Love "A" Double

Love "A" Double
Hari Pertama Satu Rumah


__ADS_3

Alga dan Almira sudah berada di perjalanan ke rumah Almira. Mereka menuju rumah Almira untuk mengambil beberapa pakaian Almira yang akan digunakan selama dua minggu kedepan. Beruntungnya mereka sekolah sudah bebas jadi tidak ada tuntutan tugas atau apapun hanya tinggal menunggu kabar kelulusan saja. 


Mobil sudah sampai tepat di depan rumah sederhana milik Almira. Tanpa menunggu Alga memerintahkan dirinya untuk turun. Ia langsung turun lebih dulu tanpa disuruh. 


Semoga selama dua minggu ini dia tidak membuat masalah kepadaku. Aku harap dia masih seperti manusia normal biasanya. Batin Almira saat memasukkan pakaiannya ke dalam tas pakaian yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. 


Ia keluar rumah dengan tas yang dibawanya. Dibantu oleh sopir keluarga Gautama ditaruh di bagasi mobil. Setelah itu Almira masuk lagi ke dalam mobil. Mobil pun melaju kembali menuju rumah utama Gautama. 


"Selama tinggal di rumah utama, kamu harus menurut padaku." Ucap Alga di sela-sela keheningan yang terjalin di dalam mobil. 


"Tidak, siapa kamu yang harus aku turuti." Jawab Almira tidak mau kalah. 


"Satu kali saja membantah. Ingat apa yang akan aku lakukan pada dirimu." Ancamnya. 


"Waktu itu kamu mengancam akan menghancurkan keluargaku. Sekarang kamu mengancam diriku. Maunya apa si?" Tanya Almira sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya dan memberikan tatapan kesalnya ke arah Alga. 

__ADS_1


"Karena yang ada di hadapanku sekarang yaitu kamu. Jadi, yang akan kuhancurkan adalah dirimu." 


"Tidak akan pernah bisa." Almira mengalihkan pandangannya ke arah jendela mobil.


"Lihat saja nanti." 


"Tidak ada yang harus dilihat nanti. Kalau kamu berani macam-macam awas!" Ucap Almira sambil menunjukkan kepalan tangannya yang kuat di hadapan Alga. 


Alga menelan salivanya susah dan memberikan tatapan tajam kepada Almira. 


"Ah, kalau nanti aku jadi orang sukses dan kaya. Aku ingin belikan ayah kasur seperti ini. Nyaman sekali rasanya." Gumam Almira kepada dirinya sendiri saat berbaring di ranjang besar di kamar itu. 


Tanpa Almira tahu kalau ada seseorang yang sedang menempelkan kupingnya di pintu.


Pikiranmu aneh sekali. Kenapa kalau ingin menjadi orang kaya tidak sekalian saja menerima pernikahan yang ayah inginkan. Setelah menikah kamu akan menjadi istri dari suami dari anak orang kaya. Walaupun istrinya masih anak dibawah umur. Apa kamu merasa menyesal sekarang?! Batin tuan rumah yang memiliki rumah ini. Ya, Alga. Siapa lagi memangnya. 

__ADS_1


Alga masuk ke dalam kamarnya sendiri. Saat masuk ia mendengar suara deringan dari ponsel miliknya. Namun, yang melakukan panggilan kepadanya adalah nomor yang tidak dikenal. Alga pun mengangkat panggilan itu dengan terpaksa karena penasaran. 


Alga diam tidak berbicara lebih dulu. 


"Dua hari lagi aku pastikan kau akan merayakan hari kematian orang yang kau sayang." Ucap seseorang di seberang sana. 


"Kau ini siapa?!" Tanya Alga yang akhirnya menanggapi dengan nada marah. 


"Tidak perlu kau tahu siapa aku. Persiapkan saja dua kuburan mewah untuk dua hari lagi." Ucap orang itu lagi membuat Alga mengerutkan keningnya. 


"Apa mak... " Ucapan Alga terpotong karena sudah dimatikan. 


Sial! Batin Alga geram. 


Bersambung. 

__ADS_1


__ADS_2