Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu
Kebebasan Vino yang Membingungkan


__ADS_3

Setelah menjemput Arka, Dinda pun pulang bersama Yanti. Sepanjang perjalanan pulang Dinda terus menciumi Arka yang duduk di pangkuannya. Ia sangat bahagia bisa mendapatkan hak asuh Arka, tapi ia juga merasa sedih, karena mengingat Vino yang harus menanggung penderitaan sendiri.


Yanti menatap adiknya sekilas. Ia tahu Dinda sekarang sedang memikirkan Vino.


"Kakak akan mengantarkanmu ke kantor polisi sekarang Setelah itu Kakak akan bawa pulang Arka dan kamu bisa menjenguk Vino" ujar Yanti.


"Baiklah, terima kasih Kak" jawab Dinda.


Begitu sampai di kantor polisi, Dinda pun mengecup kening anaknya.


"Arka pulang sama Bibi dulu ya, Mama ada urusan sebentar," katanya sambil menutup pintu mobil.


Lalu Dinda masuk ke dalam kantor penegak hukum itu, dan menghampiri meja seorang petugas.


" Pak, saya mau menjenguk tahanan yang bernama Vino"


Polisi itu menatap Dinda sebentar, lalu bangkit berdiri.


"Baik, mari Bu saya antarkan," katanya.


Dinda mengikuti langkah petugas itu, tapi kemudian petugas itu berbalik dan berkata


"Maaf Bu, sepertinya tahanan yang bernama Vino sedang menerima kunjungan. Ibu boleh menunggu di sini dulu sebentar, atau langsung menemuinya," kata petugas itu.


Dinda memutuskan untuk melihat siapa yang berkunjung.


Di sana duduk seorang laki-laki paruh baya yang terlihat sangat berwibawa sedang berbincang dengan Vino. Tanpa sengaja Dinda mendengar percakapan mereka


"Kamu memang seharusnya menikah Vin, dari pada kamu menculik istri orang," kata orang itu dengan nada bercanda.


"Ah, apaan sih Pa, bercanda nya gitu," ujar Vino.


Oh, ternyata dia adalah Ayah nya Vino, batin Dinda.


"Tapi kalau soal menikah, Papa serius Vin"


"Papa ngomong apa sih, Vino aja masih dalam penjara, bagaimana mau menikah?" tanya Vino.


"Papa akan segera membebaskan mu" jawab Aditya sambil bangkit berdiri.


"Ya udah Papa pamit pulang dulu ya, persiapkan mental kamu buat menikah" ujar nya tegas, dan meninggalkan putranya yang hendak melayangkan protes lagi.


Dinda langsung berdiri membelakangi agar tidak dilihat oleh Papanya Vino.


Bagaimanapun juga dia belum pernah bertemu dengan Papanya Vino, sehingga ia takut akan tanggapan nya nanti.


Begitu hendak keluar, tentu saja Papanya Vino heran melihat seorang wanita sedang berdiri di sana seperti sedang menyembunyikan dirinya.


"Nona, bukankah tidak sopan jika membelakangi orang tua?" tanya Aditya kemudian, yang membuat Dinda kaget dan langsung membalikkan kembali badannya.


"Maaf Pak, saya tidak bermaksud begitu" kata Dinda gelagapan.


"Kamu siapa? Sepertinya kamu datang untuk menemui anak saya?" tanya Aditya lagi.


"Saya temannya Vino Pak. Dan benar saya kemari mau menjenguk Vino" jawab Dinda gugup.

__ADS_1


Sesaat Aditya menatap wanita muda di hadapannya itu.


"Oh baiklah, silahkan masuk. Terima kasih sudah menjenguk anak saya," katanya sambil tersenyum tipis, lalu beranjak pergi.


Sementara Dinda merasa tegang setengah mati.


Kemudian Dinda berjalan perlahan menuju tempat duduk pengunjung.


Vino langsung tersenyum menyambut nya.


"Kamu udah bertemu Papah ya?" tanya Vino.


Dinda mengangguk perlahan.


"Terus kenapa wajah kamu kayak gitu? Kayak orang ketakutan?"


"Ah, entahlah lah. Mungkin karena aku takut dia akan mengenalku"


"Lho! Memangnya kenapa? Papa sudah kenal kamu kok, aku sudah tunjukin foto kamu".


Jadi sebenarnya Papa Vino sudah mengenal aku, tapi kenapa tadi dia pura-pura nggak kenal ya? Apa sebenarnya dia tidak menyukai ku? Tentu saja, standar menantu seorang pengusaha besar bukanlah seorang janda beranak satu seperti ku, pikir Dinda sedih.


"Ah begitu ya" jawab Dinda menyembunyikan rasa sedihnya


"Kamu udah rindu ya sama aku?" tanya Vino sambil tersenyum menggoda.


"Ah, kamu. Lagi keadaannya begini masih sempat gombal" ujar Dinda kesal, tapi tak dapat menyangkal pipinya yang merona.


"Kamu akan segera bebas kan?" tanya Dinda dengan raut wajah penuh harap.


Wajah Dinda kembali seperti kepiting rebus.


Tidak lama kemudian, waktu berkunjung pun habis. Terpaksa Dinda harus meninggalkan Vino hari ini.


*****


Sudah tiga bulan Vino dipenjara, dan setiap hari Dinda mengunjunginya.


Namun di suatu hari Dinda datang, dia sangat terkejut karena polisi mengatakan bahwa Vino telah bebas.


Sementara dari kemarin, Vino tidak pernah mengatakan apa-apa tentang kebebasannya itu.


Dinda pulang dengan kebingungannya itu.


Dalam perjalanan pulang, ia memutuskan untuk mencari Vino di rumah keluarga besarnya. Karena mungkin Vino telah pulang ke rumahnya.


Namun Vino tidak ada di sana, bahkan Nyonya Aditya pun tidak ada.


Dinda mencoba menanyakan kepada pelayan di sana.


Dan mereka tidak tahu, kemana majikannya itu pergi. Mereka hanya tahu majikannya itu tidak akan pulang untuk sepekan ke depan.


Dinda merasa pikirannya menjadi buntu, sebenarnya kemana Vino? Dan kenapa dia tidak memberitahukan bahwa ia akan bebas?


Dinda mencoba menelpon Vino, tapi nomornya tidak aktif.

__ADS_1


Akhirnya Dinda pun pulang ke rumah kakak nya untuk menjemput Arka, karena setiap ia ingin menjenguk Vino, Dinda menitip Arka di rumah Yanti.


Sesampainya di rumah kakak nya, ia menceritakan semua kejadian hari itu. Yanti hanya bisa memberi nasehat adiknya untuk bersabar menunggu kabar dari Vino.


Dua hari sudah berlalu, namun tidak ada kabar juga.


Dinda teringat dengan ucapan Papanya Vino saat di penjara, banwa ia menginginkan anaknya untuk menikah.


*Ap*a jangan-jangan sekarang Vino sudah menikah seperti yang Papa nya inginkan? Apa Vino menyukai wanita yang dinikahinya itu?


Berbagai bayangan buruk muncul dibenaknya, dan akhirnya Dinda pun menangis. Dari awal Dinda memang merasa tidak layak untuk mendampingi Vino, tapi merasa telah ditinggalkan oleh laki-laki yang dicintainya itu tanpa pesan atau kata perpisahan seperti ini sangatlah menyayat hatinya.


Dinda akhirnya menyibukkan dirinya dengan bekerja. Ia masih punya Arka yang membutuhkan nya.


Sekarang Dinda membuka usaha toko kue kecil-kecilan untuk mencari nafkah.


Ia hidup tenang sekarang berdua dengan anaknya.


Arka pun hanya sekali-kali menanyakan ayahnya, karena dari dulu pun ia jarang bertemu dengan ayahnya.


Toko kue nya mempunyai dua orang pegawai. Empat hari sudah Vino menghilang darinya.


Hari itu dia menerima pesanan kue yang sangat banyak, dan kebetulan sekali Yanti datang untuk mengajak Arka ke rumahnya nya.


"Memangnya dapat pesanan berapa potong kue Din?" tanya Yanti.


"Seribu kak," jawabnya sambil terus mengaduk adonan kue nya.


"Ya udah, nanti sore Kakak antar Arka kembali ya," kata Yanti dan mengajak keponakannya pergi.


" Arka pergi dulu ya Ma," pamit Arka sambil melambaikan tangannya.


"Iya sayang, selamat bermain ya," sambutnya dengan melambaikan tangan pula.


Setelah selesai membuat seluruh pesanan kuenya, Dinda memutuskan untuk mandi. Dia akan ikut mengantar kuenya itu. Berhubung pesanan kue ini termasuk banyak, ia merasa harus menghargai dan berterima kasih kepada pelanggannya itu.


"Rina kamu tinggal dan jaga tokonya ya, aku dan Lisa akan mengantarkan kuenya," kata Dinda pada salah satu pegawainya.


"Baik Bu"


Setelah bersiap-siap akhirnya Dinda dan pegawainya yang bernama Lisa itu mengantarkan kue dengan dua buah motor yang sengaja dibuat Dinda untuk delivery.


Rupanya alamat nya itu adalah sebuah hotel mewah.


Sepertinya kue ini untuk sebuah acara yang diselenggarakan di hotel ini,


pikir Dinda.


Dinda dan pegawai nya itu mengangkat kotak kue dengan susah payah. Setelah menemui resepsionis hotel nya, mereka pun menuju keruangan yang di tunjuk sang resepsionis, dan ruangan itu berada di lantai atas.


Mereka menaiki lift untuk menuju ke atas. Di dalam lift itu sudah diisi oleh dua orang laki-laki yang memakai setelan jas hitam. Karena mereka baru masuk, jadi mereka membelakangi kedua orang itu.


Namun tiba-tiba saja kedua orang itu menarik mereka dan menutup wajah mereka dengan sapu tangan.


Dinda merasa akrab dengan kejadian yang menimpanya ini, ditutup wajahnya dengan sapu tangan yang mengandung obat bius, dan akhirnya tak sadarkan diri. Ya, ia sudah berulangkali mengalami nya. Namun ia tak sempat berpikir, kenapa dan siapa yang menculiknya kali ini.

__ADS_1


Hai Reader! Jangan bosan dulu. Penculikan kali ini motifnya benar-benar tidak terduga. Tunggu kelanjutannya ya.☺️☺️☺️


__ADS_2