Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu
Perceraian


__ADS_3

Lara merasa bingung mendengar perkataan Rio.


"Apa maksud mas Rio?"


"Nanti kamu juga akan tau. Ikut aku, akan aku tunjukkan padamu" kata Rio sambil bangkit berdiri.


Lara ikut bangun masih dengan wajah yang bingung.


"Kita pergi pakai mobil aku aja ya" kata Rio dan menuju ke garasi mobilnya.


"Oke" jawab Lara.


Setelah setengah jam melaju di jalanan, mobil Rio tampak memasuki sebuah tempat yang terlihat seperti pabrik yang sudah usang. Rio berhenti tepat di depan bangunan pabrik itu.


"Ayo kita masuk" ajak Rio sambil keluar dari mobilnya.


"Oke" jawab Lara sambil ikut keluar tanpa bertanya apa-apa.


Begitu masuk ke dalam mereka langsung disambut oleh tiga laki-laki bertampang preman. Mereka berdiri siaga di depan pintu sebuah ruangan yang tertutup.


"Buka pintunya", perintah Rio.


Salah satu dari mereka langsung membuka pintunya.


Kemudian Rio masuk ke dalam ruangan itu diikuti oleh Lara.


Di dalam ruangan itu Lara melihat seorang laki-laki duduk di kursi dengan tangan terikat kebelakang dan kepala yang tertunduk, sepertinya dia sedang tidur.


"Siapa dia mas? Jangan bilang..." kata Lara dengan mata terbelalak.


"Ya, dia adalah suaminya Dinda" jawab Rio.


Ardi yang mendengar suara orang berbicara di depan nya pun membuka matanya, dan melihat ke depan dengan memicingkan matanya.


"Wajahnya tampan meski penampilan nya sedang berantakan. Memang pintar memikat laki-laki si Dinda itu" pikir Lara sambil memperhatikan Ardi.


"Oh ternyata bos besar yang datang" kata Ardi sambil tersenyum sinis. Lalu dia melihat ke arah Lara.


"Wah, aku pikir bos datang sama istriku. Ternyata sama wanita peliharaannya yang lain" sambungnya sambil mendengus.


Lara tampak melotot marah mendengar perkataan laki-laki yang menghinanya itu.


Rio melangkah maju dan menendang kaki Ardi.


"Aakhh", teriaknya.


"Jaga mulut mu jika masih ingin hidup" kata Rio marah.


"Aku masih membiarkan mu hidup hanya karena kau masih harus melakukan sesuatu untuk ku", sambungnya.


Ardi tersenyum miring dan mendengus.


"Apa yang harus aku lakukan untuk mu?" tanya Ardi.

__ADS_1


"Aku ingin kamu menghadiri sidang perceraian mu dengan Dinda" jawab Rio.


Ardi tampak mengernyitkan keningnya.


"Apa? Aku gak akan menceraikan Dinda", kata Ardi.


"Ha ha ha... Apa kamu bilang? Gak mau cerai? Bukannya kau ingin menikah dengan selingkuhan mu yang anak orang kaya itu?" tanya Rio dengan nada mengejek.


"Aku memang punya selingkuhan, tapi hanya untuk mengambil keuntungan aja. Tapi aku gak akan melepaskan wanita penurut seperti Dinda" jawab Ardi.


"Dasar laki-laki busuk! Kau ingin memperalatnya seumur hidup?" Kata Rio dengan suara keras.


"Aku hanya ingin hidup sesuai keinginan ku" jawab Ardi.


"Baiklah, aku juga gak menyuruh mu menceraikannya sekarang. Aku ingin kamu menghadiri sidang untuk mempertahankan hubungan mu" kata Rio.


Ardi tampak bingung mendengar permintaan Rio yang ia pikir ingin merebut Dinda darinya, tapi malah melarangnya bercerai.


"Hanya untuk sementara, sampai aku akan memerintahkan mu bercerai maka kau gak boleh menolak" sambung Rio.


"Lalu bagaimana dengan kasus ku?" tanya Ardi.


"Aku akan memberi jaminan untuk kebebasan mu sementara mengikuti sidang" kata Rio.


"Tidak, aku ingin kau membebaskan ku dari kasus itu, baru aku akan melakukan perintah mu" kata Ardi.


Rio tersenyum sinis mendengar negosiasi Ardi.


*****


Ruangan persidangan terasa begitu tidak nyaman bagi Dinda.


Yanti dan Vino yang hadir di sana tampak sedang menyemangatinya.


"Kamu gak usah khawatir Din, permohonan mu pasti akan dikabulkan, apa lagi Ardi tidak hadir karena ia sedang buron" kata Yanti.


"Semoga kak" jawab Dinda sambil berusaha tersenyum.


Namun senyuman nya langsung menghilang begitu ia melihat Ardi memasuki ruang persidangan.


Begitu juga dengan Yanti dan Vino.


"Bagaimana bisa dia datang?" bisik Yanti pada Dinda.


"Aku juga gak tau kak" jawab Dinda.


Vino melihat Ardi masuk bersama seorang pengacara yang terkenal.


"Bagaimana bisa seorang buronan datang kemari bahkan dengan seorang pengacara terkenal? Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres" pikirnya.


Ardi melihat ke arah Dinda dan melayangkan senyuman nya.


Dinda yang melihat sikap Ardi yang seolah-olah tidak terjadi apa-apa merasakan hatinya begitu kesal.

__ADS_1


Ia bahkan merasa benci melihat senyuman laki-laki yang selama enam tahun telah sengaja memperalatnya itu.


Begitu sidang di mulai Dinda hanya bisa berdoa agar terlepas dari cengkeraman Ardi yang seperti serigala berbulu domba.


"Semoga cepat selesai, toh mas Ardi juga pasti ingin bercerai dengan ku, semua nya akan mudah" pikir Dinda sambil menyemangati diri.


****


Setelah persidangan usai, tampak Dinda keluar dari ruang persidangan dengan tubuh lemas dan dipapah Yanti.


"Sudahlah Din, kita akan tetap berusaha, setelah tahap mediasi ini" kata Yanti sambil mengelus punggung adiknya.


"Aku benar-benar gak nyangka kak, kok mas Ardi gak mau bercerai? Apa yang dia inginkan dariku" kata Dinda frustasi, dia tidak menyangka bahwa Ardi akan menolak untuk bercerai.


Vino menatap Dinda dengan sedih karena ia merasa gagal membantu wanita yang dicintainya itu.


Sesampainya di tempat parkir, mereka berpapasan dengan Ardi dan pengacaranya. Ardi langsung berjalan mendekati Dinda.


Dia menjulurkan tangannya untuk memeluk Dinda.


Dinda refleks mendorong tubuh Ardi. Vino yang berada di samping Dinda langsung menarik Dinda ke belakang tubuhnya.


Ardi menatap Vino dengan tatapan selidik.


"Siapa kamu? berani-beraninya menyentuh istriku di depan mata ku" kata Ardi marah.


"Dia memang masih istri mu untuk sementara. Tapi itu tidak akan lama lagi" jawab Vino sinis.


Ardi mengernyitkan keningnya sesaat.


Kemudian ia tertawa dengan nada mengejek.


"Sebenarnya yang mana selingkuhan mu Dinda? Kenapa banyak sekali laki-laki yang menginginkan aku menceraikan mu?" tanya nya.


"Aku gak pernah selingkuh. Kamu lah yang telah mengkhianati ku selama bertahun-tahun" jawab Dinda marah.


"Ayo Din, kita pulang aja" ajak Yanti sambil menarik tangan Dinda menuju mobil Vino.


Begitu mereka telah masuk ke dalam mobil, Vino langsung menancap gas meninggalkan tempat itu.


Setelah Dinda pergi, Ardi menatap kepergian istrinya itu dengan hampa.


"Mobil laki-laki itu mewah sekali, siapa dia sebenarnya, apa kamu mengenal nya pak?" tanya Ardi pada pengacaranya.


"Ya pak, saya mengenalnya. Dia adiknya Pak Rio, Vino Aditya" jawab pengacaranya.


Ardi tampak terkejut mendengar nya.


"Jadi dia CEO baru perusahaan ku itu? Aku belum pernah melihatnya, tidak ku sangka aku malah melihat nya ketika dia telah menjadi perebut istriku" pikirnya.


"Mas Ardi" panggil sebuah suara dari arah belakang nya.


Ardi pun menoleh, dan ia tampak terkejut.

__ADS_1


__ADS_2