Love "A" Double

Love "A" Double
Paket Tak Terduga


__ADS_3

Alga dan Devan sudah berada di depan gerbang rumahnya. Melihat satu buah truk box besar. Dengan sopirnya yang sedang berjalan ke arah Alga dan Devan. 


"Permisi Tuan, ada paket. Tujuan pengirimannya ke alamat rumah ini. Boleh ditandatangani dulu tuan di bagian ini." Ucap sopir yang mengantar barang itu dengan tangannya yang memberikan selembar kertas tanda bukti paket sudah diterima. 


"Saya tidak memesan apapun." Tolak Alga secara langsung. Menatap serius kedua mata sopir itu. 


"Maaf tuan, tapi paket ini dipesan dan dikirim sudah sesuai dengan alamat yang dituju." Ucap sopir itu. 


"Siapa yang mengirimkan barang ini?" Tanya Alga kemudian. Menerima kertas tanda bukti yang diberikan kepadanya. 


"Maaf tuan, untuk nama pengirim tidak diketahui." Jawabnya. Alga mencoba melihat nama pengirim. Namun, memang benar tidak ada nama pengirimnya. 


Devan berdiri lebih dekat lagi dengan Alga. Mendekatkan wajahnya ke bagian leher bagian belakang Alga. 


"Terima saja paketnya Alga. Kalau kau mencurigai sopirnya juga percuma. Karena dia hanya mengantarkan barang." Bisik Devan supaya apa ucapannya tidak terdengar oleh sopir itu. 


Alga akhirnya menerima paket itu tanpa bertanya panjang lebar lagi. Saat pintu box dibuka. Mata Alga dan Devan membulat sempurna sekaligus para penjaga rumah yang menjaga Alga bersama Devan berada di luar rumah pun ikut membulatkan matanya. 

__ADS_1


Sopir yang mengantarkan barang itu diam saja. Tidak kaget atau bingung. Karena, dia sendiri juga sudah melihat karena dia ikut membantu memasukkan barang tersebut ke dalam truk. Kecuali melihat isinya memang itu tidak diperbolehkan. Karena yang ada dipikirannya adalah mempersiapkan untuk peristirahatan terakhir orang terdekatnya ataupun keluarganya.


Alga meminta beberapa pekerja di rumahnya terutama pengawalnya untuk mengeluarkan benda itu dan memasukkannya ke halaman depan. Setelah sudah masuk. Sopir yang mengantarkan barang pergi. Lalu, pintu gerbang ditutup rapat.


Alga dan Devan berdiri di antara kedua barang itu. Karena, memang yang diantara adalah ada dua barang yang sama. Devan berjalan mendekati Alga. 


"Sepertinya peti yang ini ada isinya. Aku ikut mencoba memindahkannya tadi. Kalau yang satunya lagi aku tidak tahu." Bisik Devan. Alga menoleh dan menatap Devan seakan tidak suka dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Devan. 


"Eh, aku tidak bermaksud mengatakan yang tidak-tidak. Hanya memberitahu saja kalau berat sekali saat diangkat." Bisik Devan lagi menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal. 


Duh, apa memang benar peti ini ada isinya? Kalau pikiranku benar. Isinya adalah...


"Alga, apa ini, kenapa kamu diam saja?" Almira membuyarkan lamunan Alga dengan menepuk bahunya. Alga menoleh sekilas ke arah Almira. Lalu, kembali lagi menatap kedua peti dihadapannya secara bergantian. 


"Apakah kedua peti ini adalah paket yang dimaksud?" Tanya Danisa menatap Devan. 


Karena, melihat Alga yang wajahnya berubah pucat pasi membuatnya sedikit kehilangan keberanian untuk bertanya langsung. Devan menjawabnya dengan anggukan. 

__ADS_1


"Alga." Almira menggoyangkan bahu Alga. Alga terjatuh dan terduduk lemas. 


"Eh, Alga!" Almira menahan tubuh Alga supaya tidak goyah. Menyelaraskan tubuhnya dengan Alga. Ikut terduduk di sebelah Alga sambil menatap kedua peti itu. Walaupun mereka semua belum tahu isinya apa. Apakah yang sedang dipikirkan Alga benar?


Melihat Alga yang terduduk. Para pekerja yang berada di sekitarnya seakan mengerti dengan keadaan yang ada. Setelah semua yang sudah terjadi membuat mereka ikut mengerti dan masuk ke dalam situasi yang sulit saat ini. 


Mereka akan menghargai dan menghormati siapapun Tuannya sekarang. Mereka tetap diam ditempatnya masing-masing. Menghadap ke arah kedua peti itu. Dengan menundukkan kepala mereka. 


Almira menjadi memiliki perasaan tidak enak. Kenapa Alga terdiam lemas. Wajahnya berubah menjadi pucat. Tubuhnya pun sedikit bergetar. Tangannya mengepal erat. 


Ada apa dengan Alga? Kenapa dia…, Ah tunggu, apa jangan-jangan dia berpikir kalau kedua peti ini isinya… 


"Almira!!!" Devan dan Danisa terkejut melihat Almira pingsan. Alga tentu saja tidak kalah terkejutnya dengan Devan dan Danisa. Alga yang sedang berada di sampingnya tentu langsung menangkap tubuhnya Almira yang tadi duduk menemaninya sekarang menjadi lemas tak berdaya. 


Bersambung. 


Note : Semuanya para pembaca Love "A" Double yang masih setia. Aku Amanda sebagai author ingin minta maaf ya kalau jarang up. 😊🙏 Karena banyak tugas dan hal lainnya yang harus aku kerjakan di real life. Saat aku ada waktu kosong yang banyak. Insyaallah aku akan kasih up yang banyak untuk kalian. Segitu dulu ya infonya, Terima kasih… semua. Sehat-sehat selalu yaa... 😊💖💕

__ADS_1


__ADS_2