Love "A" Double

Love "A" Double
Sahabat Berasa Bawahan


__ADS_3

Sesampainya di rumah utama. Betapa kagetnya Almira karena melihat ada dua sahabatnya yang sudah berada di rumah utama milik Alga. Amira sangat senang. Ia menoleh ke samping melihat Alga dengan sedikit mendongakkan kepalanya ke atas. Mencari jawaban.


"Mereka disini untuk menemanimu bermain ataupun berjalan-jalan. Manfaatkanlah mereka selagi mereka ada di sini. Kalau mereka tidak mau. Lapor saja padaku." Jelas Alga kepada Almira yang tahu kalau Almira sedang meminta jawaban kepadanya. Almira pun berbinar senang karena bisa bertemu dengan sahabatnya.  


"Tapi, kan mereka sahabatmu juga Alga." Almira yang merasa memaksa kedua sahabatnya itu untuk datang. Karena kata 'Kalau mereka tidak mau. Lapor saja padaku'. 


"Iya, Alga kami ini kan sahabatmu. Kau kan seharusnya berterima kasih kepada kami. Karena, kami bisa datang hari ini. Kenapa sepertinya kami berasa menjadi bawahanmu sekarang. Harus menuruti kemauanmu." Ucap Sahabat Alga dan Almira. 


"Hei, Devan. Kau itu memang sahabatku. Sekarang kau sedang ku butuhkan untuk menamani Almira." Tegas Alga sedikit kesal. 


"Haha…, bagiku tidak masalah." Ucap sahabat Alga yang satu lagi. 


"Denisa!" Devan yang teriak kepada Danisa. 


"Lho, kenapa?" Danisa heran. 


"Ah, jual mahal sedikit kenapa si." Ucap Devan. 


"Haha…, sudah, sudah. Lebih baik kita makan malam saja. Hari juga sudah malam. Ayo." Ajak Almira kepada kedua sahabatnya itu. 

__ADS_1


"Tapi, tunggu…" Devan yang menahan langkah Almira. 


"Kenapa?" Tanya Almira. Danisa juga ikut bingung. 


"Sebenarnya yang Tuan rumahnya itu siapa ya. Haha…, seperti ini rumah Almira juga saja. Alga juga sekarang seperti sedang memperlakukan Almira dengan berbeda. Dari cara bicaranya saja sudah berbeda." Ungkap Devan yang merasa ada perbedaan dari Alga dan juga keanehan di Almira. 


Alga dan Almira saling menatap satu sama lain. Bersitatap cukup lama. Sampai mengalihkan pandangannya ke arah lain berbarengan.


"Berisik!" Teriak Alga kesal. 


"Haha…, Alga, kau marah. Berarti benar ya. Kau memang memperlakukan Almira berbeda sekarang." Ucap Devan yang tambah membuat Almira kesal. 


"Baiklah, den." Ucap Devan. 


"Devan!" Sekarang Danisa yang teriak kepada Devan. 


"Apa lagi?" Devan bertanya bingung. 


Sedangkan, Alga yang sudah malas mendengar ocehan dari orang lain. Langsung menarik tangan Almira menuju ruang makan. Tanpa disadari oleh Devan dan Denisa. 

__ADS_1


"Nama ku itu, Danisa!" Tegas Danisa sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah dirinya sendiri. 


"Haha…, tentu saja aku tahu. Namamu itu Denisa." Devan yang tergelak. 


"Danisa, Devan!" Tegas Danisa lagi.


"Haha..., iya, iya."


"Kalau kau sudah tahu. Janganlah memanggilku Den lagi. Memangnya aku laki-laki. Panggil aku nisa." Ucap Danisa sambil langsung berlalu pergi karena kesal dengan Devan. 


"Haha…, eh, kan sama saja. Dan dengan Den, Tidak beda jauh. Nisa, Nama dia Danisa. kenapa marah." Devan yang heran. 


Alga, Almira, Danisa dan juga Devan. Mereka makan malam bersama di ruang makan. Diam tidak ada yang berbicara sama sekali. Mereka semua fokus dengan makanannya masing-masing. 


Kemarin malam Alga memang menghubungi Devan dan Danisa untuk datang ke rumahnya besok siang. Devan dan Danisa juga sudah diberitahukan oleh Alga. Kalau Almira sementara ini memang tinggal dirumahnya. Selama ayahnya melakukan perjalanan bisnisnya. 


Namun, siapa yang tahu kalau akhirnya mereka akan sampai di malam hari yang membuat mereka harus menunggu beberapa jam dahulu. 


Bersambung. 

__ADS_1


__ADS_2