
Saat Alga dan Almira tengah menyantap makan malam mereka. Ada seorang pelayan yang menghampiri mereka.
"Maaf Tuan dan nona muda. Di depan ada paket yang datang untuk Tuan dan nona muda." Ucapnya.
Alga sedikit terkejut saat mendengar kata 'paket'. Sedangkan, Almira biasa saja karena pikirannya Alga telah memesan sesuatu.
"Terima saja dan bawa kemari." Perintah Alga.
"Baik Tuan muda." Jawabnya patuh.
Pelayan itu pun kembali ke depan. Alga berharap itu bukanlah paket yang seperti beberapa waktu lalu. Melainkan paket ijazah dan beberapa berkas dari sekolahnya. Karena, dia dan Almira tidak dapat datang ke sekolah.
Tidak lama pelayan itu pun kembali dengan membawa dua kotak map berwarna merah. Alga menerimanya dan pelayan itu pun kembali ke pekerjaannya lagi.
Alga melihat sekilas tulisan yang tertera di atas kotak map itu. Alga pun menaruh dua kotak map itu di kursi kosong yang ada di sebelahnya. Almira yang melihatnya menjadi penasaran akan apa isinya.
"Kamu memesan sesuatu?" Tanya Almira yang sudah sangat, sangat penasaran.
__ADS_1
"Tidak." Jawab Alga sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Lalu, isinya apa?" Tanya Almira.
"Dari sekolah sudah pasti isinya ijazah dan yang lainnya." Jawab Alga.
"Oh, oke." Jawab Almira mengangguk paham.
Mereka berdua pun menyelesaikan makan malamnya. Setelah selesai. Alga dan Almira berpindah tempat ke ruang tengah untuk membuka paket dari sekolahnya yang dibawa Alga menuju ke ruang tengah.
Almira tampak semangat saat Alga hendak membuka satu persatu paket yang berisi dua kotak map itu. Alga memberikan satu kotak map kepada Almora karena sudah tertera di bagian depan namanya masing-masing.
"Bagaimana nilai yang ada di ijazahmu?" Tanya Alga. Dia melihat Almira yang sedang merapikan berkas-berkas yang baru saja dibuka dan dilihat-lihat.
"Bagus. Sangat bagus. Sudah seperti sebagaimana mestinya." Jawab Almira percaya diri sesuai kenyataan.
"Iya, iya. Kamu ingin apa?" Tanya Alga melihat wajah Almira dengan saksama.
__ADS_1
"Hah? Ingin apa, maksudnya?" Tanya Almira balik.
"Saat kamu mendapatkan hasil terbaik. Pasti ayahmu memberikan sesuatu untukmu kan. Aku tahu itu. Karena, ayahmu sering cerita kepada ayahku dan aku tidak sengaja mendengarnya." Jelas Alga.
Almira yang mendengarnya berusaha tegar saat ayahnya disebut. Almira tersenyum.
"Terima kasih. Tapi, aku tidak ingin apa-apa. Jadi, tidak usah." Jawab Almira tersenyum.
"Tidak, biasanya ayahmu memberikan apa?" Tanya Alga lagi. Tidak peduli atas penolakan yang diberikan oleh Almira.
"Huh, ayahku tidak memberi barang apa-apa. Tetapi, aku dan ayahku pergi ke restoran yang belum pernah kita kunjungi. Dan biasanya kita mendatangi restoran mahal. Sesekali kan untuk memenuhi keinginan dan menyenangkan diri." Jawab Almira sedikit berat karena membuat ingatan bersama ayahnya terlintas dalam pikirannya.
"Hemm…, begitu ya. Besok akhir pekan. Baiklah, besok kita pergi ke restoran yang belum pernah kita datangi. Sekarang simpanlah berkas sekolahmu di kamar dengan benar. Aku juga dan selamat tidur. Sampai ketemu besok." Ucap Alga yang terdengar begitu semangat untuk menyambut hari esok.
Alga membawa kotak mapnya itu ke kamarnya. Almira yang melihat merasa heran. Menggelengkan kepalanya dengan tingkah laku Alga yang tadi ditunjukkannya.
Sifatnya aneh sekali. Padahal aku sudah lama mengenalnya. Tapi, kenapa banyak sekali sifat yang tidak mudah ditebak oleh seorang Alga itu.
__ADS_1
Bersambung.