
Saat Dira berjalan menuju halte, tiba-tiba perasaan Dira tidak enak. Seperti ada orang yang sedang membuntuti Dira dari belakang. Dira begitu cemas, ia menolehkan pandangannya kebelakang. Tapi, tak ada seorang pun yang berjalan dibelakang Dira. Ntah itu hanya perasaannya saja atau memang ada orang yang iseng. Tak lama kemudian, saat Dira membalikkan badan kearah depan, muncul seorang lelaki.
"Hei, kamu mau kita antarin pulang? Yuk," ajak salah satu lelaki itu.
"Maaf, gak usah repot-repot. Saya pulang bareng temen, ini lagi nungguin dia," jawab Dira sambil berjalan meninggalkan lelaki itu.
"Kamu berani menolak ajakanku!!" bentak lelaki itu. "Ayo ikut aku sekarang!!"
"Aku gak mau, lepaskan!!" teriak Dira.
Dira pun menggigit tangan lelaki itu, hingga ia melepaskan tangan Dira. Dira segera berlari kearah parkiran untuk menemui Panji, belum sempat ia melangkahkan kaki ke gerbang sekolah, lelaki itu menarik paksa tangan Dira lalu ia berniat menampar wajah Dira. Belum sempat tangannya menyentuh wajah Dira. Tiba-tiba datang lelaki yang menabrak Dira di lapangan tadi menolongnya. Kepalan tangannya mengenai wajah lelaki jahat itu dan membuatnya ketakutan lalu pergi melarikan diri.
__ADS_1
"Makasih, ya, udah nolongin aku," ucap Dira dengan senyuman. "Kamu anak baru, ya?"
"Ya, sama-sama. Lain kali, jangan nunggu di luar sendirian. Bahaya buat cewek," jawabnya. "Ya, aku anak baru di sekolah ini."
Lelaki itu berbadan tegap, kulit putih serta berlesung pipi. Membuat Dira tak berhenti memandangnya yang berjalan meninggalkan Dira. Tiba-tiba, Panji datang mengagetkannya. Dira pun teresontak kaget.
"Dira!!" teriak Panji sambil mencubit pipi Dira.
"Kamu kenapa?" tanya Panji. "Maaf ya, Dira. Motornya mogok tadi, serius aku minta maaf lalai jagain kamu."
Aku penasaran deh sama cowok itu, siapa sih namanya, kelas berapa. Kayaknya besok aku harus cari tau.
__ADS_1
Dira pun pulang diantar oleh Panji. Sepanjang jalan Panji segitunya penasaran dengan lelaki yang mengganggu dan menolongnya itu. Dira pun menceritakan dengan panjang kali lebar. Setelah sampai di depan pagar rumah, Dira pun turun. Panji menarik tangan Dira hingga membuat mereka berdua saling bertatapan.
"Dira, besok-besok kamu harus ikut aku, ya. Jangan pergi sendiri. Aku takut kejadian ini terulang lagi...," lirih Panji.
"Ya Kak Panji yang bawel. Dira masuk duluan, ya," ucap Dira dengan senyuman.
Dira berjalan menuju kamar, ia masih saja memikirkan lelaki yang menolongnya tadi. Ia mengambil ponsel dari dalam saku rok seragamnya. Dira ingin menelepon menanyakannya kepada Arsan, tapi ia ragu. Dira memutar kedua bola matanya, lalu meletakkan ponselnya diatas meja. Ia segera mengganti seragamnya.
Setelah selesai, ia pun melanjutkan untuk makan siang. Dira sedang membuka Instagramnya. Tanpa sengaja, muncul foto lelaki itu dilayar beranda instagram, yang membuat dirinya penasaran itu. Dira yang sedang minum tiba-tiba tersedak, karena kaget melihat foto lelaki itu.
"Ini mirip cowok yang nolongin aku di sekolah tadi deh. Namanya Davin Wijaya. Ah, masa sih, paling cuma mirip doang," gumam Dira menatap layar ponsel dengan serius.
__ADS_1
Dira pun melanjutkan makan siangnya, lalu segera istirahat.