajak aku juga gak bakal mau lihat kamu!!" balas Aurel dengan nada sedikit kesal.


"Oh ya? Jangan-jangan kamu naksir lagi sama aku, makanya buntuti aku," tutur Davin.


Film pun diputar, Dira dan Panji pun tak kunjung tiba. Davin berdiri dari bangkunya karena kesal lagi-lagi sudah dibohongi oleh Dira.


"Dira!! Teruslah kamu mainkan aku!!" ucap Davin dengan keras. Membuat orang yang sedang menikmati film itu terganggu.


"Hei, kita mau nonton."


"Jangan berisik dong, gangguin kita lagi nonton aja."


Davin pun kembali duduk, Aurel sedikit memarahinya.


"Bisa diam gak sih, yang lain pada nonton," ucap Aurel berbisik.


"Kamu gak nyariin Panji? Dira sama Panji kabur tau," balas Davin.


Film belum berakhir, Davin pun keluar dari dalam bioskop itu untuk mencari Dira. Aurel ikut menyusulnya saat itu. Mereka menyusuri satu persatu untuk menemukan keberadaan Dira dan Panji, padahal mereka berdua sedang berada di pasar malam menikmati suasana romantis berdua.


"Gimana ya reaksi Kak Davin sama Kak Aurel, pasti kaget tuh, hahaha," ucap Dira sambil tertawa.


"Eh, kok bisa ada kamu sih, Vin. Eh, kamu ngapain di sini, Rel. Lucu tu kalau mereka ketemu," balas Panji.

__ADS_1


Mereka saling tertawa bahagia, satu persatu area permainan mereka coba. Jam menunjukkan pukul 21.00 WIB, Panji mengantarkan Dira pulang ke rumahnya. Begitu sampai rumah, Dira langsung menuju kamar dan melanjutkkan untuk tidur.


__ADS_2