Love "A" Double

Love "A" Double
Liburan (Part 1)


__ADS_3

Almira sangat terpukau dengan nuansa kamar yang ia dapatkan. Tentunya juga senang karena ia bisa menggunakan waktu liburannya di tempat lain. Selain dirumah saja atau menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabatnya.


Almira duduk di kursi yang ada di balkon. Ia menghirup udara segar di luar sangatlah menenangkan pikiran. Ia juga bisa melihat para petani kebun teh yang sedang bekerja di kebun teh yang luas itu.


Sebenarnya keluarga Gautama sekaya apa. Aku jadi penasaran dengan gaji ayahku bekerja untuk keluarga Gautama. 


Almira menyandarkan kepalanya di kursi balkon sambil memejamkan matanya untuk tidur sebentar. Sambil merasakan udara dan angin sejuk di luar.


Manusia yang ada di kamar satu lagi berbeda. Ia sedang berendam di kamar mandi. Berguna mengurangi beban pikirannya. 


Setelah selesai ia menuju ruang makan karena merasa sudah waktunya makan siang. Ternyata makanan untuk makan siang pun juga sudah siap. 


Hanya satu manusia lagi yang belum hadir. Almira. Alga memanggil Almira dahulu sebelum makan siang. Diketuknya pintu kamar Almira beberapa kali namun tidak ada sahutan dari dalam.


Alga mencoba untuk membuka pintu kamarnya. Beruntungnya tidak dikunci. Alga pun masuk. Melihat pintu balkon yang terbuka. Ia pun masuk ke balkon dan melihat Almira yang tengah tertidur dengan lelap di kursi. 


Alga merendahkan tubuhnya dengan satu lutut menempel di lantai. Ia merapikan rambut Almira yang berantakan. Lalu, menyelipkannya di balik telinga. Almira pun menggeliat dengan cepat Alga menarik tangannya kembali.


Almira mengerjapkan matanya. Pertama kali matanya terbuka ia melihat Alga sudah berada di depannya dan terlebih lagi berada di dalam kamarnya.


"Alga, kenapa kamu ada di dalam kamarku?" Almira yang setengah terkejut.

__ADS_1


"Sudah waktunya makan siang. Cepat bangun." Alga pergi lebih dulu meninggalkan Almira.


Dia hanya diam saja atau melakukan sesuatu. Duh, jangan bilang dia menciumku atau berbuat sesuatu dari itu. Ah, Alga kenapa aku harus selalu bersamamu si. 


Almira mau tidak mau karena perutnya juga minta diisi mengikuti Alga dari belakang ke arah ruang makan. 


Mereka duduk bersebelahan. Alga melirik sedikit. Bukan menolaknya malah tersenyum kecil melihatnya. Almira sudah menaruh lauk pauk ke dalam piringnya beserta nasi.


"Tidak mengambilkannya untukku juga?" 


"Untuk apa, kan bisa ambil sendiri." 


"Cepat ambilkan untukku." Alga meninggikan suaranya sambil memegang piringnya.


"Cepat ambilkan. Kamu ingin aku cepat mati karena darah tinggi oleh sikapmu!"


"Memangnya darah tinggi bisa membuat orang mati." 


"Sudah ambilkan saja, Almira." 


Almira dengan terpaksa mengambilkan lauk pauk beserta nasi ke dalam piring Alga. Alga pun tersenyum samar. Ia juga senang namun tidak mungkin kan seorang Alga menunjukkan senyuman manisnya di hadapan orang lain.

__ADS_1


"Alga, apa aku boleh ke kebun teh?" Tanya Almira di sela-sela makannya.


"Boleh, asal bersamaku." 


"Kalau tidak mau bersamamu?"


"Tidak boleh."


"Memangnya kenapa?"


"Tidak usah banyak bertanya."


"Ah, ya baiklah." 


Mereka berdua pun melanjutkan makannya. Setelah habis sudah tanpa tersisa sedikit pun. Alga dan Almira pergi ke kebun teh berjalan kaki. Karena, baik untuk kesehatan dan juga udaranya yang sejuk membuat tidak merasa lelah karena berjalan.


"Kebun ini milik keluargamu juga?" Tanya Almira. 


"Iya."


"Apa ada lagi yang mereka miliki selain kebun teh?"

__ADS_1


Bersambung. 


__ADS_2