Love "A" Double

Love "A" Double
Ikan Salmon Saus Madu


__ADS_3

Waktu pun berlalu begitu cepat. Siang menjadi sore. Alga keluar dari ruangannya dengan jasnya yang digantung di lengan kirinya. Berjalan ke ruangan Almira lebih dulu. 


"Almira, kamu sudah selesai kan? Ayo pulang." Ajak Alga berdiri di depan pintu. 


Alga mendongakkan kepalanya melihat Alga yang sedang menunggunya di depan pintu. 


"Iya sebentar." Ucap Almira.


Almira bergegas merapikan barang-barangnya. Alga menunggu memperhatikannya. Dia tidak bosan. Apalagi melihat orang yang pernah dulu dia suka. Tapi, ditolak sama Almira.


Kenangan semasa sekolah bersama Almira selalu akan menjadi kenangan terindahnya. Apalagi kenangan bersama Ayah dan Ibunya yang kini sudah tidak ada bersamanya lagi. Begitupun dengan Almira. 


"Alga, ayo. Kenapa melamun?" Ucap Almira yang sudah berada di hadapan Alga. 


"Hemm…, tidak. Ayo jalan duluan." Ucap Alga tersadar dari lamunannya. 


"Oke." Jawab Almira.


Dia merasa antusias karena sudah jamnya pulang kerja. Dia berniat ingin memasak saat sudah sampai rumah. Masak untuk makan malam bersama Alga. 


"Alga." Panggil Almira sambil mereka berjalan ke arah lift untuk turun ke lobby.

__ADS_1


"Aku ingin masak makan malam untuk kita. Kalau kita ke supermarket dulu tidak apa kan?" Tanya Almira menatap Alga. Alga tersenyum membalas tatapan Almira.


"Iya, tidak apa." Jawab Alga. 


"Sepertinya kamu kesulitan memposisikan dirimu yang dingin saat bersamaku ya?" Tanya Almira seakan mengejek Alga yang tidak bisa profesional saat berada di kantor dalam hal bersikap. 


"Ya, kamu mengacaukannya." Jawab Alga. 


"Bukan aku, tapi kamu yang tidak profesional." Balas Almira. 


"Ya, terserahlah." Ucap Alga malas berdebat. 


"Itu namanya mengalah bukan malas berdebat karena bersikap dingin. Haha…, sabar ya Alga. Berusahalah." Ejek Almira. 


"Dasar Aneh." Ucap Almira mengalihkan pandangannya.


Sedangkan, Alga tersenyum. Tidak tahu kenapa dia melakukan itu. Tapi, itu bisa membuatnya senang. 


Di dalam perjalanan mereka yang tadinya tenang. Saat Almira bertanya Alga ingin makan malam apa. Alga menjawabnya dengan mengatakan makanan keinginannya.


Namun, Almira tidak mau memasaknya karena ia tidak bisa memasaknya. Jadilah, perdebatan kecil di dalam mobil itu. Tepatnya di kursi penumpang.

__ADS_1


Mobil Alga yang dipakai di negara persinggahan sementara mereka berbeda dengan yang di negara asal. Kursi depan dengan kursi belakang dipisah oleh sekat yang membatasi.


Jadi, orang yang dibelakang memiliki privasi yang cukup leluasa. Tidak, perlu khawatir orang yang ada di depan mendengarnya. 


"Bagaimana kalau kita masak pancake saja?" Saran Alga. 


"Kenapa pancake? Kan kita mau masak untuk makan malam bukan untuk sarapan." Tolak Almira tidak setuju. 


"Mashed potatoes sama salad sayur bagaimana? Itu cukup mudah." Saran Alga lagi. 


"Aku tidak suka." Jawab Almira. 


"Almira, sebenarnya kamu ini mau masak apa? Kamu tanya aku ingin makan apa. Aku jawab ikan salmon saus madu. Kamu tidak bisa membuatnya. Lalu, ingin apa?" Tanya Alga pelan. 


"Aku ingin telur omelette, sosis goreng, nugget goreng pakai nasi hangat. Ditambah saus sambal. Kamu mau apa?" Jawab Almira. 


Ikan salmon saus madu! Tapi, kamu tidak bisa membuatnya. Jadi, tidak perlu bertanya. 


"Aku sama denganmu saja. Tapi, bahan untuk masak makanan itu sudah ada di rumah. Jadi, kita tidak harus pergi ke supermarket lagi." 


"Kenapa? Aku ingin beli bahan untuk buat puding susu saja kalau begitu." 

__ADS_1


"Ah, iya baiklah. Terserah saja." 


Bersambung. 


__ADS_2