Love "A" Double

Love "A" Double
Melatih Mental


__ADS_3

Mereka berdua kini sudah berada di supermarket. Alga mendorong troli belanjaan mereka. Alga yang sebenarnya malas jalan-jalan keluar. 


Tapi, kali ini dia menikmati. Karena, dia juga ikut memilih beberapa makanan ringan untuk dikonsumsi kala ia membutuhkan cemilan di saat waktu luang sambil menonton misalnya. 


Sedangkan, Almira dia membeli bahan-bahan untuk membuat puding susu. Alga juga meminta dibuatkan brownies rasa coklat. 


Almira mendengar itu jadi ikut ingin memakannya. Jadi, dia membeli juga bahan-bahan untuk membuat brownies rasa coklat yang diinginkan Alga. 


Saat sedang mengelilingi bagian daging-daging. Alga melihat sesuatu yang sepertinya enak dan menjadi tantangan untuk dicoba. 


"Almira." Panggil Alga kepada Almira yang ada di sebelahnya. 


"Coba kamu lihat itu." Tunjuk Alga kepada salah satu daging ayam yang masih utuh satu ekor. 


"Lalu?" Tanya Almira setelah melihat apa yang ditunjuk Alga. 


"Malam ini kita makan itu saja." Ucap Alga memberi saran dan meminta lagi. 


"Hah? Bukankah kita sudah sepakat untuk makan telur omelette, sosis goreng dan nugget ayam?" Almira mengangkat alisnya. 


"Iya, aku tahu. Tapi, lebih baik kita makan yang lain saja. Kita makan ayam itu nanti dibakar dirumah." Ucap Alga lagi berusaha membuat Almira setuju. 


"Tapi, terlalu besar ayamnya. Kita beli yang sudah dipotong saja." Ucap Almira memperlihatkan jiwa-jiwa sederhananya dan penghemat. 


"Tidak perlu!" Larang Alga. 

__ADS_1


"Kenapa? Ayamnya terlalu besar pasti akan mahal." Jelas Almira. 


"Tidak apa. Ambil saja." Perintah Alga. 


"Hemm…, baiklah." Almira pasrah. 


Almira mengambil ayam satu ekor utuh yang sudah dibungkus itu dan menaruhnya di dalam troli belanjaan mereka. 


Lalu, mereka melanjutkan jalan lagi. Sambil keliling-keliling siapa tahu menemukan sesuatu yang berbeda dan tidak ada di negara asal. 


"Almira, ambil beberapa kotak es krim rasa vanila, coklat dan stroberi dalam situ." Tunjuk Alga kepada lemari es khusus es krim. 


"Oke." Jawab Almira yang langsung patuh tanpa berdebat. 


Kenapa rasanya seperti suami istri sedang belanja bulanan. 


"Oke." Jawab Almira. 


"Almira, ambil beberapa bungkus roti yang itu." Tunjuk Alga lagi ke arah barisan roti-roti dalam rak. 


"Ambil berapa?" Tanya Almira. 


"Es krim pakai roti enak juga. Ambil saja tiga bungkus." Ucap Alga. 


"Oke."

__ADS_1


"Almira…" Belum selesai. 


"Almira, Almira dan Almira. Kenapa harus selalu aku yang ambil. Kamu memangnya tidak bisa langsung mengambilnya lalu taruh di troli?" Tanya Almira sedikit kesal. Sedikit-sedikit disuruh ambil, ambil dan ambil lagi. 


Alga menelan ludahnya kasar. Merasa mood Almira telah berubah lagi. Menurutnya Almira sedang stress jadi sedikit-sedikit berubah moodnya. Begitu pikir Alga. 


"Tidak, aku kan mendorong troli." Jawab Alga. Almira pun mendesah kesal. 


Akhirnya dia mengambilkannya juga. Lalu, berjalan lagi. Alga melihat pisang yang masih begitu segar. 


"Almira, ambil…" Lagi dan lagi dipotong. 


"Apa! Pisang? Mau ambil berapa sisir?" Tanya Almira ketus. 


"Sabar Almira. Orang sabar disayang tuhan. Ambil dua sisir. Takut busuk." Ucap Alga sabar. 


"Oke." Jawab Almira dipaksakan. 


"Almira…" Dipotong lagi. 


"Apa lagi?" Tanya Almira menatap Alga kesal. 


"Bukan, aku mau nanya. Kamu kenapa tiba-tiba senang dan tiba-tiba bisa langsung jadi kesal. Seharian bekerja menjadi stress ya?" Tanya Alga sedikit mengejek. 


"Aku sedang datang bulan. Puas?" Ucao Almira kesal. Lalu, pergi duluan entah mau kemana. Alga mengikutinya sebelum kehilangan jejaknya. 

__ADS_1


Sepertinya menghadapi wanita yang sedang datang bulan dengan sabar bisa melatih mental juga. 


Bersambung. 


__ADS_2