Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu
Menikmati Bulan Madu


__ADS_3

Dua hari sudah Vino di rumah sakit, akhirnya Dokter pun mengijinkan pulang dan menjalani perawatan di rumah.


Ia dijemput oleh Mama-Papanya dan Dinda. Sementara Arka menunggu di rumah bersama bibinya.


Dinda duduk di kursi belakang bersama Vino, dengan tangannya yang terus digenggam oleh Vino, dan Papanya yang mengemudikan mobil dengan Mama yang duduk di sampingnya.


Berkali-kali sudah Dinda menarik kembali tangannya dari genggaman Vino, karena ia malu dilihat oleh mertuanya. Tapi tetap saja Vino bandel, dan kembali mengambil tangan Dinda.


Nyonya Aditya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya yang sangat manja dengan istrinya itu. Kelihatan sekali bahwa ini pertama kalinya ia dekat dengan wanita.


Setibanya di rumah Dinda, Yanti dan Arka sudah menunggu di teras. Lalu Arka langsung berlari menyongsong Vino yang baru turun dari mobil. Vino langsung menyambut putranya itu dengan gembira. Ia sangat senang Arka sudah merasa dekat dengannya, karena ia juga sudah benar-benar menyayangi Arka seperti anaknya sendiri.


"Arka rindu sama Papa?" tanya Vino.


"Iya, Arka rindu main bola sama Papa, soalnya waktu Papa di rumah sakit kan enggak bisa Arka ajak main," kata Arka.


"Lho Arka, yang disambut kok cuma Papa, Nenek juga mau dong dipeluk sama Arka," kata Nyonya Aditya sambil merentangkan tangannya, ia memang sangat menyukai anak kecil itu.


Arka tersenyum sambil berjalan ke arah neneknya, dan menyambut pelukan hangat nenek yang baik hati itu.


"Tante sama Om masuk dulu, udah Yanti buatkan minum di dalam," ujar Yanti mempersilahkan mertuanya Dinda untuk masuk.


"Duh, kenapa harus repot-repot Yan?" ucap Nyonya aditya ramah.


Lalu mereka pun masuk ke dalam bersama.


Dinda merasa sedikit canggung saat mereka masuk ke dalam rumahnya.


Karena rumahnya terlalu sederhana jika dibandingkan dengan rumah keluarganya Vino. Ia takut mereka akan merasa tidak nyaman.


Namun kenyataannya justru berbalik dari yang dibayangkan oleh Dinda. Mereka begitu terlihat santai dan langsung berbaur dengan kakaknya.


Di ruang keluarganya mereka duduk bersama. Vino bersandar di bantal sofa dan Aditya duduk disampingnya sambil menikmati kue yang disajikan oleh Yanti.


Sementara Nyonya Aditya dan Yanti duduk lesehan di matras bulu sambil menemani Arka bermain, mereka terlihat mengobrol bersama dan tentu saja bahan obrolannya adalah Arka, mereka semua tertawa setiap melihat tingkah lucu Arka.


Dinda menatap keluarganya itu dengan senyuman, ia lega dan bahagia mendapatkan keluarga dan mertua yang sangat baik.


Setelah beberapa saat bercengkerama bersama, akhirnya mertuanya itu pun pamit pulang, begitu juga dengan kakaknya Yanti .


Sebelum naik ke mobilnya, Nyonya Adhitya kembali mencium gemas cucunya itu.


"Kalian jangan lupa, kalian udah berjanji akan menginap di rumah Mama setiap akhir pekan," kata Nyonya Aditya sambil menatap Dinda dan Vino tegas.

__ADS_1


"Iya Ma, kami janji," jawab Dinda dan Vino bersamaan.


Nyonya Aditya mengembangkan senyumnya, lalu naik ke dalam mobilnya yang kemudian melaju dengan pelan.


"Kakak juga pulang sekarang ya, Din," pamit Yanti.


"Makasih ya Kak udah jagain Arka terus," ucap Dinda.


"Iya sama-sama, Kakak justru senang kalau kamu nitip terus, kalau boleh malah Kakak bungkusin aja makhluk kecil ini buat Kakak," kata Yanti sambil menoel pipi Arka yang bulat.


"Ih Bibi, memangnya Arka nasi uduk apa, di bungkusin," rajuk Arka dengan bibir manyun.


Yanti tertawa sambil masuk ke dalam mobilnya dan melaju pergi.


Dan akhirnya hanya tinggal keluarga kecil mereka.


"Ma, pegangin Papa, dong. Papa masih sakit, ntar jatuh lagi," kata Vino manja.


"Ih Papa, dari tadi juga udah sembuh, tadi kan jalannya nggak usah di pegangin," ujar Dinda sambil mencibir kan bibirnya.


Vino berpura-pura mengaduh sakit sambil memegang kepalanya dan melirik Arka.


"Mama pegangin Papa dong, kasian tuh Papa pusing, ntar Papa jatuh Ma" pinta Arka sambil menarik-narik tangannya. Dinda memelotot kan matanya kepada Vino, sementara yang dipelototi malah tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya Dinda pun ikut tersenyum dan meraih tangan suaminya itu.


Setelah tiga hari beristirahat di rumah, akhirnya kondisi Vino pun sembuh total. Namun ia tidak ingin masuk kerja dulu.


Ia ingin menikmati masa bulan madu bersama istri dan anaknya.


"Hari ini kita jalan-jalan yuk!" ajak Vino kepada anak dan istrinya.


"Jaan-jalan ke mana Pa?" sambut Arka langsung tanggap.


"Arka maunya jalan-jalan kemana?" tanya Vino lagi.


"Arka mau kita ke pantai, boleh nggak Pa?"


"Ke pantai? Boleh, seru juga tuh. Gimana Ma?" tanya Vino sambil menoleh kepada Dinda


"Boleh, Mama juga kepingin pergi ke pantai" kata Dinda.


Dan akhirnya telah diputuskan, hari itu mereka akan jalan-jalan ke pantai.


Sesampainya di pantai, Arka langsung berlari-lari kegirangan di sana. Dinda tersenyum bahagia melihat anaknya senang.

__ADS_1


Sementara Vino, menatap istri dan anaknya penuh arti. Lalu ia berkata,


"Aku sangat bahagia bisa mengetahui bagaimana rasanya mempunyai keluarga, membuat kalian bahagia ternyata juga bisa menghadirkan kebahagiaan yang luar biasa untukku" kata Vino.


Dinda membalas tatapan suaminya dan tersenyum manis. Namun ia akhirnya harus menyampingkan suasana romantis itu saat ia melihat Arka mulai berlari ke arah air laut.


"Arka, jangan berjalan jauh kesana sayang!" panggilnya sambil berlari mendekati Arka "kamu tunggu di sini aja ya, biar aku yang ajak Arka kesini," kata Dinda sambil menoleh kembali kepada suaminya.


Vino pun menganggukkan kepalanya.


Tak lama kemudian, Dinda dan Arka berjalan kembali ke tempat Vino menunggu, lalu terdengar suara cekikikan genit dari arah samping kanannya.


Dinda pun menoleh, ia melihat gadis-gadis berpakaian seksi sedang cekikikan dan tersenyum malu-malu sambil melihat kearah Vino. Sementara Vino hanya cuek dan tidak melihat kearah mereka. Namun bagaimanapun wajah Dinda tak urung juga memerah karena rasa cemburu.


Dengan wajah manyun, ia mendekati Vino yang menyambutnya dengan senyuman.


"Lho, kok manyun? Ada masalah apa?" tanya Vino heran.


"Tuh lihat," jawab Dinda sambil menatap ke arah gadis-gadis itu .


Vino mengikuti arah pandangan Dinda dan ia melihat beberapa orang gadis yang sedang tersenyum-senyum ke arahnya, walaupun mereka sudah melihat Dinda duduk di sampingnya.


"Oh.. kamu cemburu?" tanya Vino sambil tersenyum senang.


Dinda tidak menjawabnya dan semakin manyun.


Lalu Vino melirik kearah Arka, setelah memastikan anaknya itu sudah asyik bermain dan tidak memperhatikan mereka, ia lalu menarik kepala Dinda dan mengecup bibirnya.


Seketika mata Dinda terbelalak kaget.


wajahnya bersemu merah saat menyadari Vino menciumnya di depan umum.


Namun ia kemudian tersenyum senang saat melihat gadis-gardis itu jadi kasak-kusuk dan tak melihat Vino lagi.


Vino pun ikut tersenyum senang melihat senyuman Dinda.


Setelah bermain-main di pantai selesai, Vino kembali membawa istri dan anaknya ke suatu tempat. Namun sebelumnya ia meminta Dinda untuk menutup matanya dulu dengan sehelai kain kecil.


"Memangnya kita mau kemana sih Vin?" tanya Dinda yang sudah tertutup matanya itu.


"Yang namanya surprise nggak boleh dikasih tahu dong, benar kan, Arka?" kata Vino sambil mengiyakan kepada Arka. Sementara Arka tertawa melihat mamanya yang tertutup mata seperti mau main petak umpet itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2