Love "A" Double

Love "A" Double
Pulang


__ADS_3

Keesokan harinya Alga dan Almira sudah berada di dalam mobil yang sama. Seperti hari-hari sebelumnya mobil mereka dikemudikan oleh sopir keluarga Gautama. 


Hari ini Almira tampak bingung karena Alga meminta hari ini pulang Sekarang juga. Tanpa pemberitahuan di hari sebelumnya, bahkan dadakan. Siapa yang tahu isi pemikiran Alga selain Alga sendiri dan juga Tuhan tentunya.


Di dalam mobil Amira tampak sangat tentunya. Sehingga ia tidak kuat untuk menahan rasa ingin bertanya kepada alga. 


"Alga, kenapa kita pulang hari ini?" Tanya Almira menoleh ke arah Alga yang berada di sampingnya. 


"Tidak apa-apa. Hanya merasa bosan." Jawab Alga. 


"Bukankah kita sudah sepakat untuk pulang dua hari sebelum ayah kita pulang?" Tanya Almira heran. 


"Iya. Memangnya kenapa? Disini aku kan yang berkuasa. Jadi, terserah aku donk." Alga yang kembali membanggakan dirinya sendiri. 

__ADS_1


"Ah, iya. Benar." 


Aku saja sampai lupa kalau kamu yang berkuasa disini. Haha…


Perjalanan dari villa milik keluarga Alga ke rumah utama terutama  jaraknya sangatlah jauh  jadi membuat Alga dan Almira tertidur di perjalanan yang menurutnya sangatlah melelahkan. 


Setelah separuh Jalan mereka Sudah mereka lewati. Waktu juga sudah menunjukkan siang hari. Sudah saatnya bagi mereka berdua untuk makan siang. Alga memilih makan siang di tempat makan yang ada di pinggir jalan. 


Siapa yang tahu kalau Alga juga sebenarnya tidaklah terlalu mengharuskan makan yang harus ditempat mewah, berbintang lima, kelas atas, mahal dan terkenal.


Mereka berdua pun memakan bakso itu dengan lahap. Setelah selesai. Alga menawari Almira cilok. Almira tanpa gengsi menerima tawaran Alga. Alga pun membelikan Almira dua bungkus cilok. Sedangkan, untuk dirinya hanya satu bungkus. Karena, ia tahu kalau Almira juga suka cilok. Apalagi cilok yang diberi bumbu kacang. 


Alga juga membeli siomay. Alga kembali menawari Almira. Almira tentu saja bukan jiwa gengsi. Jadi, ia kembali menerima. 

__ADS_1


Saat Alga ingin menawari es podeng. Almira sempat berpikir. Karena, Alga sudah membelikan jajanan makanan yang cukup banyak untuk dirinya. 


"Sepertinya aku tidak mau. Sudah cukup banyak yang kamu belikan untukku." Tolak Almira secara halus. 


"Tidak apa, manfaatkan saja kebaikan ku. Sebelum, aku berubah menjadi pelit." Ucap Alga dengan santainya. 


Tentu saja aku lakukan ini. Agar kamu tidak memperdulikan aku dan melupakan sejenak ayahmu itu. Anggap saja kita sedang berfoya-foya. Walaupun jajanan murah begini. Tapi, aku juga sedang ingin makan jajanan seperti ini. Jadi, semoga kamu senang dan suka. 


"Terserah kamu saja Alga." Almira pun menyerahkannya kepada Alga. 


"Baiklah, aku membelikanmu juga." Ucap Alga. 


Setelah sudah selesai jajan dengan puas. Tidak lupa Alga juga membelikan beberapa jajanan untuk sopirnya. Tidak mungkin kan kalau ia dan Almira menikmati jajanan mereka di kursi penumpang. Sedangkan, sopirnya melirik mereka yang sedang makan melalui kaca spion. Merasa pengen dan ngiler. Haha…, membayangkannya saja sudah membuat kasihan dengan sopirnya dan juga geli. 

__ADS_1


Di jalan perjalanan pulang. Alga dan Almira sibuk dengan makanan jajanan pinggir jalan mereka. Memakannya dengan nikmat.  Karena, tidak setiap hari akan makan seperti ini. Selain dilarang oleh ayahnya. Ia juga menerapkan hidup sehat sebenarnya. Tapi, kalau lagi kepengen. Mau apa lagi. Seorang Alga yang memiliki uang untuk bisa membeli apa saja. Pasti akan melakukan apa saja yang ia inginkan. 


Bersambung. 


__ADS_2