Love "A" Double

Love "A" Double
Pergi


__ADS_3

Almira memandangi pemandangan perjalanan mereka yang sudah berada di udara tidak lagi di darat. Teringat kenangan-kenangan bersama ibu dan ayahnya dulu di rumah lama miliknya sebelum tinggal bersama Alga. 


Kini bukannya ia kembali tinggal dirumah lama bersama sang ayah. Melainkan harus pergi jauh. Entah kemana Alga membawanya. 


Namun, ia tahu Alga membawanya pergi untuk ketenangan ayahnya di surga dan juga menjaga Almira dari segala ancaman yang cepat atau lambat akan membuat Almira dalam bahaya. 


Alga memperhatikan Almira yang duduk di sebelahnya. Memperhatikan jendela pesawat. Melihat indah dan putih bersihnya awan yang berada di luar pesawat. Sungguh indah langit ini. 


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Alga merasa khawatir dengan Almira. Almira pun menoleh ke arah Alga. Ia tersenyum. Lalu, mengangguk. 


"Maaf kamu harus terlibat dalam hal ini. Aku berjanji akan membuatmu bahagia setelah ini. Tidak lagi membuatmu berpikir bahwa aku menyebalkan." Ucap Alga membuat senyum Almira menghilang dan memilih mengalihkan pandangannya. Alga tersenyum melihatnya. 

__ADS_1


Lebih baik merasa kesal denganku daripada aku harus melihatmu bersedih. Karena, tidak tahu kenapa sedikit demi sedikit aku merasa Almira yang tegar dan pemberani dulu menghilang dari hadapan. 


Setelah sekitar dua puluh dua jam berada di pesawat dengan tiga kali transit di beberapa negara membuat perjalan di udara menjadi begitu lebih lama. 


Kini beberapa pesawat yang disewa oleh pewaris tunggal Gautama sudah sampai di bandara negara Amerika Serikat. 


Dimana negara yang akan digunakan sebagai tempat singgah sementara selama keadaan masih dalam kategori darurat. Alga mengatur semuanya untuk terkendali. Tidak ingin ada yang mengacaukan rencananya. 


Setelah semua sudah turun dari semua pesawat yang ada. Sekarang saatnya dimana mereka semua menuju salah satu rumah besar milik Gautama. 


Keluarga Gautama memiliki begitu banyak properti hingga dapat memudahkan sang pemilik untuk menggunakannya saat dalam keadaan tertentu. 

__ADS_1


Tiga jam berlalu. Jarak antara Bandar Udara Internasional John F. Kennedy dengan rumah besar Gautama memanglah sangat jauh. 


Jadi, tidak heran kalau harus menghabiskan waktu yang begitu lama di perjalanan. Beberapa orang yang dipekerjakan khusus di rumah besar Itu sudah tahu kalau Tuan mudanya akan datang. 


Saat beberapa mobil berdatangan mereka juga sudah tahu bahwa pasti itu Tuan muda mereka yang telah sampai di kediamannya. 


Para penjaga rumah besar disana membuka gerbang rumah besar itu selebar mungkin. Setelah semua mobil masuk. Orang-orang yang berada di dalamnya keluar bersama beberapa perlengkapan mereka yang tidaklah terlalu banyak.


Bahkan, tidak banyak. Karena, mereka tidak membawa pakaian mereka. Setelah sudah turun semua dan anggota sudah lengkap. Beberapa mobil sewa dan taksi bandara kembali keluar dari rumah besar Gautama itu.


Alga mengumpulkan para orang-orangnya terlebih dahulu di halaman luas di depan rumah besar itu. Mereka semua cepat tanggap dan berbaris rapi sesuai dengan perintah Alga. 

__ADS_1


"Mohon perhatian sebentar. Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya. Kita akan tinggal sementara di tempat ini dan di negara ini. Tidak tahu sampai kapan. Cobalah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di negara ini. Kalian bisa menggunakan seluruh kamar yang ada di area rumah sebelah kanan dari lantai satu sampai tiga. Silahkan kalian tempati. Aku dan Almira akan berada di rumah utama. Apa kalian semua mengerti?" Ujar Alga menjelaskan dengan sangat hati-hati agar mereka semua mengerti. 


Bersambung. 


__ADS_2