Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor

Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor
Tiba Masanya Hari Bahagia


__ADS_3

Seminggu kemudian, hari yang kutunggu-tunggu pun tiba. Semua persiapan pernikahanku itu Fani dan temannya yang mengurus. Aku tengah duduk di depan cermin. MaasyaaAllah, aku terlihat begitu cantik dan anggun dengan polesan make up tipis dari Sang Perias.


‘’Akhirnya aku melepas masa jandaku. Semoga aja ini adalah pernikahan terakhirku seumur hidup dan semoga Reno imam terbaik untuk aku, juga anakku.’’ Aku tersenyum memandangi bayangan wajahku di pantulan cermin.


Ini adalah pernikahanku yang kedua kalinya. Sebelumnya tak pernah terniat di hatiku untuk menikah lagi, aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup. Namun, apalah daya. Allah berkehendak lain. Lelaki itu selingkuh selama empat tahun lamanya. Menyisakan trauma dan luka yang mendalam. Hingga akhirnya datang seseorang yang dengan pelan-pelan bisa mengobati rasa luka dan traumaku. Dialah yang akan jadi calon imamku. Harapanku semoga ini adalah pernikahan terakhir dalam hidupku.


‘’Cie-cie ada yang senyam-senyum sendiri nih. Sebentar lagi akan jadi istrinya Reno..’’ Membuat aku terperanjat dan menoleh. Kuelus dadaku, sahabatku itu malah tertawa kecil.


‘’Fani? Ya Allah, bikin kaget aja kamu,’’ keluhku. Wanita itu bergegas memasuki kamarku.


‘’Hem, bagus banget ya kamarnya. Jadi pengen nikah lagi deh,’’ celetuknya sambil memandangi seisi kamarku yang dihias dengan hiasan indah plus minyak wangi bertebaran harumnya.


‘’Mana harum banget lagi.’’ Aku menggeleng melihat tingkah sahabatku.


‘’Ih, kamu jangan gitu. Nikah itu sekali seumur hidup. Nggak usah diganti lagi. Kan Fahmi itu laki-laki baik dan setia,’’ kataku sambil mengingatkan sahabatku itu.


‘’Jangan diseriusin lah, Nel. Kan aku cuman bercanda.’’ Bibirnya tampak manyun membuat aku terkekeh kecil.


‘’Eh, sebentar lagi jam 10 loh. Kan kamu nikahnya jam 10. Tamu undangan pun udah pada datang,’’ kata Fani sambil melirik ke benda yang tengah melingkar di tangannya.


Ucapan sahabatku mampu membuat jantungku seakan hendak menghambur ke luar. Kupegang dadaku.


‘’Aku kok deg-degkan kayak gini yah, Fan?’’ Aku bangkit dan hendak melangkah ke arah Fani, namun dia lebih dulu menghampiriku.


‘’Wajar kok. Aku dulu juga kayak gitu pas mau nikah sama Fahmi,’’ ungkapnya sambil cengengesan. Aku hanya tersenyum lebar, kucoba menarik napas dengan pelan lalu menghembuskannya kembali.


‘’Kamu udah siap kan?’’ Aku mengangguk cepat.


‘’Bismillah, aku siap.’’ Fani pun langsung menggandeng tanganku.


Sedangkan si Mba perias bergegas mengkondisikan pakaian pengantinku yang begitu panjang. Dengan pelan aku melangkah diiringi oleh Sang Sahabat dan juga Mba Aina, Sang Perias. Ternyata tamu undangan sudah pada hadir, aku yakin para Readerku juga sudah hadir dari berbagai daerah. Sengaja aku mengundang mereka ke acara pernikahanku ini, biar mereka menyaksikan pernikahanku. Biar mereka ikut menyaksikan kebahagiaanku ini.


Ternyata sudah ada Bapak KUA, wali hakim yang akan menikahkanku, calon mertua, dan juga calon suamiku. Ya Allah, aku sungguh terkesima dibuatnya memandangi lelaki yang sungguh makin tampan hari ini. Jantungku semakin berdentam hebat. Aku melangkah ke arah mereka. Seketika pandangan calon suamiku tertuju padaku, dia menatapku sambil tersenyum. Membuat aku tersipu malu dan menundukkan pandangan.


‘’Sabar, Nel. Sebentar lagi kamu akan jadi istrinya Reno kok,’’ bisik Fani yang mewakili isi hatiku. Aku hanya tersipu malu dan terasa panas pipi ini.


***


‘’Apa kalian sudah siap?’’


‘’Sudah, Pak,’’ sahut aku dan Reno serompak.


‘’Bismillahirrohmaanirrohiim. Saudara Reno Saputra saya nikahkan dan saya kawinkan kamu dengan Nelda Maharani binti Syafrudin dengan maskawin seperangkat alat solat ditambah emas delapan gram dibayar tunai.’’


‘’Saya terima nikahnya dan kawinnya Nelda Maharani binti Syafrudin dengan separangkat alat solat ditambah emas delapan gram dibayar tunai.’’

__ADS_1


‘’Bagaimana para saksi?’’


‘’Sah.’’


Ketika kata sah itu terucap air mataku langsung menetes. Aku yang selama ini menjanda setahun lebih, kini telah dipersunting oleh lelaki yang bernama Reno. Lelaki yang pernah aku acuhkan, aku bersikap dingin padanya. Ya, karena aku trauma waktu itu. Tapi, kini dia bisa meluluhkanku, dia bisa mengobati rasa traumaku. Rasa lukaku di masa lalu dengan perlahan sembuh karena lelaki ini.


‘’Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.’’ Bapak KUA pun memimpin do’a untuk kedua pengantin, aku dan Reno yang sudah menjadi sepasang suami istri.


‘’Kalian sudah sah jadi sepasang suami istri. Semoga sakinah, mawaddah dan warohmah,’’ kata lelaki yang memakai peci hitam itu. Aku bergegas meraih tangan lelaki yang kini bertukar statusnya menjadi suamiku. Aku takdzim dan mengecup tangannya.


‘’Lihatlah, Ma, Pa. Anakmu udah bahagia sekarang. Andaikan saja kedua orangtuaku masih hidup.’’


‘’Sayang, kok nangis?’’ Tangannya terangkat menyeka buliran air mataku.


‘’Makasih banget ya. Kamu udah mau memilih aku untuk jadi istri kamu,’’ lirihku.


‘’Dan ma’af, karena kamu lama menungguku. Juga aku yang nggak pernah peka,’’ lanjutku sambil menatap kedua netranya.


‘’Sssttt, aku ngerti kok.’’ Dia mengangguk lalu meletakkan telunjuknya di bibirku.


Setelah bersalaman dengan mertua, sahabat, dan juga anakku. Saatnya kami berdua menaiki pelaminan. Lelakiku itu mengenggam erat tanganku untuk melangkah menuju pelaminan. Para tamu undangan pun langsung mengucapkan selamat dan bersalaman dengan kami berdua.


‘’MaasyaaAllah. Mba Nelda? Akhirnya bertemu dengan Penulis favoritku.’’ Wanita yang kuperkirakan umurnya dua puluhan itu bergegas memelukku.


‘’Semoga langgeng sampe Kakek Nenek yah, Mba.’’


‘’Aamiin Ya Allah. Makasih banyak loh.’’


Ternyata ada banyak pembaca yang kuundang hingga membuat kami tak bisa duduk beristirahat di kursi pelaminan karena menjabat tangan mereka satu-persatu.


‘’Tapi kok Naisya belum ketemu sama aku sejak tadi?’’ Mataku sibuk mencari keberadaan si kecil.


‘’Mama! Papa!’’ teriaknya yang membuat aku tertawa, anakku bergegas memelukku. Ternyata dia bersama Fani.


‘’Duuh sayangnya Mama nih.’’ Aku memeluknya dengan erat.


‘’Adik tadi manggil siapa? Papa?’’ Aku melepaskan pelukan. Lalu menatap sikecil sambil tersenyum beralih menatap lelaki yang kini sudah jadi suamiku, senyumnya mengembang.


‘’Iya, Ma. Papa.’’


‘’Kan sekarang Mama udah nikah. Berarti Adik panggil Papa dong,’’ katanya dengan antusias, berhasil membuat Fani tertawa kecil.


‘’Iya dong, Nak. Pinter banget Adik ya. Anak Papa sama Mama nih.’’ Reno mengelus pucuk kepala Naisya yang tengah dibalut kerudung.


‘’Hem, aku belum mengucapkan sesuatu.’’ Deheman Fani membuat kami beralih menatapnya.

__ADS_1


‘’Selamat yah untuk kalian berdua. Semoga selalu bersama hingga ke syurga kelak.’’ Fani bergegas mengambil tanganku lalu memelukku dengan erat.


‘’Aamiin. Makasih ya, Fan. Sahabat tercintaku.’’


Lalu dia bergegas menyalami Reno, namun suamiku itu hanya menelungkupkan tangan di dadanya. Membuat Fani menggaruk kepala, aku terkekeh memandangi mereka.


‘’Eh, ingat, Ren. Kamu harus jaga sahabatku dan juga Naisya. Jangan sakiti mereka. Kalo sampai itu terjadi aku nggak akan segan-segan menuntut kamu,’’ ancam sahabatku sambil menunjuk ke arah lelaki yang kini sudah menjadi suamiku. Eh, dia malah tertawa.


‘’Kamu tenang aja, Fan. Aku udah berjanji sama diriku sendiri untuk selalu menjaga mereka, terutama istriku ini.’’ Seketika tangan kekarnya merangkulku.


‘’Apalagi aku sudah membuat arsy Allah bergetar karena janjiku di hadapan-Nya,’’ imbuhnya yang membuat aku terharu.


‘’Aku lebih tenang sekarang, Reno. Karena sahabatku udah bersama orang yang tepat.’’


‘’Kalo gitu aku dan Naisya menikmati hidangan dulu.’’ Wanita berambut sebahu yang berpakaian kebaya itu bergegas menarik tangan anak semata wayangku.


‘’Yuk Dik temani Tante makan.’’


‘’Adik temani dulu Tantenya ya, Ma, Pa.’’


‘’Iya, Dik. Jangan nakal ya.’’ Disahut anggukan oleh Naisya lalu mereka pun langsung melangkah.


Seketika teringat olehku, setahun nan lalu. Di mana aku menyerahkan Mas Deno pada si pelakor. Walaupun dengan hati yang hancur berkeping-keping. Tapi, tak berselang lama aku pun mendapat kabar kalau wanita itu diusir oleh ibu kandungnya.


Seminggu kemudian, aku mendapat video dari nomor yang tak dikenal ternyata itu video Mas Deno. Di sana dia meminta ma’af padaku dan juga Naisya, dia juga mengatakan rasa bersalahnya karena sudah menyakiti kami. Lalu dia mengucapkan selamat tinggal. Aku yakin ada sesuatu yang tak beres terjadi pada lelaki itu.


Pun juga aku diberi kabar oleh sahabatku kalau Chika meninggal dalam keadaan memprihatinkan karena dia kelaparan dan keguguran di jalan. Walaupun mereka sudah menorehkan sembilu di hatiku, namun hati ini tetap tercubit kala terdengar kabar itu. Aku sudah mencoba mengikhlaskan semua yang terjadi dan semoga diampuni segala dosa-dosa mereka. Aku yakin semua ini adalah balasan dari Allah atas perbuatan apa yang mereka perbuat.


Dan kini aku sudah membuka lembaran baru kembali. Aku sudah dipersunting oleh lelaki yang banyak berkorban di hidupku. Dialah yang sudah berhasil menyembuhkan rasa trauma dan juga rasa luka yang amat dalam di hatiku ini.


‘’Dari kehadiran Mas Deno di hidupku, membuat aku banyak belajar dan memetik banyak hikmah. Makasih, Mas. Tujuh tahun lamanya kita hidup bersama dan menjalani kehidupan. Semoga kamu tenang di sana ya. Kamu tetap Papa kandung dari anak kita walaupun sedekat apapun Naisya dengan Papa barunya.’’


‘’Nel?’’ panggilan suamiku membuat aku beralih menatapnya.


‘’Aku sangaat menyayangimu. Aku bahagia banget. Akhirnya Allah mengijabah do’aku. Aku dan kamu dipersatukan.’’ Kekasih halalku mengecup jemariku. Aku terharu mendengar ucapannya, air mata yang tak diundang pun seketika hadir.


‘’Aku juga menyayangimu. Makasih banyak, suamiku. Karena kamu udah memilih aku sebagai istrimu.’’ Aku langsung menghambur ke pelukannya.


TAMAT


Alhamdulillah, akhirnya novel Kuserahkan Suamiku Pada Pelakor sudah tamat. Terima kasih banyak aku ucapkan untuk Reader yang setia membaca dan menunggu update novel ini. Ya, walaupun aku sering libur updatenya. Itu semua karena berbagai alasan. Pertama, karena aku sering sakit dulu. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh berkat do’a dari kalian. Kedua, karena aku kesulitan dalam membeli paket data karena masih Penulis Pemula. Sekali lagi makasih banyak aku ucapkan, kalian sudah support novel ini dan membacanya sampe selesai. Semoga kalian sehat selalu ya, mengalir rezekinya, dan dimudahkan segala urusannya.


Oh ya, insyaaAllah aku akan upload novel baru yang judulnya ‘’Karyawanku Penggoda Suamiku’’, akan tayang tanggal 01 April insyaaAllah. Oke, beribu ma’af aku ucapkan atas segala kekurangan dari novel ini karena aku masih belajar. Semoga bisa dipetik hikmahnya. See you next time.


Instagram: n_nike

__ADS_1


__ADS_2