Kisah Di Sekolah

Kisah Di Sekolah
Bab 21


__ADS_3

Saat Rena berada di parkiran, tak sengaja ia melihat Dira. Rena tercengang, Dira sangat berbeda dari biasanya. Rena langsung berjalan ke kelas Aurel untuk memberitahunya soal Dira. Begitu sampai di kelas Aurel, semua siswa di dalam kelas menutup telinga mendengar suara cempreng Rena.


"Kak Aurel.. Kak!!!" teriak Rena.


"Berisik tau Ren, ada apa sih teriak-teriak?" tanya Aurel.


"Itu.. si cupu.."


"Kenapa dia? Masih cupu? Udah Ren, dia gak akan bisa saingi kecantikan kamu. Kamu lebih can..."


"Ih, ayo Rena antarin Kak Aurel," ucap Rena sambil menarik tangan Aurel.


Rena menarik Aurel dan membawanya ke parkiran. Aurel begitu kebingungan dan bertanya-tanya. Begitu sampai di parkiran, Aurel terkejut melihat Dira sangat berbeda. Panji menarik tangan Dira, lalu menggandeng tangannya yang mungil itu. Dira hanya menunduk, takut jika Aurel melihatnya. Tapi, sayang Dira tak dapat menyembunyikan wajahnya. Aurel sudah lebih dahulu melihat Dira berduaan dengan Panji. Aurel begitu kesal sampai-sampai tanduknya keluar. Ia langsung menghampiri Dira dan Panji yang tengah bergandengan tangan.

__ADS_1


"Heh, apa-apaan kamu Dira. Lepaskan!" bentak Aurel sambil melepaskan gandengan tangan mereka.


"Kamu yang apa-apaan, kenapa kamu sering saja menyampuri urusanku?" tanya Panji dengan nada marah.


"Ngapain sih pegang-pegangan segala, Panji kamu gak setara dengan dia!" tegas Aurel. "Kamu bener-bener, aaarggghhh!!"


"Dira, kamu udah melanggar perjanjian kita. Kamu mau sahabatmu itu keluar dari sekolah ini?" tanya Aurel. "Baik, akan aku buat."


Sela yang melihat pertengkaran mereka langsung datang menghampiri Aurel. Dengan wajah kesalnya, ia membuka jam tangan mewah itu dan mengembikannya ke Aurel.


"Maksud kamu apa?" tanya Aurel pura-pura tidak tahu.


"Sela, maafin aku. Aku udah gak nepati janji," ucap Dira dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Sudahlah Kak, kita batalkan saja. Aku gak perlu barang ini. Dan ini uang Kakak aku kembalikan," ujar Sela sambil menyodorkan jam tangan dan uang ke tangan Aurel. "Dira, aku yang minta maaf sama kamu."


Arsan pun ikut menghampiri mereka yang tengah ribut. Arsan menarik tangan Dira, ia mengajak Dira untuk ke kelas meninggalkan Panji. Sela pun membuntuti Arsan dan Dira. Panji hanya terdiam, ia bingung apa yang sedang terjadi. Lalu, ia pergi meninggalkan Aurel. Aurel sangat malu dengan kejadian ini. Ia pun pergi bersama Rena meninggalkan tempat itu. Semua siswa yang berada di situ menyorakkan Aurel dan Rena.


Sesampainya di kelas, Arsan memarahi Dira. Ia meminta Dira untuk tidak lagi dekat-dekat dengan Panji. Arsan beralasan, karena Panji hanya memanfaatkan Dira saja. Padahal, Arsan cemburu saat Dira berduaan dengan Panji. Arsan tidak rela jika Dira menjadi pacar Panji.


"Dir, pokoknya kamu jauhi si Panji. Aku gak mau ya kamu dimanfaatin dia!" bentak Arsan.


Dira hanya menggelengkan kepala.


"Lalu, apa maksud Sela dengan jam tangan itu?" tanya Dira curiga.


"Sela ngaku salah, Dir. Dia nyesal kemarin mengikuti kemauan Aurel, dia disuruh pura-pura mengambil kunci jawaba ujian. Padahal dia gak lakuin itu, dia disogok jam tangan mewah itu."

__ADS_1


"Oh, jadi kamu bohongi aku demi jam mahal itu, Sel?" tanya Dira. "Kok tega kamu,Sel? Aku rela berkorban demi sahabat. Tapi ternyata kamu gini Sel. Aku betul-betul kecewa sama kamu!" Dira begitu marah dan pergi meninggalkan Sela.


__ADS_2