Love "A" Double

Love "A" Double
Setuju


__ADS_3

"Apa kau sedang dalam masalah?" Tanya Devan hati-hati.


"Tidak ada." Jawabnya.


"Lalu, tadi itu apa?" Devan menyelidik.


"Jas pengawal ada yang digantung. Biasa lagi dijemur mungkin." Jawabnya asal.


Mungkin. Masih masuk akal si. Tapi, kenapa kalau dicuci tidak langsung dikeringkan saja. Atau tidak kan bisa di jemur di jemuran baju yang ada di dalam rumah. Kenapa harus di gerbang. Devan.


Sebenarnya ada apa si sama Alga. Mau cari tahu ada apa saja sudah banget. Almira.


Danisa celingak-celinguk. Melihat yang lainnya sedang diam pada pikirannya masing-masing. Kecuali Alga sibuk sama tabletnya.


"Bagaimana kalau kita ke negara xx?" Tanya Alga memberi saran. Sambil menunjukkan foto negaranya melalui tabletnya.


"Wah, boleh tuh." Danisa langsung setuju.


"Bagus aku setuju." Devan juga setuju.

__ADS_1


Danisa dan Devan sudah setuju. Alga pun menoleh ke arah Almira. Almira yang merasa diperhatikan. Jadi, bingung sendiri. Kenapa.


"Kenapa?" Almira bertanya dengan wajahnya yang seperti tidak ada dosa.


"Kamu belum menjawab setuju atau tidak Almira." Sahut Danisa dengan semangatnya.


"Lagipula tiga lawan satu sudah pasti kalah. Kalau Almira menjawab tidak setuju." Devan.


"Kenapa kamu diam saja?" Alga yang bertanya secara halus kepada Almira namun pertanyaannya cukup menohok.


"Memangnya aku harus jawab apa. Uang bulanan dari ayahku tidak terlalu banyak. Aku ingin menabungnya. Kalau kalian ingin jalan-jalan silahkan saja. Tapi, aku tetap dirumah." Jawab Almira dengan santainya. Tidak tersirat rasa iri ataupun kesedihan tidak bisa ikut sama sekali. 


"Ikutlah saja. Aku yang menanggung semuanya." Ucap Alga dengan santainya.


"Tidak, nanti yang ada aku harus menggantinya lagi." Almira yang tidak mau ada hutang dengan Alga. Karena urusannya aian ribet.


"Tidak. Aku janji." Alga meyakinkan. Mengulurkan jari kelingkingnya. Almira pun mengaitkan kelingkingnya juga di kelingking Alga. Janji ya.


"Cie..., cie..., kayaknya kalian sudah sangat berubah. Waktu di sekolah saja sudah seperti tikus dan kucing." Devan yang mengejek. Apga dan Almira langsung buru-buru melepaskan jarinya yang saling bertautan.

__ADS_1


"Haha..., iya. Biasanya saling tidak peduli. Sekarang saling peduli." Danisa ikut menimpali.


"Danisa! Asal kau ingat saja. Aku belum sempat membalasmu." Alga yang mengancam Danisa untuk mengingatkannya yang mungkin sudah dilupakan Danisa.


"Hah? Balas, kenapa?" Danisa bingung. Ternyata dia sudah lupa.


"Kau lupa hari dimana saat kita masih ujian sekolah. Kau lupa atas apa yang kau lakukan saat itu?" Alga yang kembali menjadi kesal karena mengingat kejadian kala itu.


"Apa?" Danisa semakin bingung.


"Kau menuduhku mencontek, Danisa!" Tambah kesal seketika.


"Oh itu, haha..., lupakan saja lah Alga." Danisa yang mulai ingat dan nyalinya jadi menciut. Tertawa saja semoga bisa meredakan kekesalan Alga.


"Tidak bisa. Memangnya aku orang yang mudah pelupa." Alga.


"Ah, iya iya. Terserah saja lah. Balas saja balas sana. Ku tunggu." Danisa sudah malas melawan.


Mereka semua pun memutuskan akan pergi ke negara xx untuk liburan mereka. Hari mereka berangkat pun juga sudah diputuskan. Mereka akan berangkat liburan lusa. Danisa dan Devan sore nanti akan pulang terlebih dahulu untuk mempersiapkan perlengkapan mereka untuk liburan dan kembali besok pagi sambil membawa koper mereka masing-masing. Alga dan Almira juga sama. 

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2