
Alga menatap tajam Almira yang duduk disampingnya.
"Kenapa duduk disitu?" Tanya Alga tidak suka.
"Memangnya aku harus duduk dimana?" Tanya Almira balik.
"Tiket nonton dengan kursi yang ada di satu teater ini sudah kubeli. Jadi, tinggal plih saja." Jelasnya dengan nada sombong.
"Oh, bilang dong." Ucap Almira yang sebenarnya sudah menebak sebelumnya.
"Ini popcorn dan air mineralnya. Aku duduk di kursi depanmu saja." Ucap Almira sambil memberikan popcorn dan juga air mineral yang digenggamnya tadi dengan susah payah.
"Terserah mau duduk dimana." Ucapnya acuh.
Almira pun pindah tempat duduk yang ada di barisan depan Alga. Tepatnya ia memilih tempat duduk di depan Alga. Alga yang sebenarnya kesal karena ia pikir kalau Almira bisa saja memilih tempat duduk di paling depan, paling belakang atau di ujung kanan dan ujung kiri. Tapi, ia lebih memilih di depan Alga. Alga hanya memilih diam daripada protes lagi.
Tidak lama film pun dimulai. Alga dan Almira sama-sama menikmati filmnya. Sesekali Almira kaget dan berteriak saat salah satu dinosaurus menggigit dinosaurus yang lainnya.
Alga hanya diam saja tidak menghiraukan teriakan Almira. Karena, ia juga tampaknya kurang menikmati film yang dipilih oleh Almira. Tidak tahu kenapa Alga tidak memilih film yang ia suka sendiri melainkan bertanya kepada Almira ingin menonton apa. Untuk alasannya hanya Alga dan tuhan yang tahu.
Setelah film sudah selesai, mereka keluar dari bioskop. Alga berjalan ke suatu tempat yang arahnya menuju ke salah satu restoran mewah yang ada di mall itu. Almira seperti biasa hanya mengikuti Alga saja.
"Pesan saja makanan yang kamu mau." Ucapnya saat mereka sudah duduk di salah satu meja yang ada di dalam restoran itu.
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih." Jawab Almira biasa saja.
Almira sengaja menutupi raut wajah senangnya yang bisa makan makanan mewah apalagi dibayarin.
"Alga." Panggil Almira setelah mereka selesai memesan makanannya.
"Apa?" Tanyanya.
"Setelah lulus, kamu akan berkuliah bukan?" Tanya Almira hati-hati.
"Iya." Jawabnya singkat.
"Dimana?" Tanya Almira lagi.
"Bukan urusanmu." Jawabnya acuh sambil fokus ke hpnya.
"Memangnya untuk apa kamu bertanya tentang itu?"
"Hanya ingin tahu saja."
"Aku kuliah di Universitas milik ayah." Ucapnya.
"Oh, baiklah."
__ADS_1
Sepuluh menit mereka kembali dalam suasana hening. Makanan mereka pun datang. Tanpa banyak bicara, mereka langsung menyantap makanan enak yang ada di depan mereka hingga tuntas tidak tersisa sedikitpun.
"Ingin kemana lagi?" Tanya Alga masih dengan posisi duduknya menatap Almira.
"Terserah, aku Ikut saja." Ucap Almira.
"Temani aku beli buku." Ucapnya.
"Iya." Jawab Almira singkat.
Alga pun jalan terlebih dahulu sebelum Almira. Almira hanya mengikuti seperti biasa. Tapi, tiba-tiba Almira melihat Alga diberhentikan langkahnya oleh salah satu pelayan restoran tersebut sebelum keluar dari restoran itu.
"Ada apa?" Tanya Alga.
"Maaf tuan, anda belum membayar makanan anda. Jadi, anda belum boleh keluar dari restoran kami." Jelas pelayan itu.
"Hahaha…, hump." Almira yang mendengar itu langsung tertawa. Namun, langsung menutup mulutnya sendiri saat Alga menoleh kebelakang memberikannya tatapan tajam.
Seketika Alga mati kutu, dia terdiam sejenak karena malu. Ia tidak habis pikir karena ia bisa lupa untuk membayar makanannya sendiri.
"Maaf tuan, apakah anda ingin membayarnya sekarang?" Tanya pelayan itu.
"Memangnya bisa besok?!" Tanya Alga dengan sedikit emosi karena ia tengah merasa sangat amat malu.
__ADS_1
"Maaf tuan, ini restoran bukan warung tegal." Ucapnya.
Bersambung.