Love "A" Double

Love "A" Double
Malu


__ADS_3

Alga yang di balas dengan jawaban seperti itu oleh pelayan restoran itu merasa kesal. Ia mengambil dompet dan mengeluarkan kartu tanpa batasnya. Lalu, diberikan kepada pelayan itu. 


"Cepat lakukan." Perintahnya. 


"Lakukan apa tuan?" Jawab pelayan itu.


"Kau bilang aku belum bayar bukan?! Cepat lakukan pembayaran." Ucap Alga lagi dengan menyodorkan kartu itu lagi di hadapan pelayan itu. 


"Baik tuan, maaf." Sahutnya sambil menundukkan kepalanya hormat. 


Pelayan itu pun berjalan ke arah kasir untuk melakukan pembayaran. Alga masih diam ditempat. Ia menoleh ke belakang dimana Almira masih diam di tempatnya sambil menutup mulutnya untuk menahan tawanya. 


"Ikuti pelayan itu dan kembalikan kartunya kepadaku setelah selesai." Ucapnya kepada Almira. 


Almira hanya menjawab dengan anggukan cepat dan langsung meninggalkan Alga yang masih memberikan tatapan tajam untuknya. Almira tertawa tanpa bersuara sambil berjalan ke arah kasir berada. 


Kenapa tubuhnya bergetar begitu, apa dia sedang menertawakanku. Cih!  Awas saja nanti. Batin Alga yang masih melihat Almira berjalan menjauh darinya. 


Setelah Almira sudah selesai membayarnya menggunakan kartu Alga yang dibawa oleh pelayan tadi. Almira kembali ke tempat tadi untuk mengembalikan kartu Alga. 


Tapi, saat Almira sampai di tempat tadi. Ia tidak melihat Alga dimana-mana. Ia sudah melihat ke sekelilingnya namun tetap tidak menemukan Alga dimanapun. 


Dzzrt…, Dzzrt…, 

__ADS_1


Suara ponsel Almira berdering. 


Almira yang menyadari itu langsung mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya. Lalu, mengangkat panggilan itu. 


"Halo." Ucap Almira memulainya. 


"Ke mobil sekarang!" Perintah dari orang di seberang sana. 


"Iya." Ucap Almira. 


Panggilan pun dimatikan oleh orang di seberang sana. Almira dengan cepat langsung berjalan sambil setengah berlari ke arah parkiran mobil yang tadi ia pakai bersama Alga terparkir di mall. 


Brukk!!! 


Duh, banyak yang melihatku disini. Batin Almira menutup wajahnya setengah dengan satu tangan dekat mata, menutup wajahnya seperti orang kepanasan. 


"Kenapa malu?" Tanya seseorang yang menjatuhkan jaket di atas kepala Almira dengan sengaja. Seperti kepala Almira adalah tempat untuk menggantungkan baju. Sehingga kepala dan wajah Almira tertutup oleh adanya jaket itu. 


Almira yang penasaran langsung menyingkap jaket itu dan memutar tubuhnya kebelakang untuk melihat orang itu. 


"Alga?" Almira kaget dengan hadirnya Alga di belakangnya. 


"Mana kartuku?" Tanyanya. 

__ADS_1


"Bukankah kamu ada di mobil?" Tanya Almira balik. 


"Kamu melihatku ada dimana sekarang!" 


"Di dalam mall." 


"Kenapa bertanya lagi kalau sudah tahu. Mana kartuku?" Pintanya lagi memaksa. 


"Tenang aku tidak akan mencurinya. Ini." Almira menyodorkan kartu Alga yang ia taruh di dalam tasnya. 


Alga menerima kartunya kembali dan berjalan meninggalkan Almira tanpa mengatakan sepatah kata apapun lagi. 


Dia tidak punya mulut apa ya? Selalu saja pergi tanpa bicara satu kata pun. Dasar aneh! Batin Almira kesal dengan sikap Alga. 


Dengan cepat ia memakai jaket yang ia berikan untuk menutup setengah wajahnya karena menahan malunya. Lalu, ia berjalan setengah berlari lagi ke arah Alga tanpa ia tahu kemana tujuannya karena Alga tidak mengarah ke arah parkiran mobil yang ada di mall ini. 


"Kita mau kemana?" Tanya Almira saat sudah berada di sebelah Alga.. 


"Toko buku." Jawabnya singkat. 


"Oh, oke." Sahut Almira. 


Ikuti saja lah tuan muda yang tidak jelas ini. Batin Almira pasrah. 

__ADS_1


Bersambung. 


__ADS_2