Kisah Di Sekolah

Kisah Di Sekolah
Bab 18


__ADS_3

Dira, Sela dan Arsan berjalan menuju perpustakaan. Arsan teringat kejadian tadi pagi, saat ia mengetahui Sela membohongi Dira. Arsan melihat kearah Sela, Sela memberi kode kepada Arsan agar tak menceritakan yang sebenarnya sekarang. Dira melihat aksi mereka berdua begitu heran. Dira menghentikan langkahnya dan melihat wajah mereka satu persatu.


"Kalian ini kenapa?" tanya Dira dengan curiga. "Pasti ada sesuatu yang disembunyikan, bener kan?"


"Eng...eng..enggak kok enggak," jawab Sela terbata-bata. "Arsan ni dia udah punya gebetan, Dir."


"Ih apaan ni anak, ngarang aja," cetus Arsan sambil menarik pelan rambut Sela.


"Arsan!!!!" teriak Sela.


Dira tak heran melihat mereka berdua seperti tikus dan kucing. Setiap menit asal ketemu pasti ribut. Dira pun melanjutkan langkahnya kearah perpustakaan. Lalu, Dira menuju rak-rak khusus novel, ia mencari novel lain yang akan ia baca. Akhirnya Dira menemukannya, ia hendak mengambil novel yang berada dirak paling atas, ia pun menjinjitkan kaki. Tapi tetap saja tidak bisa dicapai oleh tangannya. Lalu ia melompat sedikit agar bisa mengambilnya, tiba-tiba ia terpeleset dan saat itu Panji tengah mencari novel juga. Panji menahan tubuh Dira yang hampir saja terjatuh kelantai. Panji menatap mata Dira dengan tajam, hingga membuat jantung Dira berdebar.


Aku seperti bermimpi, aku sedang di mana ini. Ada pangeran menolongku yang hampir aja terjatuh.


Dira pun langsung menegakkan tubuhnya. Panji masih saja menatap mata Dira dengan penuh rasa. Dira pun mengalihkan agar Panji tak terus melihatnya.


"Kak Panji ngapaian?" tanya Dira.


"Lagi cari novel," ucap Panji sambil mengambilkan novel yang berada dirak atas. "Kamu mau ambil ini ya?" memberikan novel itu ke Dira.


"Ya, Kak. Cuma gak sampai tadi," jawab Dira tersenyum malu.


"Makanya kamu tu tinggi, jadi sampai ngambil bukunya," ucap Panji sambil meledek Dira.


Sela menyusul Dira yang dari tadi tak juga kembali ke meja tempat biasa mereka duduk. Sela pun melihat Dira sedang berduaan dengan Panji.


"Ya ampun Dira, ditungguin juga. Malah kalian mojok di sini," ucap Sela sambil menggelangkan kepalanya.

__ADS_1


"Enak aja, Kak Panji baru aja datang kok," jawab Dira. "Dia yang bantu ambilin novel tadi, aku gak nyampai Sela."


"Sela pengen tu Dir," ujar Panji. "Mana gebetan kamu Sel, kenalin dong sama kita."


Dira dan Sela pun menuju meja belajar. Panji mengikuti mereka berdua dari belakang. Arsan yang melihat Panji datang langsung memintanya untuk tidak mengganggu mereka mengerjakan tugas kelompok. Panji pun tidak peduli akan hal itu. Ia tetap saja duduk berhadapan dengan Dira. Sampai akhirnya Dira yang meminta Panji untuk tidak duduk di sini.


"Kak Panji, Dira minta tolong sebentar, ya. Sampai kita selesaikan tugas ini," ujar Dira memohon.


"Baiklah, nanti saya akan menemui kamu lagi," ucap Panji. "Ada hal penting, Dira."


Panji pun pergi, mereka lanjut menyiapkan tugas kelompok yang akan dikumpulakan hari ini. Sesekali Arsan ingin bercerita soal Sela, tapi Sela selalu mengalihkan cerita lain agar Dira tidak terfokus kesitu. Tiba-tiba Dira melihat ada yang baru dari Sela, Sela memakai jam tangan yang harganya cukup mahal. Dira pun penasaran.


"Jam baru nih, Sel," tutur Dira dengan senyum sambil memegang jam yang Sela pakai.


"Enggak kok, Dir. Ini.. ini.. punya... pinjam doang," jawab Sela terbata-bata.


Dira semakin dibuat bingung dengan tingkah mereka berdua. Sela menundukan pandangannya, ia takut ingin bercerita ke Dira. Arsan mengambil sebuah kertas, lalu ia lempar kertas itu kearah Sela. Sela terkejut, ia melihat kearah Arsan. Sedangkan Dira sibuk mengerjakan tugas itu.


Selesai mengerjakan tugas, mereka bertiga lulu berjalan menuju kelas. Mereka melewati kelas Panji dan Aurel. Ketika sampai di depan kelas Panji, terlihat ia sedang berbincang dengan temannya. Dira langsung menunduk agak Panji tidak melihat kearahnya. Tapi sayangnya, tetap saja Panji melihat Dira dan langsung memberhentikan langkah kakinya.


"Tunggu, Dira!!" ucap Panji sambil menarik tangan Dira.


Dira melepaskan tangan Panji yang menarik pergelangan tangannya itu. Lalu, melajukan langkah kakinya untuk segera ke kelas.


"Kak Panji suka sama kamu gak, Dir?" tanya Sela sambil memasukan buku ke dalam tas. "Dari awal MOS sampai sekarang ngejar kamu terus."


"Bukan, aku emang sebelumnya udah kenal dengan Kak Panji," jawab Dira sambil memgambil cokelat dari dalam laci meja. "Nih buat kalian, aku lupa kalau ada cokelat ini dilaci. Mama baru pulang dari Bali."

__ADS_1


"Serius?" tanya Arsan kaget. "Kok bisa, Dir? sambil membuka bungkus cokelat itu. "Cerita dong, aku pengen tau."


"Kak Panji itu anaknya teman Mamaku. Sebelum masuk sekolah ini, Mamanya Kak Panji ngenalin aku ke dia," jawab Dira. "Kamu ingat gak, Sel? Yang waktu kamu nungguin aku lama di kamar."


"Oh, jadi itu orangnya. Cakepan Kak Panji deh dibanding kamu Arsan," balas Sela dengan candaan.


Arsan bengong mendengarkan cerita Dira. Arsan mencari cara agar Panji tidak berdekatan lagi dengannya. Karena, Arsan sudah lama menyukai Dira, dan selalu saja ada halangan untuk mengungkapkan perasaannya ke Dira. Hanya Sela yang dapat membantu Arsan. Dira pun membersihkan sisa makanan yang berserak di atas meja. Lalu, membuangnya ke tempat sampah di luar kelas. Sewaktu Dira keluar, Arsan pun menghampiri Sela.


"Sel, pokoknya kamu harus bisa bantu aku," ujar Arsan sambil memakan coklat.


"Bantu apa lagi Arsan?" tanya Sela dengan tersenyum.


"Kamu kan tau, dari SMP aku suka sama Dira. Dia cinta pertama aku, Sel," ucap Arsan. "Pokoknya cari cara agar aku bisa jadian sama Dira.


"Ya deh, ntar aku bantuin kamu. Saingan kamu Kak Panji," tutur Sela sambil mengejek Arsan.


"Ni anak bukannya ngedukung malah ngeledek," balas Arsan.


Lalu Dira pun masuk, tiba-tiba Dira kepikiran soal jam tangan Sela tadi. Sela membuat Dira merasa curiga, dari sikapnya saja terlihat beda. Bel pulang pun berbunyi. Dira segera membereskan buku-buku yang masih berada di atas meja. Terdengar seperti suara Panji dk depan kelas mencari Dira, ia pun keluar dan benar Panji sudah menunggu di depan. Dira mencari cara agar Panji segera pulang.


Dira pun meminta Arsan untuk menyuruh Panji pulang, dengan alasan ada belajar tambahan. Panji tidak percaya dengan ucapan Arsan. Tanpa sengaja, Aurel dan Rena lewat. Mereka melihat Panji yang sedang duduk di depan kelas Dira langsung menghampirinya.


"Panji, yuk pulang bareng!" ajak Aurel sambil menggandeng Panji.


Panji melepaskan tangan Aurel dan berkata, "Duluan aja, Rel. Masih ada urusan yang belum diselesaikan. Kapan-kapan aja pulang bareng."


Aurel sangat marah mendengar alasan Panji. Ia pun pergi. Panji yang masih berada di depan kelas membuat Dira linglung. Akhirnya, Dira pun keluar dan mengatakan akan pulang bersama Arsan.

__ADS_1


__ADS_2