
"Jadi, kamu mau menerima hadiah dariku atau tidak?" Tanya Alga sambil menatap Almira dengan tatapan nanar.
"Hemm…, mau tidak ya?" Almira pura-pura berpikir.
Dalam hatinya tentu saja dia berteriak senang mau menerima pemberian Alga. Karena baru kali ini Alga memberikannya hadiah ulang tahun. Biasanya hanya ayah Gautama saja yang memberikan hadiah.
Alga menatap Almira penuh harap. Menunggu Almira mengatakan sepatah kata lagi yang mengatakan aku mau Alga. Begitu harapan Alga.
"Memangnya kenapa kalau aku mau menerima dan kalau aku tidak mau menerima?" Tanya Almira mencoba mengulur waktu.
"Tidak apa-apa. Hanya saja aku benci menunggu." Jawab Alga sarkas.
Selain itu juga, setelah kamu menerima dan menggunakan kalung ini. Kita adalah sepasang kekasih. Tapi, bukan sepasang kekasih dengan cinta monyet seperti anak sekolah biasanya.
"Wah, menyebalkan sekali jawabanmu." Kesal Almira.
"Lalu, kamu ingin aku menjawab apa?" Tanya Alga mengernyitkan dahinya.
"Apa ya? Biasanya orang lain menyatakan cinta atau selamat ya atas kelulusannya begitu." Jawab Almira.
__ADS_1
"Baiklah kalau itu maumu." Ucap Alga yang tersenyum senang.
Almira bingung melihat Alga yang berdiri dan menaruh benda yang sedari tadi dipegang oleh Alga di salah satu tangannya. Almira menatap Alga penuh tanda tanya.
"Almira, kamu tahukan kalau aku pernah menyukaimu saat kita masih sekolah. Bagaimana kalau hal itu terulang kembali?" Tanya Alga menatap Almira serius.
"Hah? Maksudmu?" Tanya Almira tidak mengerti.
Dengan tangan yang masih menggantung diudara dan ada satu benda yang membuat Almira sangat menyukai benda itu.
Karena, ya itu pemberian ulang tahun dari Alga untuknya yang pertama kalinya.
"Kamu masih ingat kan saat aku menyatakan cinta padamu pertama kali?" Tanya Alga mengikis jarak diantara mereka.
"Baguslah kalau kamu masih ingat. Sekarang lemparlah kalung yang kamu pegang itu kalau kamu menolak cintaku lagi. Tapi, pakailah kalung itu kalau kamu menerima cintaku." Ucap Alga menatap Almira dengan penuh harap. Almira bisa melihat itu.
"Baiklah." Jawab Almira.
Almira tampak berpikir sebentar. Lalu, tangan yang berisikan kalung indah itu dia kepal. Berjalan melewati Alga ke arah pinggir pantai.
__ADS_1
Alga melihat Almira yang mendekat ke pinggir pantai. Hatinya mulai terasa sakit. Sudah bisa ditebak kalau Almira akan menolaknya untuk yang kedua kalinya. Alga menunduk sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Almira menoleh ke belakang. Melihat Alga yang menunduk sendu. Rasanya dia terlihat kecewa dan patah hati untuk yang kedua kalinya.
Pasti Alga akan bersikap seperti di sekolah saat dimana setelah Almira menolak Alga. Almira tersenyum senang melihatnya. Menatap Alga kasihan.
"Alga!" Teriak Almira kepada Alga.
Alga pun refleks mengangkat kepalanya. Melihat ke arah Almira yang tengah tersenyum kepadanya.
"Kenapa kamu diam saja dan wajahmu kusut seperti itu?" Tanya Almira seakan mengejek Alga.
"Hei! Apa maksudmu berkata seperti itu?" Perasaan Alga sudah bercampur aduk sekarang. Kesal, marah, patah hati dan kecewa.
"Oh baiklah. Marah saja sana. Kalau tidak mau memakaikan kalung ini di leherku." Almira mengangkat kalung yang tidak dilempar oleh Almira.
Alga melihat kalung itu membelalakkan matanya. Tidak percaya ternyata Almira tidak melempar kalungnya seperti apa yang dipikirkannya tadi.
"Tunggu, itu tidak kamu lempar?" Alga menunjuk kalung itu.
__ADS_1
"Seperti yang kamu lihat ada dimana kalung ini sekarang." Almira tersenyum.
Bersambung.