Love "A" Double

Love "A" Double
Foto Berdua


__ADS_3

Almira terbelalak tidak percaya apa yang baru saja didengarnya. Alga dengan percaya dirinya mengatakan itu. 


"Hah! Enak saja kamu bisa berpikir seenaknya." Kesal Almira. 


"Haha…, terserah aku. Ayo, kita kesana untuk foto." Ajak Alga menarik Almira agar ikut dengannya berfoto di tengah jalan persimpangan yang bernama Times Square itu. 


Almira pasrah saja foto berdua dengan Alga. Kalau mau foto di tempat keren itu. Mau tidak mau ya harus bersama Alga.


Setelah selesai foto. Mereka juga berkeliling di sekitar persimpangan jalan itu. Jalan yang juga menjadi tempat bertemunya jalan Broadway dan Seventh Avenue. 


Satu lagi, persimpangan jalan ini juga mencakup kawasan antara West 42nd hingga West 47th Street. 


Setelah merasa cuaca menjadi mulai panas dan juga sudah siang. Mereka berjalan kembali ke mobilnya dan menuju ke restoran dimana tempat yang akan mereka datangi untuk makan siang kali ini. 


Alga dan Almira pun belum pernah datang kesana juga. Bagi Almira tentu saja belum pernah karena dia baru pertama kali ke negara ini. 


Sedangkan, Alga ada beberapa tempat yang sudah pernah dia kunjungi. Karena, Alga pernah diajak oleh Ayah Gautama untuk pergi ke luar negeri. 


Sekitar dua puluh menit mereka sampai. Karena, tidak terlalu jauh juga dari tempat mereka jalan-jalan santai dan foto-foto tadi. Alga dan Almira pun langsung turun. 


Mereka beriringan masuk ke dalam dan duduk di tempat yang sudah direservasi oleh Alga. Mereka duduk berhadapan. 

__ADS_1


Sedangkan, sang sopir juga ikut makan siang hanya saja tidak berada di dekat mereka duduknya. 


Seperti biasa Almira tidak begitu paham dengan menunya. Alga pun yang harus turun tangan dalam memilihkan menu makan siang untuk Almira. 


Anggap saja seperti kakak yang membantu adiknya memesankan makanan. Tapi, kalau Almira sudah berumur delapan belas tahun. 


Bisa saja berubah suami yang sedang membantu istrinya memilihkan menu makanan. Kalau Alga benar-benar menepati ucapannya ya untuk menikahi Almira. 


Benar atau hanya candaan kan hanya Alga dan tuhan yang tahu. Benar bukan? Tentu benar dong. 


"Alga, kamu tidak takut uangmu habis?" Tanya Almira tiba-tiba. 


Karena, merasa heran dengan Alga yang selalu saja mengajaknya makan di luar. Tetapi, di tempat yang mewah dengan biaya pengeluaran yang pastinya tidak murah. 


Menaik turunkan kedua alisnya. Almira yang melihatnya memutar bola matanya malas dan juga kesal melihatnya. 


"Aku merepotkanmu tidak?" Tanya Almira lagi. 


"Tidak." Jawab Alga cepat. 


"Apa aku membebankanmu?" Tanya Almira lagi ditambah menatap Alga serius. 

__ADS_1


"Tidak." Jawab Alga dengan cepat. 


"Apa aku menyusahkanmu?" Tanya Almira lagi-lagi dan lagi. 


"Tidak dan kamu tahu Almira?" Tanya Alga balik menatap Almira dengan tatapan jengah. 


"Apa?" Jawab Almira bingung. 


"Setiap pertanyaan yang kamu lontarkan kepadaku itu konteks nya sama. Jadi, semua jawabannya adalah tidak." Tegas Alga menekankan kata tidak. 


Almira hanya menghela nafasnya pelan. Merasa lebih lega sekarang. Dan menganggukkan kepalanya paham. 


"Baiklah, terima kasih." Ucap Almira tersenyum senang. 


"Untuk?" Tanya Alga. Tidak mengerti Almira mengatakan terima kasih kepadanya untuk apa. 


"Untuk semuanya." Jawab Almira memperjelas. 


"Tidak perlu." Ucap Alga. 


"Hah? Kenapa?" Tanya Balik Almira. 

__ADS_1


"Karena kamu akan menjadi istriku." Ucap Alga lagi dengan percaya dirinya.


Bersambung. 


__ADS_2