Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu
Siasat Lara


__ADS_3

Ardi berbalik ke arah suara yang memanggilnya.


Di sana berdiri sosok Bella dengan wajah marah.


"Bella?" seru Ardi tak menyangka akan bertemu Bella.


"Kenapa kamu di sini?" tanya Ardi.


"Menurut kamu kenapa?" tanya Bella balik sambil melangkah mendekati Ardi.


"Darimana kamu tau aku di sini?" tanya Ardi lagi.


"Aku mencari mu seperti orang gila, sampai aku menyewa orang untuk mencari mu kemana-mana. Tapi apa yang aku dapatkan setelah menemukan mu? Kamu malah ingin mempertahankan pernikahan mu dengannya?" kata Bella dengan penuh emosi.


Ardi bingung harus mengatakan apa, ia tidak menyangka akan bertemu dengan Bella.


Perlahan ia mendekat dan meraih tangan Bella. Bella mulai menangis dan membiarkan tangan nya di genggaman Ardi.


"Maaf kan aku, tapi akubmohon padamu untuk bersabar menungguku sebentar lagi. Aku mempertahankan pernikahan ku agar aku bisa merayu Dinda untuk mencabut kasus penipuan itu. Setelah itu aku akan benar-benar akan menceraikan nya" kata Ardi


"Kamu janji?" tanya Bella sambil menatap Ardi dengan tatapan penuh harap.


"Ya, aku berjanji" jawab Ardi sambil menarik Bella ke dalam pelukannya.


"Aku harus meyakinkan wanita ini. Karena aku masih membutuhkan nya" , pikir Ardi.


****


Lara masuk ke dalam rumah keluarga Aditya dengan senyum di bibirnya.


Ia membawa bukti identitas Dinda yang akan ia tunjukkan pada Ny.Aditya.


Dia yakin kali ini Ny.Aditya pasti tidak akan tinggal diam.


"Kamu bawa apa itu Lara?" tanya Ny.Aditya begitu melihat map yang diletakkan Lara di atas meja.


"Tante liat aja sendiri" kata Lara sambil mendorong map itu ke depan Mamanya Vino.


Ny.Aditya mengambil map itu dan membukanya. Tampak ia diam sejenak ketika melihat isi map.


" Dinda Raisa, apa ini identitas wanita yang sedang dekat dengan Vino?" tanya Ny.aditya.


"Iya Tante, ternyata dia wanita yang sudah menikah, bahkan udah punya anak. Suaminya seorang buronan polisi, dan dia baru saja menggugat cerai suaminya" jawab Lara semangat.


Terlihat raut wajah Ny.aditya kurang senang.

__ADS_1


"Kenapa kamu mencari tau semua ini Lara?" tanya Ny.aditya.


Lara tampak kaget mendengar pertanyaan Mamanya Vino. Ia bingung harus menjawab apa, karena ia tak menyangka Mama Vino akan bertanya seperti itu.


"Ya karena awalnya Lara kurang suka dengan wanita itu, menurut Lara dia udah menghancurkan hubungan antara Vino dan mas Rio. Tapi akhirnya terbukti kan Tan, latar belakang wanita itu aja gak jelas" katanya.


Ny.aditya menutup map di tangannya, ia menghela nafas sebentar lalu menatap Lara.


"Untuk urusan ini biar Tante yang urus. Terimakasih kamu udah perhatian sama Vino dan Rio, mereka beruntung memiliki sahabat seperti kamu" katanya sambil tersenyum tipis.


Lara merasa kurang puas melihat ekspresi Mama Vino. Ia berharap Mama Vino akan marah besar, tapi tanggapannya malah biasa saja.


"Iya, sama-sama Tante. Ya udah, Lara pamit keluar dulu, mau melihat kondisi rumah yang mau Lara beli dulu" kata Lara sambil bangkit berdiri.


"Oh jadi kamu udah menemukan rumah yang cocok?"


"Iya Tante, kalo memang udah pas semua, hari ini serah terima kunci nya" jawab Lara.


Setelah Lara pergi, Ny.aditya melihat kembali map di tangannya.


"Lara...Lara", desah nya.


"Kenapa kamu mengingatkan ku kembali dengan perilaku ayahmu? Dulu dia juga ikut campur dengan masalah Rio dan Vino. Dialah yang menyebabkan Rio begitu iri terhadap Vino. Karena dia selalu mengatakan pada Rio bahwa Vino telah merebut segalanya" , batinnya.


****


"Kok manyun terus sih Din? Ntar manis nya ilang lho", goda Vino.


Dinda mengangkat wajahnya sambil tersenyum tipis.


"Hhh ... Aku cuma merasa kecewa, karena semuanya berjalan tidak sesuai dengan yang kita harapkan" katanya perlahan.


Vino tersenyum menghibur.


"Ya, aku juga kecewa. Tapi kita akan terus berusaha kan?" kata Vino.


Dinda mengangguk semangat sambil tersenyum.


"Aku akan memasak malam ini. Kamu mau makan apa? Kamu boleh minta apa aja yang kamu mau, soalnya aku biasanya bisa menghilangkan stress dengan memasak." kata Dinda.


Vino tersenyum melihat wanitanya itu kembali bersemangat.


"Oke, aku akan tulis daftar menu nya, soalnya permintaan aku banyak" katanya.


Drrrrrttt, getar ponselnya Vino.

__ADS_1


Vino mengambil ponselnya dan melihat ternyata Lara yang meneleponnya.


Vino mengangkat telfonnya.


"Halo Ra, ada apa?" tanya Vino.


"Mmm... aku boleh minta tolong sama kamu gak?" tanya Lara di seberang.


"Boleh, minta tolong apa?" tanya Vino.


"Tolong bantu aku merapikan barang-barang di rumah baru ku". kata Lara.


"Oh Oke, aku kan memang udah janji mau bantuin kamu. Aku akan datang sekarang, mumpung masih sore" kata Vino. Lalu ia menutup telfonnya.


Vino menatap Dinda yang sedari tadi mendengar kan percakapan nya.


"Dia Lara, yang datang bersama ku saat menjemput mu di rumah Rio. Dia adalah teman ku sejak aku diadopsi keluarga Aditya" jelas Vino.


Dinda manggut-manggut mendengar penjelasan Vino.


"Hari ini dia akan pindah ke rumah barunya, jadi dia meminta bantuan ku buat beres-beres. Boleh gak?" tanya Vino.


"Kok nanya sama aku?"


"Ya karena aku ini milik kamu" jawab Vino sambil tersenyum menggoda yang membuat wajah Dinda berubah merah.


"Apaan sih kamu... Ya udah kamu pergi aja. Nanti malam jadi makan di rumah gak?" tanya Dinda.


"Jadi dong, aku tetap akan menulis daftar menunya. Nanti habis kerja bakti aku akan makan yang banyak" kata Vino sambil tersenyum lebar.


Rasanya senang sekali mengetahui Dinda akan menunggunya pulang untuk makan malam bersama.


Sementara Lara sedang mempersiapkan dirinya untuk menyambut kedatangan Vino.


Dia sengaja tidak menyewa satu orang pun untuk membantu nya mengemasi barang-barang, karena dia ingin berdua saja dengan Vino.


Lara bahkan sengaja berdandan seksi. Ia memakai kaos ketat yang model nya separuh sehingga memperlihatkan pusarnya, dengan celana jeans yang ketat pula.


"Malam ini kamu akan menjadi milikku Vin" kata Lara sambil tersenyum senang dan menatap dirinya sendiri di cermin.


Sementara Vino berangkat dengan mobilnya ke rumah Lara dengan niat yang tulus ingin membantu sahabatnya itu.


"Dari dulu Lara selalu baik padaku. Dia yang selalu menghalangi perempuan-perempuan genit yang mendekatiku. Dia juga selalu membela ku saat ayahnya yang gak pernah suka melihat kui itu menyalahkan ku didepan Mama dan Papa" batin Vino ketika membayangkan kembali saat ia baru menjadi keluarga Aditya.


Vino mengendarai mobilnya keluar dari kompleks perumahan mewah milik keluarganya itu.

__ADS_1


Dia tidak memperhatikan sebuah mobil berwarna biru memasuki komplek perumahan tempat ia dan Dinda tinggal.


Bersambung...


__ADS_2