Love "A" Double

Love "A" Double
Tempat Indah


__ADS_3

"Saat ayahku tidak ada disini, dengan beraninya kamu menyebutnya Tuan Besar Gautama. Bukankah dia sudah menganggapmu seperti anaknya sendiri?" Ucap Alga. 


"Maaf, aku hanya mencoba untuk lebih sopan saja." Almira menatap jendela kacanya. Sudah malas bicara dengan Alga. Rasanya begitu. Kesal campur aduk sedih dan penasaran sudah menjadi satu. Namun, tidak ada yang bisa mengobati rasa itu. 


Tidak peduli dijawab oleh Alga atau tidak. Paling penting yang mengganjal hatinya sudah diluapkan dan ditanyakan.


"Belum." Jawab Alga tiba-tiba.


Almira langsung menoleh kepada Alga. Menatap Alga lekat.


"Kenapa? Meminta penjelasan dariku karena belum ada kabar sama sekali dari ayahku. Mana aku tahu."


"Baiklah, tidak apa." Almira kembali menatap jendela kaca mobil.


"Tenang saja mereka juga akan kembali setelah dua minggu ini. Tentunya kamu juga akan kembali." Alga tergelak sejenak karena ucapannya.


"Aku, kemana?" Almira mengerutkan keningnya bingung.


"Tentu saja ke rumah lamamu yang kecil itu. Kamu kan hanya tinggal sementara saja dirumah ku." 

__ADS_1


"Ya, ya. Tentu saja aku tahu itu." 


Aku juga tahu kalau kamu itu manusia yang memang tidak punya hati. Hanya punya jantung untuk hidup. 


Mobil pun berhenti saat tiba di tujuan mereka. Sopir mereka pun membuka pintu mobil Alga. Alga pun keluar diikuti dengan Almira setelahnya.


Alga melihat rumah yang sangatlah besar dilengkapi dengan kebun teh di sekitarnya. Rumah yang sangat terawat karena memang ada pelayan yang dipekerjakan untuk menjaga rumah ini. Dibersihkan setiap saat. Sehingga jika ada yang ingin datang tidak perlu untuk diperintahkan kembali.


Alga melihat Almira yang tampak takjub dengan suasana sekitar rumah besar ini. Sejuk dan damai tercipta dengan sempurna di daerah ini.


"Bosan?" Tanya Alga yang tidak dimengerti oleh Almira.


"Tidak juga. Karena, itu bukan rumahku. Jadi, akan terasa beda." 


"Begitu rupanya. Baiklah, kita pulang saja." Alga berjalan balik ke arah mobilnya.


"Kenapa pulang, kita baru saja sampai di tempat indah ini." Alga menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Almira yang tengah menatapnya dengan tatapan berbinar.


"Katanya tidak merasa bosan kalau di rumah saja. Jadi, untuk apa pergi kemari." Alga melanjutkan langkahnya lagi.

__ADS_1


"Tapi, biarkan aku untuk menghabiskan waktuku di tempat yang indah ini." Pinta Almira memelas.


"Baiklah, hari ini kamu ratunya." Ucap Alga sambil memunculkan senyuman lebarnya. 


Tentunya membuat Almira membulatkan matanya, tidak mengerti dengan ucapannya Alga tadi. Lebih tepatnya tidak menyangka. Alga yang melihat Almira seperti itu kembali tersadar dan ingat dengan ucapannya tadi. Dengan segera ia menarik kembali ucapannya itu. 


"Maksudku hari ini kamu boleh menginap disini."


"Ah, iya. Terima kasih. Apa hanya satu hari kita disini?" Almira yang merasa canggung jadinya.


"Memangnya ingin berapa lama?" Alga mengangkat satu alisnya. 


"Mungkin kita bisa disini sampai dua hari sebelum ayah kita pulang." 


"Baiklah, tidak buruk."


Alga dan Almira pun masuk ke dalam rumah itu. Alga sudah pernah ke rumah keluarganya yang ada di daerah tinggi ini. Ia juga memiliki kamar khusus untuknya dirumah ini. Sedangkan, Almira tidak. Jadi, ia meminta pelayan yang ada di rumah ini untuk mengantarkan Almira ke ruang kamar yang kosong dan layak untuk ditempati Almira.


Bersambung. 

__ADS_1


__ADS_2