Love "A" Double

Love "A" Double
Main Colek


__ADS_3

Ambil taruh, ambil taruh. Hanya itu yang dilakukan Alga dari tadi. Mengambil buku berjejer yang terjual rapi di rak lalu memasukkannya ke dalam tas belanjaannya. 


Almira hanya diam saja yang melihat itu. Tidak habis pikir berapa uang yang akan digunakan jika membeli semua buku yang sudah berada di dalam tas belanjaannya Alga. 


"Alga, apa kamu yakin beli semua buku itu?" Tanya Almira heran sambil melirik tas belanjaan Alga yang dipegang sama Alga sendiri. 


"Hemm." Jawabnya. 


"Sebenarnya kamu itu orang kaya atau orang sombong?" 


"Tidak ada bedanya." 


"Tentu saja ada. Orang kaya itu punya uang dengan hasilnya sendiri. Kalau orang sombong itu punya uang dari hasilnya orang lain terus tinggal dinikmatin aja." Ucap Almira yang berada di sebelah Alga yang masih memilih-milih buku untuk dibelinya. 


"Dengan maksud lain ingin menyindirku?" Tanyanya kesal. 


"Ti, tidak. Ya sudah cepatlah, aku sudah lelah." Keluh Almira. 


Alga tidak menanggapi dan juga tidak peduli. Ia masih saja terus membeli beberapa buku. Buku yang dibeli yaitu tentang bisnis. Karena, Alga ingin belajar lebih dalam lagi tentang bisnis sebelum benar-benar terjun ke dunia ayahnya. 

__ADS_1


"Hai, kalian berdua lagi apa disini?" Tanya seseorang yang merangkul bahu Almira tiba-tiba. 


Almira terperanjat melihat tangan yang berada di bahunya. Dengan cepat ia melepaskan rangkulan itu dari bahunya. Almira menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang berani-beraninya merangkulnya. 


"Oh, kamu ternyata!" 


Almira melayangkan tangan sebelah kanannya di udara. 


Plak!!!


"Auw…, sakit Al. Kamu tidak berubah juga ya dari dulu. Di sentuh dikit saja langsung main tampar orang." Ucap orang itu mengaduh kesakitan karena merasakan perih di pipi sebelah kirinya setelah mendapatkan tamparan dari Almira. 


"Cemberut ya ceritanya." Ucap orang itu sambil mencolek genit dagu Almira. 


"Devan!" Bentak Almira. Tanpa disangka Alga juga membentak Devan secara bersamaan dengan Almira. Siapa yang tidak bingung, kenapa Alga ikut membentak Devan. Sedangkan, yang dicolek Almira bukanlah Alga. 


Almira dan Devan menoleh bersama ke arah Alga berada. Memberikan tatapan aneh yang tidak dapat diartikan oleh Alga. Alga sebenarnya bingung ingin berkata maupun bertingkah seperti apa. Namun, ia masih bisa bersikap tenang dan santai. 


"Kenapa?" Alga bertanya kepada mereka berdua. 

__ADS_1


"Kenapa kamu juga membentak dia?" Tanya Almira menunjukkan jari telunjuknya ke arah Devan. 


"Iya, kenapa kamu membentakku juga, Alga?" Tanya Devan yang ikut-ikutan dengan Almira. 


"Tidak apa-apa." Jawabnya mengalihkan pandangannya ke arah buku lagi. 


"Sepertinya dia tidak suka kalau aku mencolek dagumu seperti ini, Almira." Devan yang lagi-lagi ingin mencolek dagu Almira sebagai contoh namun sudah lebih dulu ditahan oleh tangan seseorang. 


"Kau mau menyentuhnya lagi? Sentuh saja aku." Ucap Alga yang mencengkram erat tangan Devan.  


"Haha…, iya, iya. Aku tidak akan menyentuhnya lagi." Ucap Devan sambil tertawa melihat Alga yang kesal. Alga pun melepaskan tangan Devan yang dicengkramnya. 


"Kamu kenapa Alga?" Tanya Almira yang masih terheran-heran dengan sikap Alga. 


"Tidak ada apa-apa! Sudah ku bilang kan tadi."


Alga menarik tangan Almira. Memang tidak kasar tapi menyesuaikan langkah kaki Alga yang sulit. Tetap saja menariknya tanpa memikirkan orang yang ditariknya jalan cepat ke arah kasir. Membayar semua buku yang dipilihnya. Lalu, menariknya lagi keluar toko buku. 


Bersambung. 

__ADS_1


__ADS_2