Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu
Pengakuan


__ADS_3

Dinda menatap Vino simpati.


 


Lalu dia memberanikan diri untuk bertanya.


"Lalu apa alasanmu menculikku?"


Vino menatap Dinda lama, membuat Dinda jengah dan memalingkan mukanya.


" Karena aku menyukaimu" jawabnya singkat.


Dinda terkejut mendengar kata-kata Vino, dia balas menatap Vino, dan laki-laki itu melanjutkan kata-katanya.


"Aku menyukaimu dari dulu. Karena kamu berbeda dari wanita-wanita yang lain, kamu tidak pernah mengejarku. Tidak seperti wanita lain yang merendahkan dirinya untuk mendekatiku, kamu mempunyai harga diri. Bahkan kamu terkesan sombong denganku, tapi justru itu yang membuatku suka", jawab Vino dan tersenyum tulus.


Dinda menjadi sedikit salah tingkah mendengar pengakuan laki-laki tampan yang sedang menatapnya dalam-dalam itu. Tapi cepat-cepat dia menghilangkan rasa yang tak pantas dirasakannya itu.


"Tapi bukankah kamu tau kalau aku sudah berkeluarga?" tanya Dinda


"Ya aku tau, tapi aku akan membuktikan padamu bahwa aku lebih layak untuk mendampingi mu," jawabnya.


"Kalau memang kamu sudah menyukaiku dari dulu kenapa kamu membiarkan aku menikahi orang lain, dan malah menculikku setelah aku berkeluarga?"


"Karena dulu aku merasa tidak layak untukmu dengan keadaanku yang seperti ini, tapi sekarang aku merasa lebih layak dari pada suamimu".


" Tapi kamu tidak bisa melakukan segalanya sesuai keinginan kamu dong. Aku ini seorang ibu, bagaimana dengan anakku yang sekarang merasa kehilangan ibunya? Bukankah kamu sudah pernah merasakan nya? Kenapa kamu ingin memberikan luka yang pernah kamu rasakan kepada Arka?" tanya Dinda mulai berapi-api.


Vino merasa bersalah mendengar perkataan Dinda.


"Maafkan aku, tapi menurutku inilah yang terbaik untuk mu dan Arka. Suamimu bukanlah seperti yang kamu pikirkan. Kamu akan mengetahuinya nanti setelah aku menemukan bukti".


Dinda sangat terkejut mendengar perkataan Vino tentang suaminya.


"Ada apa dengan Mas Ardi? Apa maksudmu mengatakan bahwa aku tidak tahu seperti apa Mas Ardi sebenarnya?" tanya Dinda.


"Aku tidak bisa mengatakannya sekarang, setelah mempunyai cukup bukti, aku akan menyerahkan nya padamu" jawabnya.


"Apa Mas Ardi selingkuh?"


Vino tampak terdiam.

__ADS_1


"Kalau aku bilang iya, apa kamu akan percaya?"


"Tentu saja tidak, aku sangat percaya Mas Ardi tidak pernah menyeleweng. Setiap waktu dia sibuk di perusahaan, bagaimana sempat ia mencari selingkuhan?"


"Bagaimana kalau selingkuhannya itu ternyata ada di perusahaan? Dia tidak usah mencari ke tempat yang lain"


Wajah Dinda tampak berubah, ia selama ini tidak pernah berpikir sama sekali suaminya selingkuh di perusahaannya.


"Jadi karena kamu berpikir bahwa Mas Ardi selingkuh makanya kamu culik aku?"


"Tentu saja tidak cuma karena hal itu. Masih banyak kejahatan lain yang dilakukan suamimu itu"


"Bagaimana aku bisa percaya padamu?" tanya Dinda.


"Karena tidak ada gunanya aku berbohong untuk memilikimu. Jika aku ingin membuatmu menjadi milikku dengan cara yang salah, sudah dari pertama aku menculikmu aku akan membuatmu menjadi milikku. Tapi kamu bisa lihat sendiri, aku tidak menyentuhmu. Setelah aku bisa membuktikan kejahatan Ardi, aku akan menunggu keputusanmu, jika kau akan meninggalkannya, aku akan memutuskan untuk mengejarmu kembali. Tapi kalau kau tetap akan bertahan dengannya, aku akan mundur teratur" kata Vino.


Dinda terdiam dengan wajah yang terlihat sangat kebingungan. Dan ia merasa sangat penasaran dengan kejahatan apa yang telah dilakukan oleh suaminya, jika melihat ekspresi Vino saat bercerita, Dinda dapat melihat tidak ada kebohongan di sana.


"Oh ya, tentang Arka kamu tidak usah khawatir, aku sudah mengirimkan orangku untuk memantau dan menjaga nya, selama dua empat puluh jam penuh selalu standby di sekitar Arka. Lagipula kakakmu sangat baik menjaganya"


Lalu Vino beranjak bangun dan membuka laci meja kecilnya. Dia mengeluarkan foto-foto Arka dan memberikannya pada Dinda.


"Ini foto terbarunya Arka, dia sangat manis dan tampak bahagia. Dia tau nya ibunya sedang ke luar negeri untuk mencari uang agar bisa membelikannya mobil" jelas Vino.


Inilah yang membuat ku jatuh cinta pada mu, kamu selalu tulus mencintai, bahkan sampai sekarang kamu tidak tau bahwa sudah dimanfaatkan suamimu,


batin Vino.


"Bersabarlah, kamu akan segera bertemu dengan Arka" kata Vino menenangkan.


"Kamu janji?" tanya Dinda sambil menatap Vino dengan mata yang masih berderaian air matanya.


Deg!! jantung Vino rasanya berhenti berdetak melihat ekspresi wanita di depan nya itu.


Duh, jangan memandangku seperti itu, bukankah aku tidak boleh melewati batas padamu?


Batin Vino salah tingkah.


"Ya aku janji" jawabnya cepat.


"Baiklah kalau begitu, aku akan menunggu kejelasan tentang Mas Ardi. Tapi tolong lah yang cepat, aku sudah sangat merindukan Arka" kata Dinda sambil bangkit berdiri.

__ADS_1


"Ya, aku akan berusaha secepatnya" jawab Vino.


"Baiklah mari kita makan, aku sudah memasak tadi" kata Dinda sambil mengusap air matanya dan berjalan keluar dari kamar.


Lagi-lagi Vino menjadi salah tingkah dan menghayal sendiri.


Ini mah jadi mikir kalau kita ini seperti suami istri, aku bisa selalu makan masakan nya, batin Vino dengan wajah memerah dan langsung mengikuti langkah Dinda.


Sementara di tempat lain, Ardi membukakan pintu mobil Bella saat Bella turun dari mobilnya. Tadi pagi mereka berangkat kerja dengan mobil Bella, karena Bella menjemput Ardi ke rumahnya.


Sementara sorenya, Bella kembali mengantarkan Ardi pulang dan mampir sebentar.


"Masuk Bell, tapi Arka nya tidak ada, sebentar lagi aku akan menjemput nya." kata Ardi mempersilahkan Bella masuk.


Bella masuk dan duduk di sofa ruang tamu.


"Sampai kapan kita harus begini Mas? Kamu tau kalau aku menyukaimu, dan aku juga tau kamu menyukai ku" kata Bella begitu Ardi duduk di sampingnya.


Ardi menatap wanita di sampingnya itu dengan rasa bersalah.


"Kamu bersabar ya, tidak akan lama lagi. Dan tragedi menghilang nya Dinda akan menguntungkan kita. Kita tinggal menunggu pernyataan Polisi bahwa Dinda tidak bisa ditemukan, lalu aku akan menikahi mu " jawab Ardi.


" Tapi bagaimana kalau Dinda kembali?" tanya Bella.


"Kalau pun dia kembali, aku bisa menceraikan nya dengan alasan bahwa dia sengaja pergi meninggalkan keluarganya demi laki-laki lain dan kembali setelah dicampakkan laki-laki itu", jawab Ardi sambil tersenyum licik.


Bella juga ikut tersenyum mendengar laki-laki yang disukai nya itu berjanji meninggalkan istrinya dan akan menikahi nya. Ia dengan manja menyandarkan kepalanya di bahu Ardi. Dan tangannya mulai membelai lengan Ardi dengan nakal.


Ardi memegang tangan Bella untuk menghentikan gerakan tangannya.


Bella langsung mengangkat kepalanya karena merasa heran Ardi menghentikan aksinya.


"Kenapa Mas?" tanyanya.


"Nggak kenapa-napa kok, cuma risih aja kalau di sini"


Tampak raut wajah Bella berubah cemburu.


"Apa kamu merasa risih karena ini rumahmu bersama Dinda? Apa kamu masih mencintainya Mas?" tanya Bella dengan suara yang meninggi.


"Kamu ngomong apa sih, aku mau mandi dulu ya. Kamu tunggu di sini dulu" jawab Ardi mengalihkan pembicaraan dan bangkit berjalan ke kamarnya.

__ADS_1


Sementara Bella hanya bisa menatap punggung laki-laki itu dengan kesal.


Bersambung...


__ADS_2