Love "A" Double

Love "A" Double
Lagi-lagi Dikejutkan


__ADS_3

Ia mengambil satu camilan keripik talas bumbu barbeque yang ada di dalam laci khusus camilan. Almira juga mengambil gelas air putih. Lalu, membawanya ke ruang tamu menaruh gelas air minumnya di atas meja yang ada di depan sofa dan cemilannya juga.


Makan cemilan sambil memeriksa kembali barang-barangnya. Apakah sudah semuanya yang dibawa. Tidak ada yang lupa untuk dimasukkan kan. Sudah lengkap semua. Begitu pikir Almira sambil mengecek setiap perlengkapan yang ia bawa.


Tiba-tiba saja Almira melihat Alga lari ke arah pintu utama. Melawati ruang tamu. Karena penasaran Almira ingin mengejar Alga. Tapi, ia sempatkan untuk mengambil beberapa keripik lalu masukkanlah ke dalam mulut. Saat ingin minum dulu sebelum mengejar Alga. Lewat lagi Devan sama Danisa yang ikut lari. 


Saking rasa penasarannya yang sudah tidak bisa ditahan lagi. Melihat mereka semua lari. Langsung menaruh gelasnya di meja. Ikut berlari juga mengikuti yang lain. Saat sampai di depan gerbang karena yang lainnya juga tengah berdiri di depan gerbang. Ramai bersama beberapa penjaga rumah lainnya.


Almira menutup mulutnya merasa tidak yakin tapi ia merasa yakin. Sedikit ragu tapi berusaha menepis pikiran yang tidak-tidaknya. 


Tidak kuasa menahan air mata. Walaupun tidak tahu benar atau tidak. Bulir mening pun turun dari sudut mata Almira.

__ADS_1


"A, ayah." Suara lirih Almira terbata mengatakannya.


Alga mendengar suara Almira. Dilihatlah Almira yang sedang menutup mulutnya dengan satu tangan. Menangis ya Almira menangis. Kali ini tidak pura-pura. Beneran Almira menangis.


Sial! Kenapa dia keluar. Ah, sial! Lihat dia menangis. Aku harus apa. Tapi, kenapa dia menangis. Apa karena melihat darah pada kemeja itu.


kali ini Alga dikejutkan dengan satu buah kemeja putih yang sudah berlumuran darah tergantung di gerbang rumah. Setelah kemarin dua buah jas.


Alga menghampiri Almira. Memegang bahu Almira membawanya menatap Alga.


"A, ayah." Almira lagi-lagi mengatakan 'ayah' tidak tahu maksudnya. Alga kembali bertanya.

__ADS_1


"Apa maksudmu, ayah?" Alga tetap mencoba bicara pelan. Sambil meminta penjaga rumah yang berada bersamanya di depan gerbang untuk menyimpan bukti itu.


"Itu ke, kemeja ayah. Ada namanya di bagian bawah." Jawab Almira terbata. Almira sudah tidak kuat menahan tangisannya lagi. Ia semakin menangis dan dipeluk lah Alga yang sedang berada di depannya. 


Devan dan Danisa melihat Alga dan Almira menjadi kasihan. Mereka merasa iba dengan Almira. Walaupun sebenarnya mereka juga tidak tahu apa-apa.


"Tunggu, kemarikan kemejanya." Penjaga rumah itu yang hendak membawa kemeja itu ke gudang untuk disimpan kembali lagi saat Alga memanggilnya.


Alga melepas pelukan Almira sebentar. Almira langsung dipeluk oleh Danisa. Diusapnya punggung Almira. Benar-benar merasa kasihan. Karena baru pertama kalinya melihat Almira menangis. Termasuk Devan. Sebelumnya Alga yang sudah pernah melihat Almira menangis. Ya, bohongan si itu.


Alga hendak ingin memegang kemeja itu untuk mengecek nama ayahnya yang dikatakan Almira tadi. Ia ingin membuktikannya. Almira melihat dibagian mana tadi. Batinnya begitu.

__ADS_1


"Tunggu, tuan muda." Salah satu penjaga berteriak. Karena kaget saat Alga ingin menyentuhnya namun menggunakan tangan kosong. Alga menoleh ke arahnya memberikan tatapan tajam karena baru saja berteriak kepadanya.


Bersambung.


__ADS_2