Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu
Permintaan Nyonya Aditya


__ADS_3

Setelah melakukan olahraga yang khusus untuk orang dewasa itu selama semalaman suntuk, akhirnya kedua pengantin baru itu pun keluar dari kamarnya.


Di ruang makan ternyata telah menunggu Nyonya Aditya bersama Arka.


"Wah papa sama Mama udah keluar tuh sayang" Ujar Nyonya Aditya kepada Arka.


"Papa?" Tanya Arka bingung.


"Iya. Mulai sekarang, Arka mau kan panggil Om Vino papa?" tanya Nyonya Aditya.


"Tapi om Vino kan bukan Papanya Arka" sanggah Arka polos.


Vino duduk di samping Arka sambil tersenyum, ia membelai rambut anak kecil itu.


"Tapi Arka sayang kan sama Om Vino? Tanya Vino.


"Sayang dong, Om Vino kan baik sama Arka"


"Om juga sayang sama Arka, Om pengen punya anak kayak Arka, boleh nggak?" Tanya Vino lembut.


Arka menatap Vino sesaat, seolah-olah sedang mempertimbangkan permintaan Vino.


"Boleh, kalau gitu berarti sekarang Arka punya dua Papa dong?" Tanya Arka polos.


Dinda menjadi canggung mendengar pertanyaan Arka. Vino yang menyadari itu langsung menjawab.


"Iya sayang, kamu jadi banyak yang sayang sekarang"


"Iya, Arka sekarang juga punya Nenek yang baik, nggak kayak Nenek Melinda, judes" Kata Arka sambil tersenyum kepada Nyonya Aditya yang duduk di samping kirinya. Nyonya Aditya langsung memeluk Arka sambil tersenyum, ia merasa senang Arka telah menganggap nya Nenek.


"Iya, tapi Arka gak boleh ngatain orang tua begitu ya, bagaimanapun juga Nenek Melinda itu Neneknya Arka juga" Ujar Dinda menasehati anaknya.


"Nenek Melinda itu siapa?" tanya Vino pada Dinda.


"Mamanya Ardi" Jawab Dinda canggung.


"Iya sayang, yang dibilangin Mama kamu itu benar, Nenek Melinda juga harus kamu hormati ya" Ujar Nyonya Aditya sambil membelai rambut Arka.


"Iya Nek" Jawab Arka patuh.


"Papa mana Ma?" Tanya Vino.


"Papamu tadi berangkat awal, karena ada urusan mendadak di perusahaan"


"Oh, tapi semua baik-baik aja kan?"


"Iya, tidak ada masalah yang serius. Kamu hari ini di rumah aja, gak usah kerja. Temenin Dinda dan Arka" Ujar Nyonya Aditya.


"Iya Ma, dengan senang hati" Jawab Vino sambil melirik dengan ekspresi menggoda ke arah Dinda.

__ADS_1


Dinda tersenyum senang, ia merasa beruntung memiliki mertua yang baik. Dan ia berharap bisa selalu berhubungan baik dengan orang yang telah membesarkan laki-laki yang dicintai nya itu.


Setelah makan, Vino mengajak Dinda dan Arka bermain di halaman rumah yang bagaikan lapangan bola itu. Ia membawa bola untuk bermain bersama Arka.


"Wah Om, di rumah Om ada taman nya ya? Berarti setiap hari Om bisa piknik dong" Kata Arka takjub.


Vino tersenyum mendengar perkataan Arka.


"Iya, Arka juga bisa piknik setiap hari di sini"


"Emang boleh Om?" Tanya Arka senang.


"Boleh dong. Kan Arka udah jadi anak Papa, jadi ini juga rumah Arka" Jawab Vino sambil tersenyum.


"Oh iya ya Om" Kata Arka sumringah.


"Kok Om sih?" Tanya Vino.


"Eh Iya, Papa" Jawab Arka malu-malu.


Dinda yang mengikuti dari belakang tersenyum mendengar percakapan sepasang ayah dan anak baru itu.


Lalu ia duduk di kursi taman, menikmati terpaan cahaya matahari pagi.


Sementara Vino dan Arka mulai bermain bola.


Arka tampak begitu senang bermain bersama Vino. Waktu dulu saat mereka piknik, Arka juga sangat senang. Ia sampai bercerita berkali-kali kepada Bibinya tentang pengalaman nya bermain dengan Vino.


"Mama, Arka haus" rengek Arka.


"Mama ambilkan minuman dulu ya sayang" Ujar Dinda sambil membelai pipi Arka dan bangkit dari duduknya.


"Biar aku telfon ke rumah aja, biar dibawain ke sini minuman nya" Sahut Vino yang sedang berjalan mendekat.


"Gak usah Vin, biar aku masuk aja, bosan rasanya gak bergerak dari tadi" Jawab Dinda.


"Kalo Mama bosan, yuk main bola sama Arka dan Om Vino. Eh, maksud Arka Papa" Kata Arka sambil menendang bola lagi, lalu berlari mengejar bolanya.


"Mama main bolanya sama Papa aja nanti malam. Papa yang jadi penyerang, Mama yang jadi kiper nya" Goda Vino sambil mengedipkan sebelah matanya.


Dinda mendelik kan matanya dengan menahan senyum.


Sementara Vino terkekeh lalu berbalik dan berlari mengejar Arka.


Begitu masuk ke dalam, Dinda yang baru dua kali masuk ke dalam rumah besar itu, tentu belum tahu-menahu seluk-beluk ruangan nya. Sehingga ia harus bertanya kepada asisten rumah tangga yang sedang bersih-bersih di ruang tamu.


Asisten rumah tangga itu pun mengantarkan Dinda ke dapur.


Di sana ternyata ada Nyonya Aditya yang sedang memotong buah.

__ADS_1


"Ternyata walaupun memiliki asisten sampai puluhan orang, tapi Mama tetap melakukan pekerjaan di dapur juga" pikir Dinda.


Nyonya Aditya yang melihat Dinda memasuki dapur langsung mengembangkan senyumnya.


"Ada apa Din?" Tanya Nyonya Aditya.


"Anu Ma, mau ngambil minuman buat Arka dan Vino" Jawab Dinda.


"Oh gitu. Arka itu lucu sekali, dia juga anak yang penurut" Ujar Nyonya Aditya.


"Oh iya Din, Mama udah ngerasain lho, kue buatan kamu. Rasanya enak banget, nggak heran baru buka udah banyak pelanggan nya" Puji Nyonya Aditya yang membuat Dinda tersipu malu.


"Belum banyak pelanggan nya kok Ma" Jawab Dinda merendah.


"Mama boleh minta diajarin gak?" Tanya Nyonya Aditya.


"Boleh dong Ma".


Nyonya Aditya tersenyum senang, lalu perlahan ia duduk di kursi menghadap ke arah Dinda. Ia memandang Dinda sesaat.


"Mama juga mau minta satu permintaan yang besar, kalau boleh?" Tanya Nyonya Aditya dengan wajah serius.


Dinda menjadi tegang sedikit melihat ekspresi serius ibu mertuanya.


"Boleh Ma, Mama mau minta apa?"


"Mama mau kamu dan Arka tinggal di rumah ini aja Din. Mama butuh teman" Ujar Nyonya Aditya penuh harap.


Dinda menatap Nyonya Aditya sedih sekaligus tidak enak hati.


"Dinda mau kok Ma, tapi Dinda harus musyawarah kan dulu dengan Vino" Jawab Dinda.


"Tentu nak, Kalian sudah menjadi satu keluarga, semua hal harus saling dimusyawarahkan" Sahut Nyonya Aditya.


"Mama senang Vino menikah dengan kamu. Dari pertama kali Mama mengadopsinya, dia selalu bersikap dingin terhadap semua orang, kecuali keluarga nya. Dia tidak pernah mempunyai hubungan dengan wanita manapun, karena dia membenci wanita. Mama pikir, Mama tidak akan sempat melihat nya menikah. Sampai akhirnya dia membawa kamu ke rumah ini, rasanya seperti mimpi yang berubah menjadi kenyataan" Cerita Nyonya Aditya panjang lebar.


"Mama gak keberatan punya menantu yang sudah pernah menikah, bahkan sudah punya anak? Tanya Dinda perlahan.


"Tentu saja tidak. Arka malah jadi pelengkap mimpi Mama yang ingin segera mempunyai cucu" Jawab Nyonya Aditya tulus.


Dinda tersenyum senang mendengar perkataan Mamanya Vino itu.


"Ya udah, kamu anterin dulu minum buat Arka gih, sekalian buahnya biar Arka sehat" Ujar Nyonya Aditya sambil meletakkan piring berisi buah ke dalam nampan minuman yang dipegang Dinda


Kemudian Dinda berjalan keluar dari dapur, dengan pikiran yang masih terpikirkan tentang permintaan Nyonya Aditya untuk tinggal di rumah ini.


"Bagaimana dengan toko kue, dan bagaimana dengan rumahku? Terus kalau tinggal di rumah ini tentu aku akan sering berjumpa dengan mas Rio, apa akan nyaman nantinya? Tapi, kalo kami pindah, kasian Mama" Pikir Dinda resah.


Nah Reader ku yang baik... Menurut kalian bagusnya Dinda dan keluarga kecil nya tinggal di mana? Kasih usulan kalian di komentar ya....

__ADS_1


Sekalian aku mau promosi novel yang bagus nih. Di baca ya....



__ADS_2