Love "A" Double

Love "A" Double
Dua Jas


__ADS_3

Setelah semuanya sudah selesai sarapan. Alga meminta ruang keluarga dibersihkan oleh para pelayan yang ada di rumah. 


Karena Alga ingin berdiskusi di ruang keluarga tentang rencana liburan mereka. Supaya tidak hanya diam di rumah yang sangat membosankan. Mereka semua duduk di sofa sambil menikmati cemilan yang telah disiapkan.


"Baiklah sekarang kita mulai." Alga.


"Bagaimana kalau kita liburan ke pulau dewata saja?" Devan memberi saran.


"Tidak, ke luar negeri saja." Danisa memberi saran yang lebih fantastis.


"Hei, kau memberi saran liburan ke luar negeri. kau mau menguras uangku, hah?!" Alga kesal setelah mendengar penuturan Danisa.


"Haha..., kau lupa ya Alga. Aku dan Devan juga kan horang kaya. Memangnya kamu doang." Danisa yang mengingatkan akan dirinya dan juga Devan juga orang yang mampu. Karena perusahaan orang tua mereka bekerja sama dengan perusahaan Tuan Besar Gautama. Jadi, kebetulan juga mereka bisa akrab karena sekolah di sekolah yang sama.

__ADS_1


"Ah, iya aku lupa. Jadi ingin kemana?" Alga yang menyadari kalau ia lupa siapa Danisa dan Devan. Alga melirik sebentar ke arah Almira. Apa wanita itu tersinggung. Dilihatnya wanita itu tampak biasa saja. Sama sekali memperhatikan tidak memberi saran apapun.


Tiba-tiba seorang pelayan rumah datang ke arah Alga. Membungkukkan tubuhnya hormat lalu menatap wajah Alga. Pembicaraan Alga dengan yang lainnya pun berhenti sementara.


"Maaf tuan muda, ada dua buah jas tergantung di depan gerbang rumah. Para penjaga rumah tidak tahu siapa yang menaruhnya. Tapi,..." Ucapan pelayan itu terpotong. Tidak ingin membuat yang lainnya juga ikut mendengar. Dan mengetahui perihal ini.


Alga berdiri dari duduknya. Berjalan ke arah gerbang. Pelayan yang sedang bertemu Alga tadi mengikuti jalannya tuan mudanya. Melihat gerbang di depannya, posisinya di luar rumah. Memang ada dua buah jas tergantung di sana. Satu buah jas berwarna navy dan satu lagi berwarna hitam. Kedua jas itu masih bersih seperti baru dicuci.


"Maaf tuan muda, ada dua buah jas tergantung di depan gerbang rumah. Para penjaga rumah tidak tahu siapa yang menaruhnya. Tapi,..." Alga yang mengulangi perkataan pelayan itu ketika masih di dalam rumah secara sama persis.


"Maaf saya lupa tuan. Tapi, dari cctv yang menangkap area depan rumah. Menunjukkan dua orang bermotor memakai pakaian serba hitam. Wajahnya juga ditutup masker hitam dan kacamata hitam." Jelasnya lagi sedikit gugup karena sempat lupa.


Ulah siapa ini. Apa ini ulah orang gila itu.

__ADS_1


"Simpan bukti video cctv itu dalam satu buah  flashdisk. Taruh flashdisknya di meja kerja ayahku jika sudah." Perintah Alga tegas. Ya, saat ini memang perannya menjadi laki-laki yang bertanggung jawab sangatlah dibutuhkan. Apalagi saat ayahnya tidak ada dirumah dan diamanahkan menjaga seorang wanita. Masih lima belas tahun pula. Berbeda dua tahun lebih muda daripada Alga.


"Baik tuan muda." Jawabnya menundukkan kepalanya hormat. Alga kembali masuk ke dalam. Bergabung lagi dan duduk lagi diantara sahabat-sahabatnya yang tengah menunggunya.


"Alga." Panggil Devan.


"Hemm." Sambil mengambil tabletnya dan mencoba mencari sesuatu di internet.


"Alga." Panggil Devan lagi.


"Apa?" Jawabnya Alga berusaha tetap tenang.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2