Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu
Menyambut Vino


__ADS_3

Setelah mengantarkan Arka bertemu dengan Ardi, mereka pun singgah di pusara orang tuanya seperti yang direncanakan oleh Dinda.


Begitu sampai di sana, Arka yang sudah mengenal tempat itu pun langsung berlari menuju pusara kakek dan neneknya.


Sementara Yanti dan Dinda mengikutinya dari belakang sambil tersenyum melihat Arka.


"Rasanya terbayang kembali saat-saat masih ada ibu dan ayah ya, setiap kita kemari?" ujar Yanti.


Dinda mengangguk perlahan dengan wajah sedih.


"Iya seandainya Ibu masih ada pasti aku aku akan lebih kuat menjalani hidup ini," ujarnya.


"Iya, Ibu memang yang terbaik, Ibu kita orang yang sangat sabar dan bijaksana" sahut Yanti.


"Ayah juga. Walaupun setelah Ibu meninggal Ayah pernah melupakan kita sejenak demi wanita lain, tapi setelah itu Ayah kembali kepada kita," ujar Dinda sambil memandang pusara ayahnya.


Yanti tersenyum lirih, lalu ia menoleh menatap adiknya


"Saat itu kakak berumur 14 tahun dan kamu 7 tahun, untung saja Kakak memiliki kamu yang membutuhkan Kakak. Kalau tidak, mungkin Kakak akan terjerumus ke dalam kehidupan anak-anak nakal," cerita Yanti sambil mengenang kembali kepahitan hidup mereka saat sang ayah meninggalkan mereka dulu.


Dinda tersenyum terharu sambil membalas tatapan kakaknya.


"Aku dari dulu memang bergantung padamu Kak. Sejak berumur 6 tahun Ibu sudah meninggal, jadi kamu lah yang jadi pengganti Ibu bagiku," kakak beradik itu kembali tersenyum penuh keharuan. Mereka bersyukur bisa terus bersama sampai sekarang.


Sebelum pulang, Dinda mengajak Yanti mampir di sebuah Mall.


Dia ingin membeli beberapa barang untuk mengganti barang yang sudah usang di rumah dan kamarnya. Ia ingin mempersiapkan rumahnya menjadi lebih bagus untuk menyambut Vino.


"Wah pengantin baru ini, ingin menyambut suaminya aja pakai ganti properti rumah," goda Yanti.


Dinda hanya tersenyum, sambil terus memilih beberapa vas bunga yang ingin dibelinya. Dinda juga membeli korden baru, ia memilih warna coklat susu untuk memadukan dengan warna cat dinding kamar nya yang berwarna krem.


"Bahan buat dandanin kamar kamu udah lengkap nih, kalau bahan buat dandanin kamu saat di dalam kamarnya enggak beli nih?" goda Yanti.


"Maksud kakak apa? Bahan buat dandanin aku saat di dalam di kamar?"


"Maksud Kakak, baju seksi gitu. Lingerie?! Jawab Yanti sambil tersenyum menggoda.


"Ih Kakak," ujar Dinda tersipu malu.


Namun tak urung juga dia membeli beberapa baju penggugah gairah laki-laki itu.

__ADS_1


Sementara Arka asik duduk di troli menikmati jajanan nya.


Setelah selesai berbelanja, akhirnya mereka pun pulang.


"Makasih ya Kak, udah nemenin aku hari ini" ucap Dinda begitu mereka sampai di rumah nya. Ia lalu menurunkan belanjaan nya.


"Oke, nggak masalah. Kakak langsung pulang ya. Sebentar lagi Mas mu pulang kerja," pamit Yanti.


"Iya, Hati-hati dijalan ya," kata Dinda sambil melambaikan tangannya. Dan mobil Yanti pun melaju kembali.


Setelah masuk ke dalam, Dinda mengambil ponselnya dari dalam tas. Ia berencana untuk memberi tahu Vino bahwa ia telah pulang.


Dan ia memilih untuk mengabari melalui chat.


"Aku udah pulang ya Vin," ketik Dinda.


*****


Setelah membereskan kamarnya, Dinda berencana pergi ke dapur untuk memasak. Namun tiba-tiba ponselnya di nakas berbunyi. Dinda mengambil ponselnya dan bibirnya langsung tersenyum begitu melihat Vino yang mengajak video call.


Buru-buru ia mematut diri di cermin dan merapikan rambutnya.


"Halo sayang," jawab Vino sambil mengembangkan senyumnya yang mampu membuat setiap kaum hawa klepek-klepek melihatnya.


"Aku lagi nungguin pesanan makanan nih, kamu gak usah masak ya" Sambung Vino sambil memperlihatkan suasana restoran di sekitar nya.


"Wah senangnya, jadi gak usah masak" ujar Dinda sumringah. Ia merasa senang, karena saat ini tubuhnya masih kelelahan setelah bepergian, berbelanja dan merapikan rumah.


"Tungguin aku ya"


"Oke" jawab Dinda sambil melambaikan tangannya, lalu ia menutup teleponnya.


Kemudian Dinda pun mengajak Arka mandi agar mereka segar saat Vino pulang.


Tak lama kemudian, Vino pun pulang sambil tersenyum dengan menenteng bungkusan makanan yang dibelinya.


Dinda dan Arka langsung menyambut nya.


Arka terlihat sangat antusias, karena ia ingat oleh-oleh yang dijanjikan Vino.


"Oleh-oleh buat Arka mana Pa?" tanya Arka sambil bergelayut di tangan Vino.

__ADS_1


Vino tersenyum melihat Arka begitu antusias.


Ia merogoh bungkusan yang dibawanya dan mengeluarkan sebuah es krim.


"Ini sayang, es krim rasa cokelat tanpa kacang"


Vino merasa hatinya begitu di penuhi kebahagiaan, mempunyai sebuah keluarga yang menyambut nya dan menanti kepulangan nya.


Setelah mandi, Vino beserta anak dan istrinya pun makan malam bersama. Kemudian mereka menonton TV juga bersama.


"Ma, Arka ngantuk" ujar Arka sambil menyandarkan kepalanya di sofa.


"Ayo kita bobok, biar Papa bacain dongeng" ajak Vino.


Lalu ia menggendong tubuh anak kecil itu dan membawanya ke dalam kamarnya.


Kemudian Vino membacakan dongengnya seperti biasa, sementara Dinda tidur sambil memeluk Arka. Namun matanya terus menatap Vino sambil tersenyum. Ia merasa sangat bahagia dan berharap bisa selalu bahagia bersama Vino, sang idola setiap wanita yang kini telah menjadi suaminya.


Vino yang merasakan tatapan Dinda, menjadi salah tingkah sendiri. Sampai ia beberapa kali jadi salah membaca. Untung Arka sudah sangat mengantuk sehingga akhirnya ia tertidur juga.


Sementara Dinda semakin suka melihat Vino yang salah tingkah karena tatapan nya.


Vino menutup buku dongeng itu dan berbisik kepada Dinda.


Dinda langsung merasa wajahnya panas karena malu dan deg-degan.


Kemudian mereka pun beranjak dari kamar Arka yang telah tertidur, dan menuju ke kamar Dinda yang sekarang menjadi kamar mereka bersama.


Namun, begitu sampai di depan pintu, Dinda menghadang Vino agar tidak masuk.


"Lho, kenapa?" Tanya Vino heran.


"Kamu tunggu di sini dulu ya, aku akan masuk duluan, setelah nanti aku bilang udah boleh masuk, baru kamu masuk ya," ujar Dinda penuh teka-teki, sehingga membuat Vino penasaran apa rencana istrinya itu. Namun akhirnya ia mengangguk juga.


Beberapa saat setelah masuk ke dalam matanya menangkap sebuah foto sepasang suami istri di atas meja kecil di samping ranjang.


Mata Vino langsung terbelalak menatap sosok laki-laki yang ada di dalam foto itu.


Bersambung....


Yuk main tebak-tebakan, kira-kira foto siapa yang dilihat Vino ya guys...? Tulis tebakan kalian di kolom komentar ya... Aku akan follow akun yang jawabannya bener... Jangan minta hadiah ya guys, Author masih kismin 😂😂😂.

__ADS_1


__ADS_2