Love "A" Double

Love "A" Double
Liburan (Part 8)


__ADS_3

Alga dan Almira sudah berada di dalam mobil untuk perjalanan kembali mereka ke villa. Almira sudah terlihat lelah sehingga ia tertidur di dalam mobil. Alga membawa kepala Almira untuk menyandar di bahunya. 


Seketika suasana hening. Tidak lama terdengar suara deringan ponsel. Deringan itu berasal dari ponsel Alga. Tiba-tiba juga Alga jadi teringat dengan orang yang dua hari lalu menelponnya tanpa mengetahui siapa dia. 


Mau apa lagi dia? Menagih saham lagi. Atau menanyakan apakah makamnya sudah siap. Cih, lebih baik aku menyiapkan makam untuk dia saja. 


Alga yang langsung merasa kesal saat melihat siapa yang menelpon. Nomor asing yang tidak dikenal kemarin itulah yang kembali meneleponnya. 


Suara notifikasi pesan ponsel Alga pun berbunyi saat Alga tidak menghiraukan telfon dari orang tidak dikenal itu. 


"Selamat kau akan mendapatkan hadiah paling berharga bagimu." Pesan dari orang itu setelah Alga membukanya. 


Alga hanya membaca pesan dari orang itu saja, tidak menjawabnya. Tidak dirasa mobil pun juga sudah sampai di pekarangan Villa. Alga tidak tega jika harus membangunkan Almira yang sedang tertidur. Akhirnya, ia menggendong Almira ke kamarnya. Dan membaringkan tubuh Almira di atas tempat tidur. 


Alga langsung masuk ke dalam kamarnya sendiri. Duduk di tepi tempat tidur sambil melihat beberapa pesan yang sudah pernah dikirim oleh orang itu. 


"Kau sudah tidak mengangkat teleponku. Maka aku akan membuat hari perayaan kematian orang yang kau sayang menjadi satu hari lagi."

__ADS_1


"Tidak membalasku, akan kembali maju hari perayaan kematian untuk orang yang kau sayang."


"Hanya ingin enam puluh lima persen saham dari Perusahaan GG." 


"Tidak perlu kau tahu siapa aku. Aku adalah orang yang pantas memimpin Perusahaan GG. Bukanlah dia." 


"Dalam satu hari aku tidak mendapatkan saham dari Perusahaan GG yang aku minta. Aku pastikan orang yang kau sayang akan mati ditanganku." 


Beberapa pesan orang itu yang pernah terkirim ke ponsel Alga. Alga kembali merasa tidak tenang. Setelah dua hari merasa baik-baik saja. Ternyata dia benar tetap memberikan pesan kepadanya setelah dua hari itu. 


Tidak tahu dari siapa. Tidak peduli juga. Tidak penting juga. Entah siapa itu. Alga tetap mengabaikan orang itu. Alga juga tetap Mempertahankan kalau hanya dirinya saja yang tahu perihal hal ini. Alga tidak membiarkan Almira untuk tahu. 


Langit pun berganti menjadi malam. Alga dan Almira tengah melakukan makan malam. Cuma suasana hening. Tidak ada yang mencoba untuk membuka suara. Almira yang ingin bertanya kenapa dirinya bisa berada di dalam kamar pun menjadi diurungkan kembali niatnya. 


Almira melihat Alga dengan tatapan yang tidak bisa dimengerti. Almira merasa ada yang disembunyikan oleh Alga. Tapi, tentu saja Almira tidak tahu apa itu. Tentunya lagi membuat Almira menjadi penasaran. 


"Alga." Almira yang tidak sadar kalau memanggil Alga. Langsung menutup mulutnya dengan satu tangannya. Karena, merasa keceplosan. 

__ADS_1


"Hemm." Jawab Alga sekenanya. 


"Apa kamu tidak apa-apa?" Tanya Almira akhirnya terpaksa. Karena, sudah memulai pembicaraan lebih dulu. 


"Hemm." Jawab Alga lagi. 


"Baiklah, terima kasih sudah membawaku bersenang-senang selama beberapa hari ini." Ucap Almira yang tulus namun juga ada rasa terpaksa karena tidak tahu apa yang harus dibicarakannya lagi. 


"Hemm." 


"Apa kamu benar tidak apa-apa, Alga? Sepertinya, kamu jadi lebih sering diam." 


"Tidak apa-apa." Jawabnya akhirnya. 


"Hemm…, baiklah. Lanjutkan makannya." 


Setelah Almira tidak ada lagi yang memulai pembicaraan. Mereka berdua hanya makan malam dengan suasana yang hening saja. 

__ADS_1


Bersambung. 


__ADS_2